Sponsors Link

Kanker Lambung Stadium 3: Ciri-Ciri, Bahaya, Pengobatannya 

Sponsors Link

Kanker lambung (gastric adenocarcinoma) adalah jenis kanker yang menyerang lambung. Penyakit ini bisa dialami oleh orang-orang segala usia, tetapi sebagian besar penderitanya berusia 55 tahun ke atas. Rasa sakit pada sebagian besar penderita tidak menjadi tanda peringatan dini dari penyakit ini. Untuk lebih mengetahui tentang kanker lambung khususnya kanker lambung stadium 3 sebagai berikut.

ads

Ciri-Ciri Kanker Lambung

Penyakit kanker terjadi akibat pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali. Beberapa hal dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker seperti borok pada lapisan selaput lendir pada lambung yang disebabkan oleh bakteri H.pylori, merokok, kurang olahraga, pola makan yang buruk, dan obesitas. Penyakit kanker berkembang menjadi lebih parah sehingga risikonya meningkat seiring berjalannya waktu. Ciri-ciri atau gejala kanker lambung antara lain mual dan muntah-muntah, mengalami rasa refluks asam lambung di dada dan lambung bagian atas terasa perih (heartburn), kembung, sering bersendawa, kehilangan nafsu makan yang disertai dengan penurunan berat badan drastis, perut terasa mulas atau sakit seperti ditusuk tusuk, dan kesulitan menelan. Beberapa ciri-ciri kanker lambung stadium 3 yang lebih parah adalah muntah darah, anemia, perdarahan di saluran pencernaan, sakit kuning atau kulit menguning, hilang nafsu makan, bahaya feses berwarna hitam atau tinja berdarah, tubuh mudah lelah, dan perut membengkak karena penumpukan cairan.

Kanker lambung yang sering dialami oleh sebagian besar orang adalah adenocarcinoma, yaitu kondisi saat kanker menyerang sel-sel pada lapisan dalam lambung yang memproduksi cairan seperti lendir (mukus). Ada juga beberapa jenis kanker lambung lainnya. Pertama, tumor stroma gastrointestina (GIST), yaitu kanker yang menyerang jaringan ikat atau otot-otot dinding perut. Kedua, limfoma lambung, yaitu kanker yang menyerang jaringan limfatik atau jaringan yang membantu melawan infeksi. Ketiga, carcinoid, yaitu kanker yang menyerang sel-sel penghasil hormon lambung.

Bahaya Kanker Lambung

Ada empat tahapan yang menentukan tingkat keparahan penyakit kanker lambung. Berikut penjelasannya secara lebih lanjut.

  • Stadium 1

Pada kondisi ini, kanker berada di jaringan dalam lambung yang menyebar ke kelenjar getah bening sekitarnya.

  • Stadium 2

Pada tahap ini, kanker tumbuh di lapisan otot dinding lambung yang menyebar semakin banyak ke kelenjar getah bening.

  • Stadium 3

Pada tahap ini, seluruh lapisan lambung sudah digerogoti kanker atau banyak pertumbuhan kanker kecil yang menyebar luas ke kelenjar getah bening. Stadium ini sudah tergolong parah karena bisa menjadi stadium 4 dengan mudah kalau penyebaran atau pertumbuhan kanker semakin pesat. Namun, tak jarang kanker stadium 3 juga bisa menyebabkan kematian.

  • Stadium 4

Pada fase ini, penyebaran kanker lambung semakin parah dan mencapai organ tubuh yang jauh. Stadium ini akan menyebabkan kematian.

Hanya dokter yang bisa mengetahui tingkat keparahan kanker lambung melalui diagnosis. Jika telah diketahui tingkat keparahan kanker, dokter akan bisa memberikan pengobatan yang tepat setidaknya bisa memperlambat perkembangan kanker walaupun tidak menyembuhkan seluruhnya. Dokter biasanya menanyakan gejala-gejala yang dirasakan oleh pasien terlebih dahulu. Kemudian, dokter akan menanyakan kondisi tertentu yang memperbesar risiko terkena kanker lambung atau riwayat keluarga dekat penderita kanker usus besar. Dokter biasanya melakukan pemeriksaan sederhana dengan  mengecek perut pasien untuk melihat adanya pembengkakan sekitar lambung atau tidak. Tahap lanjutan yang dilakukan untuk memastikan penyakit kanker lambung atau tidak antara lain pemeriksaan tinja untuk memeriksa ada darah atau tidak, tes darah di laboratorium, endoskopi yang memiliki efek untuk lambung, x-ray, CT Scan, bedah laparoskopi, dan USG.

Cara Pengobatan Kanker Lambung

Cara pengobatan yang dilakukan pada penderita kanker lambung bergantung pada tingkat keparahan penyakit dan kondisi kesehatan pasien secara umum. Sekitar 20 hingga 30 persen pasien kanker lambung bisa diobati sampai sembuh. Tiga jenis pengobatan untuk kasus kanker usus besar stadium 3 sebagai berikut:

Sponsors Link

  1. Radioterapi

Radioterapi berguna membunuh sel-sel kanker dengan memakai pancaran/radiasi energi yang diterapkan pada kasus kanker lambung stadium tinggi (3 dan 4) dengan gejala pendarahan. Pengobatan ini dilakukan untuk memperkecil ukuran tumor lambung sebelum operasi sehingga lebih mudah diangkat. Namun, radioterapi juga bisa dilakukan setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin masih tersisa dan mencegah kanker tumbuh atau berkembang lagi.

Efek samping dari radioterapi yang harus diperhatikan antara lain iritasi atau muncul kehitaman pada kulit di sekitar area yang diobati, diare, lelah, mual, muntah, dan gangguan pencernaan. Radioterapi harus dilakukan setiap minggu yang terdiri dari lima sesi pengobatan selama lima hari dengan durasi beberapa menit. Batas waktu pengobatan ini tergantung pada tujuan dan tingkat keparahan. Contoh, untuk meredakan gejala pada kasus kanker lambung stadium tinggi biasanya dilakukan hingga dua minggu. Untuk mencegah kanker datang kembali biasanya dilakukan hingga lima minggu.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker melalui pemberian sejumlah obat. Contohnya, obat sitostatika (cytotoxic) yang bisa menghentikan penyebaran sel kanker. Obat-obatan kemoterapi bisa berupa tablet, infus, atau kombinasi keduanya. Untuk penderita kanker lambung, kemoterapi yang dilakukan sebelum operasi untuk menyusutkan tumor. Sedangkan kemoterapi yang dilakukan setelah operasi bertujuan mencegah kanker kambuh tumbuh kembali. Bagi penderita kanker  lambung stadium 3 atau 4 yang tidak bisa dioperasi, kemoterapi bisa menghambat perkembangan kanker dan meredakan gejala yang dirasakan. Waktu pelaksanaan kemoterapi terdiri dari beberapa sesi. Ada yang hanya berlangsung selama tiga minggu atau beberapa bulan dengan pemberian dosis tertentu secara konstan.

Sponsors Link

Efek samping kemoterapi yang mungkin dirasakan oleh penderita kanker lambung stadium 3 antara lain mual, muntah, diare, perubahan kondisi kulit seperti menjadi merah, bengkak, dan rasa geli di telapak tangan atau kaki, badan terasa lelah, anemia, penurunan berat badan, rambut rontok, serta kerusakan saraf. Efek samping akan hilang setelah pengobatan kemoterapi berakhir dan bisa berbeda-beda pada setiap penderita tergantung reaksi pasien terhadap pengobatan, jumlah sesi pengobatan yang dilakukan, dan jenis obat kemoterapi yang diberikan.

  1. Obat-obatan dengan Target Tertentu

Terapi obat-obatan ini bertujuan menghilangkan kelainan-kelainan tertentu di dalam sel kanker. Beberapa contoh obat kanker stadium 3 yang biasa digunakan sebagai berikut.

  • Imatinib, Sunitinib, dan Regorafenib untuk mengobati kanker lambung yang bernama tumor saluran cerna (gastrointestinal stomal tumor).
  • Trastuzumab untuk membunuh sel-sel kanker lambung yang memproduksi terlalu banyak HER2 (human epidermal growth factor receptor 2).
  • Ramucirumab untuk mengobati kanker lambung stadium lanjut yang tidak bereaksi terhadap pengobatan  lain.
  1. Operasi

Gastrektomi parsial atau total dilakukan jika kanker menyebar ke lambung bagian tengah dan atas yang termasuk kanker stadium 3. Dokter akan mengangkat seluruh lambung pasien dan langsung menghubungkan usus halus dengan ujung saluran kerongkongan. Pengangkatan kelenjar getah bening yang diduga telah digerogoti oleh kanker juga akan dilakukan. Prosedur ini juga berguna untuk mencegah kanker kambuh lagi. Kanker juga bisa menyebar lebih luas dari perut sehingga tidak memungkinkan untuk operasi. Jika hal ini terjadi berarti saluran cerna menjadi terhambat, dokter akan menawarkan beberapa pilihan seperti pemasangan selang yang langsung mengarah ke lambung, operasi bypass yang menyambungkan saluran dari lambung ke usus halus, dan gastrektomi parsial atau total untuk menghilangkan sumbatan dan meredakan gejala yang dirasakan.

Pada kasus kanker lambung yang tidak bisa disembuhkan, pengobatan biasanya hanya difokuskan untuk membuat pasien senyaman mungkin dengan mengurangi gejala yang dirasakannya. Jika sudah parah, pasien akan mendapat kemungkinan terburuk, yaitu kematian. Lakukan tips mudah pencegahan kanker lambung.

Sponsors Link
, , , ,