Sponsors Link

Penyakit Amebiasis: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Sponsors Link

Menjaga kesehatan pencernaan merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan, guna menghindari terjadinya gangguan-gangguan yang terkait dengan proses penyerapan nutrisi dari makanan untuk kemudian didistribusikan ke seluruh tubuh sehingga kondisi organ tetap terjaga. Pencernaan merupakan proses tubuh yang tidak boleh kita abaikan, dikarenakan di dalam proses mencerna makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita, banyak organ yang berperan besar guna memastikan proses tersebut berjalan lancar. Organ seperti usus besar, usus 12 jari, hati, dan juga lambung hingga kepada saluran pembuangan, seluruhnya akan bekerja seiring dengan proses pencernaan tersebut berjalan, dan tentunya apabila ada gangguan pada salah satu organ tersebut dapat merusak kinerja tubuh dalam mencerna menjadi kurang optimal.

ads

Serangan dari virus, bakteri dan Amoeba sendiri bukanlah hal yang secara umum tidak bisa dicegah dengan sendirinya oleh tubuh, karena memang tubuh manusia normal itu memiliki antibodi yang sangat baik dan optimal dalam mencegah terjadinya kerusakan. Namun, terkadang kita tidak bisa terhindar dari serangan kuman dan bakteri yang ada di sekitar kita sehari-harinya, yang dapat menyerang bagian manapun di dalam tubuh dan dapat mengganggu fungsi tubuh secara keseluruhan.

Tercatat ada sekitar 8 Amoeba yang dapat bertahan hidup di dalam tubuh manusia, dimana salah satunya adalah Entamoeba histolytica atau E. histolytica yang dapat menyebabkan penyakit Amebiasis. Selain penyakit tersebut, kami juga telah mengulas beberapa penyakit lainnya seperti penyakit intususepsi, serta ciri-ciri kram usus, kemudian perbedaan wasir dan kanker usus, dan juga mengenai 5 penyebab polip usus yang penting untuk diketahui. Kami juga pernah membahas mengenai penyakit usus yang lebih kompleks seperti ciri-ciri kanker usus halus, lalu berbagai cara penularan TBC usus, serta pernah dibahas pula ciri-ciri usus bengkak yang wajib diwaspadai.

Apa itu Amebiasis ?

Amebiasis merupakan infeksi parasit yang disebabkan oleh amoeba E. histolytica serta dapat menimbulkan infeksi pada usus besar serta dalam beberapa kondisi juga dapat menyerang hati. Menurut penelitian, sebagian besar orang yang memiliki parasit ini di dalam tubuhnya tidak akan mengalami atau merasakan gejala apapun, dan hanya sekitar 10% dari mereka yang membawa parasit ini lah yang akan terkena penyakit Amebiasis. Penyakit amebiasis ini umumnya terjadi pada masyarakat yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia, terutama pada mereka yang tinggal di lingkungan atau rumah yang tidak terjaga kebersihannya, serta dapat menyerang pria dan wanita tanpa mengenal usia, namun juga umum menyerang pasangan homoseksual dan pasangan normal yang sering berhubungan anal.

Khusus untuk dua golongan yang terakhir, itu terutama terjadi apabila salah seorang dari mereka sudah memiliki parasit ini tanpa disadari dan tidak berkembang mejadi Amebiasis, serta akan lebih tinggi risikonya pada mereka yang tidak menggunakan pengaman saat berhubungan badan. Tercatat ada sekitar 10% dari penduduk dunia yang tergolong sebagai penderita Amebiasis menurut World Health Organization (WHO) sehingga bisa dibilang penyakit ini merupakan salah satu penyakit pencernaan yang cukup tinggi tingkat penderitanya, dan bahkan menyebabkan sekitar 55,000 kematian setiap tahunnya.

Hal tersebut bisa jadi dikarenakan masih banyak penduduk dunia yang tinggal di kawasan yang kurang higienis dan terjaga kebersihannya, sehingga banyak sekali parasit E. histolytica yang tersebar di daerah tempat mereka tinggal. Parasit ini juga dapat hidup pada hewan mamalia lainnya seperti kucing, anjing, dan sapi, tetapi tingkat penyebaran melalui hewan-hewan tersebut belum dapat diisimpulkan meskipun dapat diestimasi kemungkinan penularan dari hewan-hewan itu sangatlah kecil. Hewan yang berperluang besar menjadi penyebar penyakit ini diantaranya adalah lalat, nyamuk, dan serangga lainnya yang memang beberapa diantara mereka memiliki kapabilitas sebagai pembawa wabah.

Penyebab Amebiasis

Penyakit Amebiasis biasanya menyerang pada saat amoeba E. histolytica yang menempel pada makanan atau minuman, masuk ke dalam tubuh manusia. Saat masih berada di luar tubuh manusia, amoeba parasit tersebut akan berada di dalam kondisi tidak aktif dan mampu bertahan hidup selama beberapa bulan, serta umum ditemukan menempel pada kotoran manusia. Parasit tersebut dapat masuk ke dalam tubuh apabila makanan dan minuman yang dikonsumsi sudah tercampur dengan tanah atau kotoran tempat parasit itu bersarang, atau tercampur pada saat proses pembuatan makanan atau minuman, atau pada saat pasangan hooseksual berhubungan intim, terutama apabila salah seorang dari mereka memiliki parasit tersebut di dalam tubuh.

Sponsors Link

Setelah masuk ke dalam tubuh, parasit akan berubah menjadi aktif, yang disebut dengan trophozite, dan kemudian akan mulai berkembang biak dengan cara membelah diri pada saat berada di saluran pencernaan, serta kemudian akan menetap di usus besar. Pada usus besar, parasit kemudian akan menggali dinding-dinding usus sehingga akan menyebabkan gangguan pencernaan pada manusia yang terjangkiti oleh parasit tersebut. Untuk mengetahui penyakit-penyakit lainnya yang dapat menyerang area usus dan pencernaan, anda bisa membaca artikel kami mengenai makanan yang menyebabkan radang usus buntu, kemudian penyebab usus menghitam, dan juga obat untuk usus berdarah yang kami rasa pentin untuk anda ketahui.

Gejala Amebiasis

Infeksi dari parasit E. histolytica ini biasanya baru akan menunjukkan gejala sekitar 1 hingga 4 minggu setelah parasit masuk ke dalam tubuh, dan apabila dibiarkan akan menimbulkan beberapa kondisi pada si penderita. Beberapa gejala yang dapat diketahui sebagai gejala penyakit Amebiasis antara lain adalah sebagai berikut:

ads
  1. Diare yang disertai darah dengan frekuensi yang cukup sering per harinya.
  2. Kram atau rasa sakit pada bagian perut,
  3. Demam yang cukup tinggi,
  4. Mudah kelelahan,
  5. Sakit pada area punggung,
  6. Perut terasa diisi dengan gas,
  7. Kotoran pada saat BAB yang mengental

Pada tingkat terparah, penyakit Amebiasis bahkan dapat berakibat fatal serta dapat menyebabkan kematian pada penderitanya dikarenakan kekurangan cairan serta pendarahan akibat diare tersebut. Kemudian apabila parasit menyerang bagian hati, maka anda akan merasakan sakit yang luar biasa pada perut bagian kanan atas serta akan menimbulkan demam tinggi.

Cara Mendiagnosa Amebiasis

Cara yang akan dilakukan dokter atau ahli medis untuk memeriksa apakah anda terkena Amebiasis yang pertama adalah dengan memastikan adanya parasit E. histolytica tersebut di dalam tubuh, dengan cara melakukan tes urin dan pemeriksaan pada sampel kotoran. Pemeriksaan tersebut juga dilakukan untuk mengetahui perkiraan kadar parasit yang ada di dalam tubuh, dan tentunya kemudian akan dibandingkan dengan gejala-gejala yang anda alami sudah separah apa. Uji sampel kotoran nantinya akan dilakukan dengan cara mengambil sampel kotoran anda untuk kemudian memeriksakan sampel tersebut pada laboratorium dengan cara menggunakan mikroskop.

Kesulitan yang mungkin terjadi, adalah pada saat parasit sudah mulai menyebar ke berbagai wilayah di dalam usus dan saluran pencernaan lainnya, sehingga terkadang dokter atau ahli medis juga akan melakukan CT Scan atau terapi Ultrasound. Saat parasit menyebar, maka akan sangat sulit melakukan pemeriksaan menggunakan sampel kotoran saja, karenanya alat-alat tersebut perlu digunakan guna mendeteksi area persebaran parasit sehingga tidak membahayakan organ tubuh lainnya.

Pengobatan Amebiasis

Proses pengobatan yang umumnya dilakukan pada penderita penyakit Amebiasis umumnya menggunakan obat-obatan, dimana salah satu obat yang paling umum digunakan adalah metronidazole (flagyl) yang berbentuk kapsul. Penderita umumnya diwajibkan mengkonsumsi obat-obatan tersebut secara rutin selama kurang lebih 10 hari supaya dapat membersihkan parasit E. histolytica dengan tuntas dari dalam tubuh si penderita. Obat-obatan tersebut bukannya tanpa efek samping, dikarenakan dapat menimbulkan efek seperti mual-mual, pusing, muntah, sakit kepala, serta mulut biasanya mengalami kekeringan.

Dalam masa pengobatan, anda juga sangat tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi alkohol yang dapat berpotensi menambah komplikasi pada area usus dan hati, yang akan malah memperburuk kondisi anda. Selain dari obat-obatan tersebut, apabila anda menderita penyakit Amebiasis, anda juga disarankan untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

Sponsors Link

  1. Memastikan bahan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi telah dicuci dengan air yang bersih dan terbebas dari kontaminasi
  2. Jangan memakan sayuran dan buah-buahan yang tidak diketahui kebersihan pencuciannya,
  3. Konsumsi air kemasan selama penyembuhan, karena dikhawatirkan air rumah Anda mengandung parasit tersebut,
  4. Hindari penggunaan es batu pada minuman, kecuali yang anda buat sendiri dan terjamin kebersihannya,
  5. Tidak jajan sembarangan dari penjaja makanan dan minuman di pinggir jalan

Dengan melakukan beberapa tindakan tambahan tersebut, diharapkan anda akan dapat terbebas dari E. histolytica penyebab penyakit Amebiasis dan juga akan dapat mempercepat proses penyembuhan. Bisa anda lihat bahwa dari rekomendasi-rekomendasi tersebut, menjaga kebersihan makanan, minuman, dan juga lingkungan adalah hal yang paling penting dan paling utama untuk dilakukan, guna mencegah parasit menempel di sekitar anda dan dapat memasuki tubuh anda.

Selain itu, dikarenakan penyakit ini mengakibatkan diare yang menyebabkan anda kekurangan banyak cairan tubuh, maka disarankan untuk mengkonsumsi air mineral sebanyak-banyaknya guna menghindari terjadinya dehidrasi. Saat dehidrasi terjadi, bisa dipastikan tubuh tidak aakn berfungsi dengan normal, dan anda akan berpeluang mengalami penyakit-penyakit lainnya yang tidak kalah kompleks dibandingkan Amebiasis ini. Semoga informasi yang kami berikan terkait penyakit Amebiasis ini dapat anda jadikan acuan, tetapi kami sarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu supaya penanganan dapat dilakukan dengan tepat.

Sponsors Link
, , , , ,