Sponsors Link

7 Pencegahan Dispepsia Pada Anak yang Mudah Untuk Dilakukan

Sponsors Link

Dispepsia ialah sebuah penyakit yang terasa nyeri atau tidak nyaman pada bagian perut atas atau dada dan biasanya dirasakan seperti gas yang menumpuk banyak dan terasa panas pada bagian tersebut. Biasanya dispepsia dikenal di kalangan masyarakat sebagai maag dan penyakit ini juga dapat menyerang pada segala umur tanpa memandang jenis kelamin sebab gejala dari dispepsia ini memilki gejala yang sama dengan maag, tetapi sebenarnya tanda awal dispepsia ditandai dengan adanya permasalahan pada saluran pencernaan. Berdasarkan sebuah penelitian bahwa setiap orang pasti pernah mengalami dispepsia sadara atau tidak sadar.

ads

Dispepsia juga dapat menyebabkan perasaan tidak enak pada perut yang menetapyang bahkan bisa terjadi berulang-ulang dan juga disertai dengan rasa penuh ketika makan, cepat merasa kenyang, bersendawa, perut menjadi kembung, muntah dan hal ini juga menyebabkan nafsu makan menurun. Dispepsia yang terjadi pada anak dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu dispepsia organik yang terjadi akibat adanya luka pada bagian lambung atau sama juga dengan gangguan pada saluran pencernaan dan dispepsia fungsional yang belum diketahui penyebab terjadinya penyakit mengenai ini. (Baca juga: Tanda-tanda asam lambung naik yang sering muncul)

Cara Terhindar Dari Penyakit Dispepsia

Ketika penyakit dispepsia kambuh maka disarakan untuk makan makanan seperti bubur, wortel, brokoli, kentang, kubis, sereal, biji-bijian dan madu. Walau jenis makanan ini kurang diminati oleh anak-anak tetapi dapat diatasi dengan mengolah makanan ini sesuai selera si kecil dan jika perlu dibuat seperti snack untuk si kecil. (Baca juga: Khasiat pisang untuk asam lambung yang belum banyak diketahui)

Sikap pada si kecil juga perlu dibimbing seperti mengunyah makanan sampai lembut, tidak melewatkan sarapan pagi, selalu berpikir positif, mengatur pola makan si anak yang sehat dan teratur, tidak membiarkannya makan sembarangan, dan berikan si kecil banyak minum air putih. Hal-hal yang perlu dihindari pada saat sakit yaitu makan secara tergesa-gesa, tidak mencuci tangan pada saat mau makan, emosi dan gampang cemas. Perhatian yang khusus pada anak sangat diperlukan untuk mengobati si kecil dari sakit dispepsia. Jika perlu si kecil dibawa ke dokter untuk melakukan kontrol kesehatan dan mendapat saran yang tepat setelah mengetahui bagaimana kondisi si kecil. Untuk obat juga sangat disarankan untuk mengikuti resep dokter.

Dispepsia yang terjadi pada anak dapat mengganggu aktivitas bermain si kecil dan dalam mengobat dispepsia pada anak juga perlu diperhatikan pola hidup si anak. Ini beberapa cara pencegahan dispepsia pada si anak:

  1. Pakaikan si kecil pakaian yang longgar supaya mencegah terjadinya penekanan pada bagian perut
  2. Hindari si kecil merasakan stress
  3. Hindari mengonsumsi banyak obat yang mengandung antiiflamasi karena obat jenis ini dapat mengganggu lambung
  4. Berikan anak makan dengan porsi yang sedikit tetapi frekuensi makan yang cukup atau memberikan porsi makan yang benar pada si anak, supaya si kecil tidak makan secara berlebihan. (Baca juga: Akibat kelebihan serat bagi tubuh)
  5. Jika setelah makan jangan biarkan si kecil langsung tidur, biarkan makanan dicerna dalam perut sekitar 2-3 jam dan jangan melakukan aktivitas yang dapat mengguncangkan isi perut si kecil
  6. Jangan biarkan si kecil makan terlalu larut malam karena pada waktu malam biasanya sudah jam tidur dan bila dibiarkan akan membuat penumpukan makanan di dalam perut
  7. Hindari si kecil mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein seperti teh, cokelat, alkohol, dan kopi. Anak dapat mengonsumsi teh dan cokelat tetapi tidak secara berlebihan

Jika telah mengetahui  pencegahan dispepsia maka perlu juga mengetahui mengenai penyebab dispepsia yang dapat muncul pada anak seperti:

  1. Rasa cemas dan depresi
  2. Menelan udara
  3. Terjadinya kelaianan gerakan usus
  4. Peradangan Kandung Empedu
  5. Intoleransi Laktosa
  6. Iritasi lambung
Sponsors Link

Untuk pengobatan dispepsia biasanya tergantung pada penyebab dari dispepsia, biasanya penggunaan obat merupakan pengobatan yang paling umum untuk menyembuhkan dispepsia. Jika terjadi pada ulkus lambung, maka hal itu dapat disembuhkan dengan meminum obat maag untuk penurun asam lambung seperti antasisa, ranitidin, lansiprazole dan omeprazole. Bila terjadi infeksi pada lambung maka yang diperlukan yaitu antibiotik yang bermanfaat untuk membunuh bakteri penyebab dispepsia.

Obat-obat untuk sakit dispepsia tentu memilki efek samping, akan tetapi efek samping yang diberikan merupakan efek samping ringan. Untuk beberapa obat juga dapat menyebabkan tinja jadi berwarna hitam, sakit kepala, mual dan diare. Gunakanla obat untuk penyakit dispepsia yang sesuai anjuran dokter dan bila diberikan obat antibiotik alangkah baiknya jika dimakan sampai habis walaupun si anak sudah mulai merasa yang lebih baik. (Baca juga: Ciri-ciri anak kurang gizi dan cara memperbaikinya)

Perlunya pencegahan dispepsia pada anak sejak dini supaya penyakit ini tidak mengganggu aktivitasi si kecil jika perlu untuk selalu cek kesehatan si anak ke puskesmas terdekat. Perhatikan juga pola hidup beserta si anak sehari-hari dan berikan perhatian lebih pada perkembangannya. Selalu ingatkan si kecil untuk mencuci tangan dan tidak makan sembarangan selama di sekolah untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. (Baca juga: Makanan penyebab perut kembung)

Sponsors Link
, , ,