Sponsors Link

6 Pantangan Makanan Untuk Penderita Infeksi Saluran Pencernaan

Sponsors Link

Sistem pencernaan adalah sistem organ yang terdapat di dalam tubuh manusia yang akan menerima makanan lalu mencernanya sebagai sumber energi dan nutrisi bagi tubuh serta mengeluarkan sisa dari proses pencernaan tersebut melalui anus. Secara spesifik sistem pencernaan berfungsi untuk mencerna makanan dan mengubahnya menjadi molekul yang lebih kecil dan spesifik agar tubuh lebih mudah menyerap kandungan dalam makanan tersebut serta mengeluarkan sisa proses pencernaan. Sistem pencernaan secara garis besar terbagi menjadi dua, yakni:

ads
  1. Saluran Pencernaan

Saluran pencernaan merupakan saluran yang diselimuti oleh otot. Saluran pencernaan akan mencerna makanan menjadi bagian yang lebih kecil dan akan diserap oleh tubuh serta akan didistribusikan melalui pembuluh darah. Saluran pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus kecil dan usus besar serta anus. (baca juga: Penyebab Susah Buang Air Besar)

  1. Organ Pendukung Pencernaan

Organ-organ tambahan ini akan membantu proses pencernaan makanan. Organ-organ tersebut antara lain adalah:

Infeksi saluran pencernaan adalah penyakit yang menyerang organ yang terdapat pada sistem pencernaan secara bersamaan. Infeksi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti bakteri dan virus. Makanan untuk penderita infeksi saluran pencernaan yang seringkali menyerang manusia antara lain adalah:

  1. Gastritis

Gastritis adalah peradangan yang terjadi pada lambung. Gastritis disebabkan oleh beragam faktor yang berbeda seperti konsumsi minuman beralkohol, stress, dan konsumsi obat-obatan tertentu. Selain itu dapat disebabkan juga oleh adanya infeksi dari bakteri dan anemia. Gastiritis umumnya bukanlah penyakit yang serius namun apabila tidak mendapat penanganan yang tepat maka akan berisiko untuk terjadinya penyakit yang lebih parah seperti kanker lambung. Penyebab utama gastritis adalah bakteri Helicobacter pylori, bakteri ini banyak ditemukan pada makanan dan minuman yang telah tercemar. Bakteri seperti ini juga dapat ditularkan kepada sesama manusia. Namun faktor usia juga mempengaruhi munculnya penyakit gastritis, dimana semakin tua umur seseorang maka lapisan dinding lambung juga akan semakin menipis. (baca juga: Gejala Radang Lambung dan Usus)

Gastritis umumnya akan menimbulkan gejala seperti rasa nyeri, rasa tidak nyaman pada perut bagian atas, mual, dan muntah. Jika seseorang mengidap gastritis erosif maka gejala yang akan muncul adalah kotoran yang berwarna hitam serta muntah darah. Gastritis ini dapat menyebabkan komplikasi pada penderitanya. Terdapat kemungkinan bahwa gastritis kronis akan menyebabkan penyakit kanker lambung apabila pengikisan pada dinding lambung terjadi secara terus menerus dan terdapat perubahan sel lambung. Perawatan medis pada penderita gastritis tidaklah cukup untuk mencegah penyakit ini muncul kembali. Penyembuhan harus dibarengi dengan langkah pencegahan, perubahan pola hidup serta menjaga kebersihan akan meminimalisir munculnya penyakit gastritis. (baca juga: Gejala Asam Lambung Kronis)

  1. Diare

Diare adalah buang air besar dengan konsistensi cair yang terjadi sebanyak 3 kali atau lebih dalam kurun waktu selama 24 jam. Diare merupakan salah satu penyakit penyebab kematian terbesar ketiga setelah Pneumonia dan TBC. Dari sekian banyak kematian tersebut sekitar 16,7 % adalah anak-anak usia balita. Penderita diare akan terus menerus kehilangan cairan dalam tubuhnya, hal ini akan sangat berbahaya apabila penderita tidak segera mendapat penanganan yang tepat. Oleh sebab itu penyakit diare tidak bisa dianggap enteng, karena akan menimbulkan beberapa efek sebagai berikut:

Sponsors Link

  • Umumnya penderita diare akan mengalami sakit perut disertai buang air besar dengan tinja yang tidak begitu encer. (baca juga: Dampak Kelebihan Karbohidrat)
  • Pada kasus diare yang sudah akut penderita juga kemungkinan akan mengalami kram perut yang hebat disertai dengan demam.
  • Gejala yang ringan biasanya akan terjadi selama beberapa jam hingga beberapa hari. Jika gejala berkepanjangan maka tubuh akan mengalami dehidrasi.
  • Dehidrasi terjadi karena tubuh terlalu banyak kehilangan cairan elektrolit. Cairan elektrolit yang hilang harus segera diganti oleh tubuh karena tanpa cairan tersebut tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. (baca juga: Obat Tradisional Asam Lambung Naik)

Penyebab utama diare adalah infeksi, infeksi disebabkan oleh bakteri, virus maupun parasit. Sumber penyebabnya adalah melalui air yang telah terkontaminasi dengan tinja atau kotoran. Oleh sebab itu penyakit ini akrab dijumpai pada lingkungan yang memiliki sanitasi yang buruk. Selain itu diare juga dapat disebabkan oleh malnutrisi serta penularan langsung dari manusia ke manusia. (baca juga: Akibat Kelebihan Protein)

  1. Apendisitis
ads

Apendisitis merupakan suatu penyakit yang terjadi pada sistem pencernaan manusia yang disebabkan adanya peradangan dan juga infeksi di umbai cacing. Umbai cacing sendiri adalah bagian ujung buntu tabung yang menyambung dengan usus buntu. Penyakit usus buntu umumnya diderita oleh mereka yang berada pada usia produktif yakni kisaran umur 10-30 tahun. Peradangan pada usus buntu ini rentan untuk pecah dan harus segera diberi pertolongan medis segera. Satu-satunya cara untuk mengatasi usus buntu yang telah mengalami peradangan adalah dengan melakukan tindakan operasi pengangkatan usus buntu. Akan tetapi apabila peradangan usus buntu ini dibiarkan terlalu lama maka akan dibutuhkan penanganan medis terlebih dahulu sebelum dilakukan operasi pengangkatan, sebagai berikut:

  • Apendisitis terjadi karena adanya penyumbatan pada saluran usus buntu yang disebabkan oleh adanya penumpukan sisa makanan pada rongga usus yang lama kelamaan akan memenuhi bagian dari usus. (baca juga: Gejala Maag Kambuh)
  • Selain itu dapat juga disebabkan oleh adanya infeksi virus. Sebagai contoh adalah virus gastroentritis, gastroentritis adalah peradangan pada saluran pencernaan meliputi lambung dan juga usus.
  • Ada beberapa virus yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit gastroentritis yakni rotavirus, norovirus, dan campylobacter. Ketiga virus tersebut adalah yang paling umum ditemukan pada penderita gastroentritis.
  • Sebenarnya penyakit ini dapat ditangani dengan hidrasi yang cukup. Untuk kasus ringan dapat dilakukan dengan pemberian larutan hidrasi oral. Untuk kasus yang lebih berat diperlukan pemberian cairan infus sebagai pengganti cairan dalam tubuh. (baca juga: Cara Mengatasi Keracunan Makanan)

