Sponsors Link

7 Makanan Penyebab Cacing Kremi Wajib di Ketahui

Sponsors Link

Umumnya, penyakit cacingan disebabkan oleh larva telur cacing yang masuk ke dalam tubuh kita, hingga berkembang biak di dalam tubuh. Jenis cacing yang berkembang biak tersebut, salah satunya adalah cacing kremi. Cacing kremi adalah jenis cacing parasit berukuran kecil yang berkembang biak di dalam usus besar. Parasit yang memiliki nama latin Enterobius vermicularis ini memiliki ciri fisik warna putih dan tampak seperti sehelai benang berwarna putih. Orang yang terjangkiti cacing kremi biasanya bisa dilihat dari sekitar lubang anusnya serta feses dari orang tersebut.

ads

Seseorang yang terinfeksi cacing kremi, sebenarnya tidak mengalami masalah kesehatan yang serius. Namun, cacing ini lama kelamaan akan menuju area anal dan menuju vagina. Setelah itu, cacing bisa bergerak menuju uterus, tuba falopi serta organ pinggul kita. Bahayanya, penderita akan terjangkiti cara penularan cacingan penyakit komplikasi seperti peradangan lapisan dinding dalam uterus, serta peradangan vagina (vaginitis).

Gejala Cacing Kremi

Seseorang yang menderita cacingan dan disebabkan oleh cacing kremi, biasanya tidak merasakan gejala apapun. Tapi sebagian besar malah merasakan gejala gatal di bagian tertentu, yaitu sekitar anus dan vaginanya, khususnya di saat malam hari. Penyebab gatal tersebut adalah jenis-jenis keracunan makanan aktivitas cacing kremi yang sedang menaruh telur-telurnya.

Cacing kremi yang berhasil masuk dan berkembang biak dalam organ usus , sehingga bisa menimbulkan infeksi yang cukup mengganggu sistem pencernaan kita. Selain itu,  dapat memunculkan beberapa gejala yang ditimbulkan oleh cacing parasit tersebut yang tentunya membuat kita kurang nyaman. Berikut beberapa gejalanya :

  • Hilangnya nafsu makan
  • Buang air kecil sering
  • Kesulitan tidur atau bahkan tetap tidur (insomnia)
  • Berat badanya berkurang
  • Terjadi infeksi sekitar anus
  • Sakit perut dan mual

Penyebab Cacing Kremi

Umumnya, cacing kremi akan menjangkiti manusia, jika ia secara tidak sengaja menelan telur dari cacing kremi tersebut. telur cacing kremi tersebut biasanya tertelan dari hirupan terlebih dulu. Setelah masuk ke dalam tubuh, cacing kremi yang betina akan berkembang biak dan cara mencegah keracunan makanan meletakan ribuan telurnya di sekitar area anus dan vagina.

Saat proses peletakan telur cacing tersebut, cacing kremi betina sembari mengeluarkan lendir, yang menyebabkan seseorang merasa gatal. Rasa gatal tersebut membuat penderitanya ingin menggaruk dan mengelap sekitar anus dan vagina. Lebih bahayanya lagi, ketika menggaruk telur cacingnya bisa menempel oada bawah kuku orang tersebut.

Di dalam tubuh manusia, telur-telur cacing tersebut mampu bertahan hidup kurang lebih selama 2 minggu, setelah itu telur tersebut akan pindah ke benda yang menyentuhnya. Benda-benda tersebut seperti :

  • Sarung bantal dan sprei
  • Mainan anak
  • Handuk
  • Peralatan dapur
  • Sikat gigi
  • Perabotan rumah
  • Permukaan dapur atau bagian kamar mandi

Selain dapat menular karena debu yang menerbangkan larva telur cacing kremi, beberapa makanan juga ada  yang rentan membuat kita cacingan. beberapa makanan ini umumnya akan mengandung telur cacing jika pengolahanya kurang baik dan cenderung masih mentah. berikut ulasan mengenai 6 makanan penyebab cacing kremi :

  • Kelapa Parut
Sponsors Link

Masyarakat kita percaya, bahwa salah satu makanan  yang membuat seseorang terkena cacingan, khususnya cacing kremi, adalah mengkonsumsi kelapa parut. Padahal, kelapa parut tidak ada hubunganya dengan cacing kremi. Dengan mengkonsumsi kelapa parut, malah akan membuat obat herbal perut kembung cacing kremi yang bersembunyi menjadi keluar dan mudah untuk dihilangkan.

  • Daging Babi

Daging babi memang sudah diteliti oleh banyak pihak, mengandung cacing yang cukup berbahaya bagi kesehatan manusia, jika mengkonsumsinya. Cacing yang terdapat dalam daging babi, dapat memunculkan gangguan kesehatan seperti penurunan berat badan, kram perut hingga kehilangan nafsu makan.

  • Daging Ikan

Dalam hal ini, daging ikan bisa mengandung cacing kremi, karena penyajian ikan yang mentah. Dalam daging ikan mentah, terdapat cacing kremi berwarna putih fungsi enzim amilase yang jika dikonsumsi secara mentah, seperti dibuat sushi misalnya, cacing tersebut bisa tertelan ke dalam tubuh manusia. Karena hal ini, konsumsi ikan di Indonesia pernah mengalami penurunan. Yang penting masaklah ikan dengan matang.

ads
  • Daging Sapi

Selain daging ikan, kita juga harus waspada dengan daging sapi yang juga dimasak belum matang.  Cacing yang tertinggal dalam daging sapi yang tidak matang, mirip dengan cacing yang terdapat pada daging babi. Sebaiknya, masaklah daging hingga matang sempurna.

  • Sayuran

Kita perlu mengkonsumsi sayuran agar sehat dan mendapatkan banyak vitamin. Namun, sayuran yang diolah dengan kurang bersih dan dimakan begitu saja, bisa jadi di dalamnya terdapat larva telur cacing kremi yang menempel karena debu atau sisa pestisida. Cucilah sayuran dengan benar dan hingga bersih, bila perlu cuci dengan menggunakan sabun khusus untuk sayuran.

  • Makanan Mentah Lainya

Sajian makanan mentah yang biasanya dijadikan bahan kuliner adalah sajian laut. beberapa jenis kerang tiram dan udang, ada yang dikonsumsi  secara mentah. Sebaiknya, hindari mengkonsumsi hewan laut ini secara mentah, terlebih jika Anda kurang yakin dengan tingkat kebersihanya. Jika kurang bersih, bisa jadi larva telur cacing kremi sudah menempel di dagingnya.

  • Air

Cacing dan telur cacing banyak ditemukan di dalam air. Contohnya saja dalam air yang menggenang dalam waktu cukup lama. Cacing tersebut merupakan jentik yang mengawali penyakit berbahaya. Begitu pula jika air tersebut tidak direbus hingga matang, maka akan mengantarkan cacing ke dalam tubuh. Jika di lingkungan Anda terdapat air yang kotor, sebaiknya lakukan penyaringan terlebih dulu, sebelum air dimasak dan diminum.

Penderita Cacing Kremi

Cacing kremi yang hidup di dalam tubuh manusia, umumnya memiliki panjang tubuh sebesar 5 hingga 13 milimeter. Cacing kremi akan menaruh telur-telur cacing, di bagian lipatan kulit sekitar anus, dan terjadi ketika penderitanya sedang tertidur di malam hari. Tidak heran, setelah keesokan harinya, penderita akan mengalami gatal yang cukup mengganggu aktifitasnya, terutama di sekitar area sensitif.

Cacing kremi ini biasanya banyak dialami oleh anak-anak kecil, karena mereka masih aktif bermain dan terkadang lupa untuk membersihkan diri. Namun, seseorang yang makanan penyebab diare memiliki kontak langsung dengan pasien lain yang menderita cacingan dan hidup di lingkungan yang padat penduduk, biasanya cenderung mudah mengidap penyakit cacingan karena cacing kremi ini.

Pengobatan Cacing Kremi

Cacing kremi yang cukup mengganggu aktifitas ini, sudah seharusnya diobati. Cacing kremi tersebut harus dihilangkan agar tidak memunculkan infeksi yang lebih berbahaya bagi kesehatan kita. Dengan mengobati cacing kremi, kita juga akan memutus rantai penularan cacingan makanan pembersih usus kotor ini ke anggota keluarga lainya.

Beberapa obat anti parasit yang disarankan untuk mengatasi penyakit cacing kremi yaitu Albendazol dan Mebendazole, yang bekerja untuk mencegah cacing kremi dan membuatnya mati hanya dalam waktu singkat. Obat-obat ini juga mampu membasmi cacing yang membahayakan kesehatan tubuh. Berikut penjelasanya :

  • Jenis Albendazol

Obat cacing yang sering digunakan oleh sebagian besar orang ini, terbukti ampuh untuk menyembuhkan dan mengatasi cacingan pada anak, karena cacing kremi. Umumnya, dosis yang dianjurkan untuk anak-anak yang berusia diatas 3 tahun dan dewasa adalah sekitar 400 mg setiap satu hari sekali.

  • Jenis Mebendazol
Sponsors Link

Obat cacing selanjutnya adalah Mabendazol yang juga cocok untuk mengobati cacingan. Kandungan Gavox serta vemox di dalamnya, dapat menyembuhkan infeksi akibat cacing kremi yang sudah meradang di bagian usus. Untuk Dosis penggunaanya, anak-anak berusia 2 tahun keatas sebanyak 100 mg dan diberikan satu hari sekali.

  • Pirantel Pamoal

Obat cacing berikutnya adalah pirantel pamoal atau lebih kita kenal dengan Combantrine, terbukti ampuh untuk mengehentikan infeksi yang telah terjadi pada bagian jaringan pencernaan karena serangan cacing kremi pada orang dewasa.

  • Piperazin

Obat cacing yang bernama piperazin ini juga ampuh untuk masalah cacing kremi. Beberapa kandungan zat seperti asearzan, upixon dan combicitrine, dapat menutup jalan cacing kremi yang hendak menuju usus. Tidak hanya itu, obat ini juga dapat membunuh cacing kremi di sekitar area anus.  Dosis yang diberikan untuk anak-anak dibawah usia 2 tahun adalah 0.3 – 0.6/kgbb. Untuk dewasa sebanyak 2.25 gr/ 15 ml dan dikonsumsi satu hari sekali.

Kita juga harus menjaga kebersihan dengan lebih maksimal lagi, karena biasanya larva telur cacing akan muncul di area yang kotor dan penuh debu. Selain itu kita juga melakukan beberapa kegiatan kebersihan yang maksimal seperti :

  • Mencuci pakaian , sprei, handuk dan barang lainya
  • Tidak menggunakan handuk orang lain
  • Selalu membersihkan debu sekitar rumah
  • Menjaga kebersihan kamar mandi dan dapur
  • Memotong kuku agar tetap pendek
  • Rajin Mandi

Penyakit cacingan yang disebabkan oleh cacing kremi, sebaiknya segera kita lakukan pengobatan serta pencegahan agar penyakit tersebut tidak menular. Menjaga kebersihan lingkungan, menjadi hal yang penting untuk mengatasi penyakit cacing kremi. begitu juga dengan mengetahui makanan penyebab cacing kremi diatas, kita akan lebih waspada dalam menyiapkan makanan, khususnya untuk anak-anak.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :