Sponsors Link

Obstruksi Usus – Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Sponsors Link

Obstruksi usus adalah salah penyebab usus buntu yang dapat menjadikan usus kita menjadi pecah, dengan isi-isinya keluar menuju rongga perut. Gangguan penyumbatan yang terjadi merupakan gangguan jenis mekanik, yang dengan sederhana dapat digambarkan sebagai pem-‘blok’-an saluran usus sehingga alur pada sistem pencernaan menjadi terganggu dan terhambat saat melewati organ usus.

ads

Penyumbatan di usus, atau biasa disebut penyakit Ileus ini, ada 2 jenis yaitu berupa penyumbatan pada seluruh bagian usus, maupun hanya ‘parsial’ di bagian tertentu sepanjang usus besar dan usus kecil. Penyumbatan akan menyebabkan terhentinya makanan yang telah melewati organ lambung dan telah bercampur dengan asam lambung beserta gas-gasnya. Pada daerah penyumbatan lambat laun akan terlihat dengan menonjolnya bagian tersebut dan terlihat dari luar tubuh pasien, dan tanda-tanda lainnya.

Gejala Obstruksi Usus

Sebelum obstruksi usus berkembang menjadi status darurat, tanda-tanda kecil yang diberikan oleh tubuh wajib kita curigai dan direspon dengan cepat tanggap, sehingga kemungkinan penyembuhan dan penanganan bisa dilakukan lebih efektif. Berikut adalah gejala yang mungkin akan timbul disaat Anda terkena gangguan obstruksi usus :

  • Nyeri dan kram perut
  • Konstipasi, akan terasa sulit untuk buang air besar dan frekuensinya berkurang drastis dalam range 1-3 kali dalam seminggu
  • Sulit buang angin
  • Perut bengkak (distensi), merupakan indikasi adanya gas maupun cairan yang terjebak dalam segmen tertentu di dalam perut dan menggembung melebihi ukuran biasanya. Hal ini merupakan tanda adanya gangguan fungsi anggota dalam tubuh
  • Muntah-muntah
  • Hilang nafsu makan

Gejala-gejala yang disebutkan di atas hanya merupakan sebagian kecil gejala yang berpotensi timbul jika Anda memiliki gangguan usus, termasuk gejala radang usus besar. Disarankan untuk menemui dokter dan mendapatkan perlakuan diagnosis lanjutan. Dokter biasanya akan menjadwalkan Anda cek darah, X-Ray, maupun CT Scan untuk mengetahui penyebab pasti obstruksi usus. Diagnosis lain berupa Kolonoskopi akan dilakukan jika diketahui obstruksi terjadi pada saluran usus besar. Diagnosis lain dapat dilakukan dengan memasukkan cairan Barium Enema ke dalam usus besar untuk kemudian di-rontgen untuk mengetahui secara pasti penyebab keluhan pada sistem pencernaan yang Anda rasakan.

Penyebab Obstruksi Usus

Penyakit ini akan menyebabkan penyumbatan daerah usus, yang merupakan penyakit yang dapat menyerang tingkat usia yang luas mulai dari lansia, orang dewasa, hingga anak-anak. Penyebab untuk masing-masing segmen usus kecil dan usus besar pun memiliki pemicu yang berbeda.

Penyebab pemicu gangguan ini dapat bermacam-macam dan berikut adalah beberapa dianataranya :

1. Adhesi

Adhesi biasa juga disebut dengan perlengketan usus. Hal ini rentan terjadi pada pasien yang telah mengalami beberapa operasi pada bagian rongga perut sehingga dinding abdomen menjadi terkontaminasi. Jika hal ini terjadi akan sangat disarankan bagi pasien untuk menjaga ‘diet’ makanannya.

2. Hernia

Hernia dikenal juga dengan istilah ‘turun berok’ atau ‘burut’ merupakan gejala lemahnya otot dinding perut yang menekan kebawah menyebabkan turunnya isi dalam rongga perut.

Sponsors Link

3. Penyakit Radang Usus – Penyakit Crohn

Penyakit Crohn akan menimbulkan beberapa efek seperti diare, sakit perut, berat badan turun, batu ginjal, serta perubahan mata, mulut dan kulit. Penyakit pencernaan ini berpotensi merambah ke penyakit lainnya yang berhubungan seperti obstruksi usus.

4. Volvulus

Usus yang terpelintir merupakan istilah awam untuk fenomena yang satu ini. Dimana segmen usus akan berputar 180 derajat ataupun lebih sehingga menyebabkan penyumbatan cairan dan gas pencernaan.

5. Intususepsi

Intususepsi biasa terjadi pada bagian yang menghubungkan usus kecil dan usus besar, dimana segmen usus akan terlipat ke dalam bagian usus lain.

6. Kanker Usus Besar

Kanker usus besar menyerang bagian paling akhir dari sistem pencernaan manusia yang 90% penderitanya merupakan lansia dengan umur >60 tahun. Namun, masih ada kemungkinan 10% lainnya diderita oleh anggota range usia lain seperti anak-anak, remaja dan orang dewasa.

ads

7. Devertikulitis

Penyakit ini merupakan peradangan atau infeksi yang terjadi pada usus besar, dimana akan terbentuk kantung pada dinding-dinding usus yang sedang meradang.

8. Striktur

Striktur atau penyempitan saluran usus yang menghambat aliran cairan pencernaan di dalam nya.

9. Tumor

Tumor pada usus diawali dengan pertumbuhan sel adenoma yang kemudian membentuk polip, sel yang tumbuh dengan sangat cepat yang lama-kelamaan dapat tumbuh ganas menjadi sel kanker. Penyakit ini merupakan penyakit mematikan kedua di dunia, setelah HIV AIDS.

10. Pengerasan Tinja di Usus Besar

Pengerasan tinja atau biasa dikenal dengan ‘sembelit’ maupun ‘konstipasi’, merupakan kondisi dimana kotoran buangan menjadi sangat keras dan sulit untuk dikeluarkan. Jika sudah dalam tahap konstipasi hebat biasanya disebut dengan ‘obstipasi’ dengan potensi timbulnya kanker usus.

Pengobatan Obat Tradisional Obstruksi Usus

Pengobatan terhadap gangguan obstruksi usus tentunya akan disesuaikan dengan penyebab masing-masing pasien. Jika yang diderita adalah obstruksi parsial atau hanya sebagian usus yang terhambat penyalurannya, dokter atau ahli kesehatan lain mungkin akan menyarankan Anda pilihan untuk mengkonsumsi obat tradisional penyumbatan usus dengan efek samping lebih kecil dibandingkan dengan obat kimia.

Selain meminimalisir efek samping potensial yang mungkin timbul, konsumsi obat tradisional juga dirasa lebih nyaman dan aman bagi sebagian orang sehingga patut untuk dicoba. Berikut adalah beberapa alternatif obat tradisional untuk obstruksi usus :

1. Koloklin Capsule Green World

Kapsul ini terbuat dari beberapa bahan herbal seperti ekstrak lidah buaya, daun lotus, polygonum Multiflorum, dan Semen Cassie dengan masing-masing memiliki efek baik bagi pencernaan khususnya organ usus besar dan usus kecil. Lidah buaya mampu melindungi sistem pencernaan dari polip usus serta radikal bebas dengan kandungan vitamin A, C, dan E nya. Lalu, daun lotus dapat memerangi infeksi yang menjangkit usus kita. Sedangkan Polygonum Multiflorum dapat meregenerasi sel saraf serta sel otak, dan yang terakhir Semen Cassie memiliki fungsi meminimalisir pertumbuhan jamur, bakteri, serta melembabkan saluran usus kita.

2. Q n C Jelly Gamat

Obat herbal satu ini berbentuk cairan gel yang aman dikonsumsi mulai dari anak-anak hingga orang dewasa karena berasal dari bahan natural. Kandungan di dalam nya berupa ekstrak teripang emas, ekstrak buah dan sayur, Air Ro, sweetener steva, dan pengemulsi nabati yang terbukti ampuh menangani penyakit peradangan usus (penyakit Chron). Kandungan-kandungan yang berasal dari alam tersebut dipercaya dapat meregenerasi dan memperbaiki sel-sel yang telah rusak pada organ usus kita dan menjadikannya berangsur membaik. Alternatif lainnya bisa didapatkan dari daun pohon berbuah, termasuk sirsak, dengan berbagai manfaat daun sirsak untuk radang usus.