Selain tiga penyakit infeksi pencernaan di atas masih ada beberapa lagi penyakt yang terjadi pada sistem pencernaan manusia seperti disentri, tukak lambung, wasir, konstipasi, sariawan dan lain-lain. Penyakit-penyakit sistem pencernaan selain disebabkan oleh adanya infeksi juga dapat disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi sehari-hari sebagaimana diketahui bahwa sistem pencernaan sendiri sangat erat kaitannya dengan makanan yang dikonsumsi oleh manusia. Untuk dapat menjaga saluran pencernaan tetap sehat dan terhindar dari makanan untuk makanan untuk penderita infeksi saluran pencernaan, ada beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi agar kesehatan saluran pencernaan selalu terjaga dengan baik. Makanan tersebut antara lain:

  1. Makanan Beraroma Tajam

Hindarilah megkonsumsi makanan beraroma tajam seperti durian, nangka, petai dan jengkol. Makanan yang beraroma tajam biasanya mengandung gas, gas tersebut apabila menumpuk di dalam lambung maka akan meningkatkan aktifitas dari asam lambung sehingga akan berakibat perut kembung. (baca juga:Penyebab Usus Buntu)

  1. Makanan Pedas

Makanan pedas akan menyebabkan rasa panas pada pencernaan terutama pada organ usus. Apabila mengkonsumsi makanan pedas maka usus akan terasa perih. Makanan pedas ini akan memperparah infeksi pada usus buntu. (baca juga: Akibat Kelebihan Protein)

  1. Daging-dagingan

Konsumsilah daging secukupnya dan jangan berlebihan. Daging merupakan sumber protein yang membutuhkan waktu yang lama untuk dapat dicerna. Makanan yang sulit untuk dicerna berpotensi untuk menumpuk pada saluran pencernaan sehingga akan menyebabkan tersumbatnya saluran pencernaan. (baca juga: Tanda-Tanda Keracunan Makanan)

  1. Minuman Berkarbonasi
Sponsors Link

Minuman berkarbonasi mengandung banyak gas di dalamnya. Gas yang masuk ke dalam tubuh akan mennyebabkan lambung terasa penuh serta akan menyebabkan perut kembung. Selain itu soda yang terdapat di dalam minuman tersebut juga akan memberikan efek buruk bagi lambung. Soda yang dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama akan mengikis lapisan yang terdapat pada dinding lambung. (baca juga: Makanan Pembersih Usus Kotor)

  1. Minuman Beralkohol

Minuman yang mengandung alkohol tidak memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh malah sebaliknya minuman beralkohol hanya akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Alangkah bijaknya bagi setiap orang agar tidak mengkonsumsi minuman ini karena tidak adanya manfaat baik bagi tubuh manusia. (baca juga: Cara Mengatasi Keracunan Makanan)

Artikel Lainnya:

  1. Goreng-gorengan

Makanan yang digoreng mengandung banyak sekali minyak yang merupakan lemak jenuh. Terlalu banyak minyak tidak baik bagi kesehatan tubuh terutama pada saluran pencernaan. Minyak tersebut dapat menyebabkan terjadinya peradangan serta munculnya amandel. Terlebih apabila gorengan tersebut dibeli dari pedagang-pedagang di pinggir jalan. Kebersihan makanan tidak terjamin, kemungkinan makanan tersebut telah terjangkit oleh kuman dan bakteri sangatlah besar dan dapat menimbulkan dampak negatif bagi saluran pencernaan manusia. (baca juga: Obat Usus Buntu Tanpa Operasi)

Demikianlah penjelasan dari infeksi yang terjadi pada saluran pencernaan manusia serta makanan apa saja yang sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi guna menjaga sistem pencernaan tetap terjaga dan sehat. Penting bagi setiap orang untuk mulai memperhatikan kesehatan saluran pencernaannya karena ini adalah bagian penting dalam tubuh yang selalu menjaga tubuh agar tetap terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Saluran pencernaan yang baik akan mengoptimalkan penyerapan nutrisi oleh tubuh sehingga seseorang akan selalu sehat karena kebutuhan nutrisinya selalu terjaga dengan baik.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Makanan dan Minuman