Sponsors Link

Infeksi Usus Besar – Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Sponsors Link

Gejala umum yang sering di tunjukan saat mengalami infeksi pada usus adalah gangguan pada bagian pencernaan. Ada juga gejala klinisnya seperti diare dan juga di sertai mual,muntah-muntah dan juga keluarnya darah pada tinja namun biasanya juga di tambahi dengan demam, sakit perut serta badan yang menggigil.

ads

Ada 2 jenis infeksi pada usus, necrotizing enterocolitis atau NEC dan juga colitis pseudomembran.

1. (NEC) Necrotizing Enterocolitis

Necrotizing Entrecolitis (NEC), merupakan terbentuknya nekrosis atau matinya suatu jaringan pada usus. Kondisi ini pada dasarnya sering terjadi pada bayi yang premature dan juga berbahaya karna dapat mengakibatkan kematian.

Beberapa penyebab yang menyebabkan munculnya jaringan mati tersebut belum dapat di ketahui saat ini. Namun ada beberapa factor yang di duga dapat mengakibatkan risiko bayi mengalami necrotizing entrecolitis (NEC):

  • Terlalu banyak mengkonsumsi susu formula di bandingkan dengan ASI
  • Transfusi pada darah
  • Bayi yang mengalami sakit parah

Disamping dengan diare dan muntah juga, NEC juga dapat ditandai gejala berupa perut seperti kembung, menurunnya nafsu makan, perut membesar , lemas, sesak nafas,  dan juga suhu tubuh menjadi naik.

Gejala Necrotizing Enterocolitis (NEC)

Nah disini kita sudah merangkum tanda-tanda atau gejala paling umum dari serangan Necrotizing Entercolitis, akan tetapi masing-masing anak biasanya akan mengalami gejala yang berbeda-beda. Berikut merupakan gejala Necrotizing Enterocolitis selama satu hingga 2 minggu pertama:

  • Mengalami perut kembung atau Distensi abdomen, sakit perut bagian atas tengah
  • Makanan berada tetap di perut, tidak seperti biasanya yang pindah melali saluran pencernaan
  • Terdapat cairan empedu berwarna hijau di dalam perut
  • Saat BAB atau buang air besar berdarah
  • Mengalami denyut jantung rendah, susah nafas, dan juga lesu

Diagnosis Necrotizing Enterocolitis

NEC didiagnosis menggunakancara memeriksa bayi, apakah si kecil mempunyai gejala-gejala seperti yang sudah kita jelaskan di atas. Rontgen pada bagian perut juga dapat menunjukan tampilan gelembung dalam usus atau juga tanda-tanda lainya seperti udara pada pembuluh darah besar.

Ketika bayi yang mengalami gejala tersebut, maka ada baiknya anda segera membawa nya kedokter atau membawanya ke ahli untuk memberika detail seperti USG atau juga dengan X-ray pada bagian perut,pengambilan sampel tinja juga dapat guna untuk memeriksa keberadaan darah, tes darah, dan juga analisa gas serta kadar elektrolit juga. Apabila positif terkena NEC, maka dokter akan memberikan beberapa metode penanganan awal.

  • Diberhentikanya pemberian makan dengan cara oral
  • Memberikan asupan gizi serta antibiotic melalui infus
  • Dikeluarkanya gas dari usus melali selang yang di masukan di perut
  • Melakukan isolasi
  • Melakukan Pengawasan dan juga monitoring dengan rontgen untuk memantau perkembangan pada penyakit
Sponsors Link

Nah prosedur x-ray pada perut serta tes darah juga di rekomendasikan setiap 6jam sekali. Langkah ini begitu penting sehingga dokter dapat memantau kondisi pasien. baca dan ketahui juga tentang obat tradisional apendistis. Ketika kondisi pasien tidak kunjung membaik atau juga tidak ada perubahan, atau malah tambah parah, biasanya dokter akan menganjur kan operasi:

  • Mengangkat jaringan yang mati pada bagian usus
  • Melubangi dinding pada perut guna untuk mengeluarkan usus kecil atau besar.

