Sponsors Link

4 Pengobatan Kanker Usus Besar Tanpa Operasi yang Wajib Anda Ketahui

Sponsors Link

Penyakit kanker usus besar (colorectal cancer) sering dialami oleh orang-orang dengan rentang umur dua puluh hingga lima puluh tahun. Kanker ini terjadi karena sel-sel kanker yang ganas dalam rektum (bagian terakhir dari usus besar di dalam saluran pencernaan) telah tumbuh. Penyakit ini berawal dari sel yang berukuran kecil jinak (adenoma) yang selanjutnya tumbuh menjadi sel kanker berbahaya bernama polip kolon adenoma. American Cancer Society (ACS) merekomendasikan orang-orang di seluruh dunia untuk melakukan pengecekan kesehatan secara rutin saat berumur tiga puluh tahun. Di Singapura, sekitar tahun 2005 hingga 2009 ada sekitar 1.580 penderita kanker usus (colorectal cancer).

ads

Gejala yang terjadi pada penderita kanker usus (colorectal cancer) berawal dari gejala radang usus besar antara lain sulit mengeluarkan feses dan feses tersebut berdarah banyak sebagai penyebab BAB berdarah, perut terasa nyeri, berat badan berkurang drastis, sering merasa kembung, dan tidak nafsu makan. Penyebab kanker usus antara lain faktor keturunan, malas berolahraga, terkena diabetes atau masalah pencernaan lainnya, bertambahnya usia, menderita obesitas, terlalu banyak konsumsi daging merah, merokok, dan konsumsi alkohol sangat banyak.

Persentase kelangsungan hidup pasien kanker usus besar stadium akhir biasanya kurang dari 50%. Berdasarkan survey, kelangsungan hidup stadium 1 hingga 2 selama 5 tahun atau 75%-90%, kelangsungan hidup kanker usus besar stadium 3 selama 5 tahun atau kurang dari 50%, dan kelangsungan hidup stadium 4 selama 5 tahun atau kurang dari 10%. Pasien yang terdiagnosis kanker usus besar biasanya lebih dari 50% telah memasuki stadium akhir yang ganas dan tingkat kelangsungan hidup yang rendah.

Metode operasi bukan satu-satunya cara pengobatan kanker usus besar. Alternatif cara pengobatan kanker usus besar antara lain radioterapi, imunoterapi, konsumsi produk herbal, dan berbagai cara lainnya yang bebas dari risiko berbahaya termasuk menghindari pantangan makanan bagi penderita kanker usus besar. Berikut pembahasan tentang cara-cara alternatif pengobatan yang bisa dicoba.

1. Radioterapi

Radioterapi ialah terapi radiasi dari sinar atau partikel berdaya tinggi (seperti x-ray) agar sel-sel kanker hancur. Terapi ini paling banyak digunakan oleh para penderita kanker usus besar saat kanker sudah melekat di organ dalam atau dinding perut. Bahkan, terapi ini juga digunakan untuk mengobati kanker usus besar yang telah menyebar ke tulang atau otak. 4 Radioterapi sering digunakan bersama dengan kemoterapi karena keduanya saling melengkapi sehingga mengurangi risiko kambuhnya tumor di panggul dan komplikasi seperti pembentukan jaringan parut yang menyebabkan gangguan buang air besar berkurang. Berikut jenis-jenis radioterapi untuk mengobati kanker usus besar.

a.  Terapi Radiasi Sinar Eksternal

Jenis terapi radiasi ini paling sering digunakan oleh penderita kanker usus besar. Radiasi sinar berasal dari mesin yang difokuskan pada kanker dari luar tubuh. Tim dokter yang melakukan radiasi akan menilai dengan seksama sebelum pelaksanaan radiasi untuk menentukan sudut yang tepat bagi sinar radiasi dan dosis radiasi yang tepat.

Terapi radiasi ini sangat mirip dengan menjalani x-ray, tetapi radiasi sinar lebih intensif dan prosedurnya tidak menimbulkan rasa sakit. Pelaksanaan setiap kali pengobatan hanya berlangsung beberapa menit, tetapi persiapannya memerlukan waktu lebih lama agar pasien dalam kondisi siap dan posisi radiasinya tepat. Pengobatan ini biasanya diberikan 5 hari dalam satu minggu selama beberapa minggu, tetapi waktunya mungkin lebih singkat.

b.  Terapi Radiasi Endokavitas

Jenis terapi ini memakai alat kecil yang dimasukkan melalui anus hingga ke dalam rektum untuk menyalurkan radiasi berintensitas tinggi dalam beberapa menit. Proses terapi diulangi sekitar 3 kali dengan jeda waktu sekitar 2 minggu untuk dosis penuh. Radiasi sinar mencapai rektum tanpa menembus kulit dan jaringan perut lainnya yang berarti kemungkinan risiko efek samping berkurang. Terapi ini membuat pasien terutama pasien lansia menghindari operasi besar dan kolostomi. Namun, terapi ini hanya digunakan untuk tumor kecil dan kadang ditambah dengan terapi radiasi sinar eksternal.

Sponsors Link

c.  Brakiterapi (Terapi Radiasi Internal)

Brakiterapi memakai palet kecil dengan bahan radioaktif yang dimasukkan ke kateter atau selang dan ditempatkan di dekat atau langsung di dalam area kanker. Radiasi ini disampaikan dalam jarak pendek dan membatasi dampak pada jaringan sehat di sekitarnya. Terapi ini biasanya dilakukan beberapa kali seminggu selama beberapa minggu, tetapi bisa hanya dilakukan satu kali kalau kanker tidak parah. Efek samping yang mungkin dirasakan setelah radiasi antara lain iritasi kulit di lokasi target sinar radiasi yang berkisar dari kemerahan hingga melepuh dan mengelupas, mual, iritasi di rektum yang menyebabkan diare.

Rasa sakit saat buang air besar, atau darah pada feses; inkontinensia usus sehingga terjadi kebocoran feses, iritasi kandung kemih yang menyebabkan gangguan seperti dorongan untuk sering buang air kecil, rasa nyeri seperti terbakar saat buang air kecil, atau darah pada urin; kelelahan/keletihan, dan gangguan seksual (impotensi pada pria dan iritasi vagina pada wanita). Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sehingga tahu cara mengantisipasi atau menghilangkan efek samping yang dirasakan. Sebagian besar efek samping akan berkurang setelah pengobatan terselesaikan, tetapi gangguan kecil seperti iritasi rektum dan kandung kemih biasanya tidak sembuh sepenuhnya.

2.  Imunoterapi

ads

Imunoterapi dilakukan untuk meningkatkan sel imun, membunuh sel kanker, membersihkan sisa penyakit pada tubuh, serta mencegah kambuhnya dan penyebaran sel kanker. Terapi ini juga bisa meningkatkan dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh pasien yang menurun sehingga pertumbuhan sel kanker akan terhambar.

Pengobatan ini berasal dari sel imun tubuh pasien sehingga tidak mungkin terjadi penolakan oleh tubuh karena cara ini sangat aman dan tanpa efek samping. Kondisi tubuh seperti apapun baik kuat atau lemah tetap bisa menjalani terapi sel imun. Kombinasi terapi dengan metode Intervensi akan menghasilkan pengobatan kanker usus lebih maksimal.

3.  Konsumsi Obat Herbal

Obat herbal tradisional untuk menyembuhkan kanker usus adalah K-Muricata dan Amazon Plus. Kedua jenis obat tersebut mirip dengan obat tradisional polip usus mengandung acetogenins (senyawa aktif) yang bersifat 4x lebih kuat dari detoksifikasi (sitotoksik) sehingga dapat menyaring limbah atau kotoran racun dari organ tubuh dan memperbaiki sel-sel yang sudah cacat.

Tanaman yang berkhasiat untuk kanker usus besar adalah umbi keladi tikus yang mengandung Ribosome Inactivating Proteins untuk menghambat pertumbuhan sel kanker usus dengan khasiat 10.000 kali lebih ampuh dari obat kemoterapi kimia lainnya. Obat tradisional dari Cina juga bisa dikonsumsi oleh penderita untuk menyeimbangkan kondisi tubuh, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit, dan menghambat perkembangan tumor.

4.  Terapi Gen Bertarget

Terapi gen bertarget disarankan untuk dilakukan karena bisa membunuh sel kanker dari akarnya. Pilihlah pengobatan yang tepat dengan memerhatikan sel-sel kanker berdasarkan karakteristik biologis sehingga efek samping yang buruk bisa berkurang. Terapi ini secara otomatis akan memilih target karsinogetik yang mengakibatkan reaksi spesifik yang mematikan sel kanker tanpa mempengaruhi jaringan normal di sekitarnya. Terapi ini akan mengidentifikasi akar penyebab penyakit, yaitu gen abnormal sehingga terapi gen bertarget lebih akurat, lebih efektif, dan aman untuk dilakukan.

Sebagian besar pasien kanker stadium IV mendapatkan kemoterapi bertarget untuk mengendalikan kanker. Pilihan regimen tergantung beberapa faktor termasuk semua pengobatan yang pernah dijalani dan disesuaikan dengan kondisi tubuh secara keseluruhan. Jika salah satu dari regimen atau cara alternatif tidak lagi efektif, pilihan pengobatan lainnya bisa dicoba. Khusus bagi penderita kanker stadium lanjut, terapi radiasi juga dapat digunakan untuk mencegah atau meredakan gejala seperti nyeri. Terapi ini lebih cenderung tidak menyembuhkan, tetapi hanya menyusutkan ukuran kanker. Jika dokter merekomendasikan untuk melakukan terapi radiasi sebaiknya tanyakan tujuan pengobatan ini agar tidak terlalu banyak berharap yang berujung pada kekecewaan.

Kanker ini berpotensi untuk menyebar dari usus besar ke organ dan jaringan yang letaknya lebih jauh di tubuh. Kanker usus besar paling sering menyebar ke hati, terkadang kanker ini juga bisa menyebar ke area lainnya seperti paru-paru, peritoneum (dinding rongga perut), atau kelenjar getah bening. Operasi cenderung tidak menyembuhkan kanker ini sehingga penderita kanker usus besar disarankan untuk melakukan alternatif pengobatan lainnya. Kolektomi parsial untuk mengangkat bagian usus besar yang ditumbuhi kanker bersama dengan kelenjar getah bening terdekat harus ditambah operasi untuk mengangkat area penyebaran kanker. Pada beberapa kasus tertentu, infus arteri hati bisa digunakan jika kanker telah menyebar ke hati.

Tidak semua penderita kanker usus besar harus dioperasi untuk mengangkat kanker dari tubuh karena banyak orang yang tubuhnya tidak sanggup menerima proses pembedahan dan efek samping yang dihasilkan oleh operasi. Selain itu, penyebab lainnya adalah kekhawatiran pasien karena adanya keharusan memakai stoma seumur hidup. Stoma adalah kantong untuk menampung pembuangan feses pascaoperasi kanker usus besar. Namun, kekhawatiran seharusnya tidak perlu ada karena tidak semua pasien harus memakainya seumur hidup. Pada pasien yang kankernya terletak jauh dari anus atau ukuran sel kankernya kecil, stoma hanya dipakai selama tiga bulan. Setelah sambungan usus besar sudah maksimal menurut dokter dan pasien tidak mengalami gejala komplikasi lain maka stoma bisa dicabut sehingga pasien bisa buang air seperti biasa. Namun, khusus pasien stadium lanjut yang menjalani pengobatan radiasi maka stoma harus digunakan seumur hidup. Pengobatan radiasi membuat risiko kebocoran pada sambungan usus besar meningkat sehingga harus tahu bahaya usus bocor, tetapi radiasi atau sinar baik untuk digunakan karena berfungsi mematikan sel kanker sehingga kanker mengecil. Stoma juga dipakai oleh pasien yang memiliki kanker terletak di bawah dekat anus.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan