Sponsors Link

9 Penanganan Diare Secara Medis dan Tradisional yang Aman Dikonsumsi

Sponsors Link

Diare adalah infeksi atau peradangan serius yang terjadi pada peritoneum atau lapisan endothelial pada dinding perut bagian dalam (rongga perut). Sejumlah hal dapat menyebabkan Diare terjadi, tetapi Diare pada umumnya terjadi akibat dari infeksi bakteri, virus, atau jamur yang dapat masuk melalui kebocoran atau lubang pada sistem pencernaan, seperti usus. Penyakit ini lebih mudah menyerang orang yang memiliki sistem imun tubuh yang lemah. Berikut ini adalah beberapa gejala Diare:

ads
  • Perut sakit seperti kram, rasa sakit terutama akan menguat dengan sentuhan atau gerakan
  • Perut kembung badan terasa lemas
  • Mual
  • Muntah
  • Diare atau sembelit
  • Air urin lebih sedikit
  • Nafsu makan hilang
  • Rasa haus yang berlebihan
  • Demam
  • Tekanan darah rendah
  • Nafas pendek, apabila Diare telah menjalar pada paru
  • Bengkak pada kaki

Apakah Diare merupakan penyakit yang mematikan? Ya, bisa saja apabila tidak ditangani dengan segera. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk menangani Diare. Cara tersebut terbagi ke dalam dua jenis, yakni penanganan peritonitis secara medis dan penanganan Diare secara tradisional. Di bawah ini adalah penjelasan lebih lengkapnya.

Penanganan Diare Secara Medis

Penderita lebih baik segera dilarikan ke rumah sakit karena Diare merupakan penyakit yang cukup serius. Tenaga ahli di rumah sakit akan memberikan penangan secara medis kepada pasien Diare, yang terdiri dari:

1. Obat-Obatan

Obat antibiotik dan anti jamur biasanya akan diberikan kepada pasien Diare selama 10 sampai 14 hari. Terkadang dokter juga akan memberikan obat penghilang rasa sakit untuk meredakan gejala rasa sakit dan rasa tak nyaman. Tentunya pemberian dosis obat-obatan tersebut berdasarkan kondisi tubuh pasien dan tingkat keparahan Diare yang diderita.

2. Operasi

Operasi akan dilakukan apabila terdapat kerusakan parah atau terjadinya abses pada area peritoneum. Operasi Diare juga terutama akan dilakukan apabila penyebab penyakit Diare adalah usus buntu, lambung bocor, atau usus bocor. Operasi ini sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi pada organ tubuh terdekat.

3. Selang Makanan

Pasien Diare pada umumnya mengalami kesulitan dalam mencerna makanan. Oleh sebab itu, penggunaan selang makanan akan dilakukan untuk membantu menyalurkan makanan ke dalam tubuh. Apabila pasien tidak dapat menerima selang makanan karena alasan tertentu, nutrisi makanan biasanya diberikan melalui infus.

4. Diuretik

Obat-obatan diuretik mungkin digunakan untuk mengurangi retensi cairan dengan cara membantu ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak urin. Cairan IV, oksigen, analgesik dan elektrolit mungkin juga dibutuhkan dalam mengurangi retensi cairan.

5. Selang Nasogastric

Selang ini akan dimasukkan melalui hidung dalam rangka membantu mengeluarkan sekresi gas yang bisa saja terakumulasi di dalam saluran cerna akibat dari Diare yang dapat menjadi penyebab perut kembung.

Sponsors Link

Penanganan Diare Secara Tradisional

Cara-cara tradisional di bawah ini dapat dilakukan untuk membantu proses penyembuhan penyakit Diare dan sebagai obat tradisional peritonitis.

1. Perbanyak Istirahat

Istirahat sangat dibutuhkan sebagai rangkaian dari proses pemulihan tubuh ketika atau setelah mengalami Diare. Dokter juga biasanya akan menganjurkan pasien Diare untuk beristirahat di tempat tidur selama beberapa hari setelah diagnosis dilakukan. Ketika merasa baikan, penderita Diare setidaknya harus tidur selama 8 sampai 9 jam di malam hari dan meluangkan beberapa waktu untuk istirahat di siang hari. Apabila mengalami kaki bengkak, mengangkat kaki yang bengkak setiap saat berbaring dan beristirahat sangat dianjurkan.

Sebaiknya hindari aktivitas fisik berat selama beberapa minggu setelah dilakukannya penanganan medis Diare. Hanya lakukan olah raga ringan, seperti berjalan santai, sampai Diare benar-benar sembuh, atau sampai dokter memperbolehkan melakukan olah raga yang lebih berat. Melakukan aktivitas yang dapat menenangkan badan dan pikiran juga dapat dilakukan sebagai upaya mencegah atau meredakan stress yang dapat terjadi.

2. Konsumsi makanan Mengandung Antioksidan

ads

Mengonsumsi makanan yang kaya akan oksidan dapat membantu dalam proses penyembuhan Diare. Makanan yang mengandung antioksidan dapat membantu tubuh dalam melawan bakteri penyebab Diare. Selain itu, antioksidan juga dapat membantu sistem imun dalam melawan radikal bebas di dalam tubuh. Sebgaian besar sayuran dan buah-buahan mengandung antioksidan, sehingga mengonsumsi berbagai macam sayuran dan buah sangat dianjurkan. Berikut adalah contoh makanan kaya akan antioksidan:

  • Buah Beri (stroberi, blueberry, raspberry, dsb)
  • Wortel
  • Tomat
  • Asparagus
  • Teh hijau
  • Brokoli

3. Kurangi Asupan Cairan Tubuh

Mengonsumsi terlalu banyak cairan akan memperparah perut bengkak, edema, dan distensi. Setelah pasien didiagnosis mengidap Diare, lebih baik segera mengurangi asupan cairan yag dikonsumsi. Namun, tetaplah minum air putih 6 sampai 8 gelas per hari agar terhindar dari dehidrasi. Apabila pasien mengalami retensi cairan, atau merasakan pusing beserta gejala dehidrasi lainnya, alangkah baiknya untuk segera menghubungi dokter. Mengurangi asupan cairan tubuh biasanya akan menyebabkan efek tertentu, seperti mulut kering. Jika itu terjadi, cobalah menanganinya dengan berkumur atau menggunakan lip balm.

4. Hindari Makanan Mengandung Garam Tinggi

Garam atau sodium dapat membuat retensi cairan semakin parah. Beberapa makanan yang kaya akan kandungan garam di antaranya:

  • Makanan dalam kemasan
  • Makanan siap saji
  • Makanan yang digoreng
  • Makanan beku atau makanan kalengan
  • Sup
  • Makanan olahan

Asupan garam setiap pasien Diare per harinya dapat berbeda. Biasanya pasien hanya membutuhkan sekitar 2000 miligram garam per harinya. Tanyakan kepada dokter perihal berapa banyak takaran garam maksimal yang dapat dikonsumsi oleh pasien Diare dalam sehari.

Itu tadi beberapa cara pengobatan Diare secara medis dan secara tradisional. Penanganan diare lain selain yang disebutkan di atas bisa saja dilakukan oleh dokter kepada beberapa pasien tertentu.

Sponsors Link
, , ,