Terdapat juga bebrapa komplikasi serius yang mempunyai potensi dialami oleh seseorang yang terkena NEC, seperti sepsis,peritonitis , sindrom usus pendek, dan juga usus yang berlubang.

2. Kolitis Pseudomembran

Kolitis Pseudomembran merupakan salah satu jenis pembengkakan atau juga inflamasi pada usus besar yang parah. Inflamasi ini biasanya disebabkan dari perkembangan pada jumlah bakteri clostridium difficile atau C.diff yang jumlahnya sangat banyak hingga berlebihan. Ketika kondisi normal bakteri clostridium difficile atau C.diff memang sudah ada dalam usus besar manusia, namun akan tetapi jika anda sering mengkonsumsi anti biotik secara berlebih, maka bakteri tersebut dapat berkembang tidak terkendali. Kolitis Pseudomembran juga termasuk dalam golongan penyakit yang dapat menular, dikarenakan bakteri yang berjenis C.diff dapat menyebar dengan melewati spora yang biasanya terkandung dalam tinja. Ada beberapa factor yang dapat memperbesar risiko sese orang terkena penyakit ini :

ads
  • Umur, Penyakit jenis ini lebih rentan di hadapi oleh orang yang sudah dewasa.
  • Penggunaan antibiotic yang berlebih, yang di maksut dengan antibiotic adalah seperti ampicillin, clindamycin dan juga cephasporin.
  • Tertular, Anda dapat tertular penyakit ini semisal anda berkunjung ke panti jompo dan di panti jompo ada seseorang yang terkena penyakit ini, karna penyakit ini lebih banyak dialami oleh orang dewasa.

Apabila juga mengalami diare hingga 5 sampai 10 kali dala satu hari untuk orang dewasa dan juga 3 kali sehari untuk anak-anak, mengalami kram perut, sering merasa ingin buang air, muncul darah pada tinja. Jika anda sudah megalami itu semua, maka dianjurkan segrealah bawa kedokter agar di beri penjelassan lebih lanjut apa gejala yang anda alami, dan juga dokter pasti akan memberikan cara dan langkah untuk meredakan dan menyembuh kan gejala sakit anda. baca dan ketahui juga mengenai tipes disertai batuk.

Gejala Kolitis Pseudomembran

  • Diare yang sering kali berdarah
  • Perut terasa kram
  • Perut terasa nyeri
  •  perut terasa panas dan mual.
  • Perut terasa mual-mual
  • Keluar nanah atau lendir dalam feses anda

Kapan Anda Harus Ke Dokter?

Anda dapat menghubungi dari awal ketika gejala mulai timbul karna menangani sbelum penyakit dating lebih mudah dari pada ketika sudah penyakit dating. Ketika sudah parah akan memberikan tanda-tanda seperti gejala yang berhubungan dengan colitis pseudomembran, dan juga termasuk diare konstan.

Penyebab ?

Kolitis pseudomembran terjadi ketika bakteri berbahaya yang ada di dalam usus anda. Biasanya c.dif akan melepas kan racun yang sangat lah kuat yang dapat mengiritasi organ usus besar anda. Bakteri berbahaya biasanya juga dapat di atasi menggunakan bakteri sehat dalam system pencernaan anda, akan tetapi keseimbangan antara bakteri sehat dengan bakteri berbahaya dapat terganggu dengan adanya antibiotic ataupun obat-obat an lainya.

Penyebab Lainya?

Meskipun pada dasasr nya antibiotic merupakan obat yang paling dekat dengan perkembangan colitis pseudomembran akan tetapi obat lain juga mempunyai kemungkinan menyebabkan gejala atau penyakit ini. Kemoterapi kadang juga sesekali menyebabkan gangguan pada bakteri dalamusus, seperti orang yang sedang menjalani perawatan dikarena kan kanker itu juga akan memicu perkembangan pada bakteri C.diff atau colitis pseudomembran. Hal ini akan berkembang pada orang yang terkena penyakit dan akan mempengaruhi bagian usus besar, seperti colitis ulserativa dan juga penyakit crohn.

Spora c.dif tahan akan terhadap banuyaknya disinfektan umum dan juga dapat di tularkan dari tangan, perawatan kesehatan untuk pasien. Pelaporan terhadap kasus ini telah mengikat pada orang denga beberapa factor dan risiko yang di kenal termasuk juga orang –orang yang tidak mempunyai kontak perawatan kesehatan baru atau menggunakan antibiotic. baca dan ketahui juga mengenai perut sakit bagian atas tengah.

Jenis pemeriksaan yang dijalani oleh pasien pada dasarnya berupa kolonoskopi sigmoidoskopi, dan juga pemeriksaa immnunoassay untuk memeriksa adanya racun atau bakteri C.diff pada sambel tinja anda. Immunoassay merupakan pendeteksian atau pengukuran kadar subtansi yang khusus melalui penggunaan antibody atau juga antigen.

Sponsors Link

Ketika diagnosis pasien positif, dokter akan menyarankan anda langkah-langkah awal untuk menangani:

  • Stop mengkonsumsi antibiotik yang menyebabkan colitis pseudomembran
  • Memberi cairan melalui infus untuk menangani dehidrasi yang di akibatkan diare
  • Mengkonsumsi antibiotic yang lain guna untuk mengendalikan bakteriC.diff, seperti metronidazole, vancomycin, dan serta fidaxomicin
  • Operasi, metode ini hanya di anjurkanketika langkah-langkah lain tidak memberkan hasil yang efektif

Komplikasi Kolitis Pseudomembran

Pada saaat dokter atau ahli sudah mendeteksi colitis pseudomembra, mungkin anda sudah dalam kondisi parah. Jika dalam kondisi ini anda tida dapat berhasil di obat maka akan terjadi komplikasi seperti:

  • Hipokalemia atau tingkat kalium dalam darah yang rendah, dikarenakan hilangnya kalium padaa saat diare
  • Dehidrasi, dapat menyebabkan tekanan darah rendah atau hipotensi
  • Kambuhnya pseudomembran
  • Mengalami gagal ginjal di karenakan dehidrasi berat karena diare
  • Muncul sebuah lubang pada usus anda atau perforasi usus, dapat menyebabkan infeksi pada rongga perut anda
  • Mengalami pembengkakan pada usus besar, jika anda membiarkannya akan membuat anda tidak dapat membuang gas dan feses.

Nah semoga dengan adanya info ini anda dapat melakukan langkah-langkah awal saat anda mengalami gejala atau penyakit infeksi pada usus besar, karena jika tidak di tangani akan membawa gejala atau penyakit yang lebih berbahaya. Penyakit infeksi pada usus besar sendiri juga di bagi menjadi dua Necrotizing Enterocolitis (NEC) dan juga Kolitis Pseudomembran anda harus memperhatikan secara teliti dan cermat gejala nya karna dua penyakit itu berbeda jangan sampai anda salah memberi penanganan.

Ada baiknya saat ada gejala awal anda langsung membawanya kedokter, karena dokter akan memberikan penanganan yang lebih dan memberi anda jawaban penyakit atau gejala apa yang anda alami, setelah itu dokter akan memberikan obat, dan memberikan arahan agar penyakit atau gejala yang anda alami segera sembuh. Ingat jangan tunggu sampai komplikasi karna itu akan menimbulkan penyakit atau gejala yang lebih menyeramkan dan yang tentunya lebih susah untuk di sembuhkan, seperti yang telah kita jelas kan di atas gejala atau penyakit apa saja yang akan datang jika sudah komplikasi. Ketika anda merasa mual saat makan anda dapat membaca penyebab mual setelah makan.

Sponsors Link
, ,