Namun di saat gangguan obstruksi sudah mencapai tahap serius dan mengkhawatirkan, dokter bisa jadi akan memberikan izin melakukan tindakan penanganan medis dengan pembedahan atau operasi untuk secara efektif menangani gangguan obstruksi usus. Tindakan yang diberikan juga mengacu pada tingkat kedaruratan gejala dan kondisi yang dialami masing-masing pasien. Berikut ini beberapa tindakan penanganan dokter yang biasa dilakukan dalam menangani obstruksi usus:

3. Laparoskopi

Dokter akan melakukan penyayatan kecil sekitar 1-1,5 cm untuk mengakses bagian dalam rongga perut dan panggul. Selanjutnya akan dimasukkan tabung kecil dengan kamera yang akan mempermudah dokter dalam menganalisa keadaan dalam titik tertentu dan mempermudah penanganan selanjutnya. Laparoskopi merupakan prosedur lebih aman dan hanya akan sedikit menimbulkan kemungkinan pendarahan. Tindakan ini dilakukan jika penyumbatan masih dalam taraf penyumbatan kecil.

Sponsors Link

4. Laparotomi

Tindakan pada bagian abdomen pasien ini akan membutuhkan sayatan yang lebih besar dari tindakan Laparoskopi. Dokter akan membuat sayaran yang cukup untuk dapat mengakses dan merasakn langsung organ yang tersumbat dan memastikan apa ada sesuatu yang salah pada bagian tersebut. Penanganan lanjutan akan disesuaikan dengan hasil diagnosis.

5. Kolonoskopi

Tindakan Kolonoskopi dilakukan pada organ usus besar dengan memasukkan beberapa alat. Sayatan akan dilakukan pada bagian rongga perut untuk kemudian dimasukkan selang dengan kamera dengan penerangan yang cukup, beserta alat lain untuk membantu mengembalikan posisi dan menguraikan usus yang terpelintir yang disebut dengan ‘flatus tube‘, berupa selang karet panjang. Kolonoskopi biasa dilakukan pada kasus obstruksi usus akibat usus yang terpelintir.

6. Pemasangan Stent Endoskopik

Stent adalah sebuah logam yang dimasukan ke dalam organ tertentu (dalam kasus ini ke dalam organ usus) untuk mengangga bagian tertentu agar tetap terbuka. Stent yang dimasukkan dalam organ usus akan membuka jalan bagi cairan dan gas-gas pencernaan untuk dapat mengalir kembali secara normal. Tindakan ini akan dilakukan secara Endoskopik dengan bantuan kamera kecil yang dimasukkan lewat selang kecil dari mulut pasien menuju usus. Tindakan pemasangan stent biasa dilakukan untuk pasien kanker usus dan pasien lanjut usia.

7. Kolostomi

Saat obstruksi usus yang Anda alami sudah dalam fase yang parah, dokter akan membuatkan pasien lubang jalan keluar (stoma) bagi kotoran-kotoran dalam perut Anda dan dialirkan keluar menuju kantong plastik. Obstruksi usus merupakan penyakit yang pada akhirnya dapat menyebabkan hilangnya nyawa jika tidak ditangani dengan cepat tanggap dan penanganan yang baik. Oleh karena itu, diperlukan kepekaan pada diri pasien jika merasa ada hal yang janggal terjadi pada tubuh. Sebaiknya segera periksakan ke dokter terdekat. Gejala-gejala yang dituliskan di atas ada baiknya diperhatikan untuk menjadi acuan dan rambu sederhana dalam mengetahui ada tidaknya kemungkinan terkena obstruksi usus.

Setelah bertemu dengan dokter pun, dokter butuh melakukan diagnosis lanjutan untuk mengetahui penyebabnya, sehingga penanganan yang nantinya akan diberikan bisa sesuai dan efektif meringankan dan mengobati obtruksi usus yang sedang dialami. Semoga informasi ini berguna bagi Anda. Dan yang terpenting jaga selalu kesehatan lewat gaya hidup sehat, pola makan yang baik, dan olaharaga teratur agar kita terhindar dari penyakit-penyakit di masa mendatang!

Sponsors Link
, ,