Sponsors Link

3 Gejala Umum Ulkus Peptikum yang Mudah Dikenali

Sponsors Link

Ulkus peptikum (peptic ulcer) atau penyakit yang lebih dikenal dengan nama tukak lambung adalah kondisi dinding lambung yang terluka akibat terkikisnya lapisan dinding lambung. Luka ini juga mungkin muncul di dinding bagian pertama usus kecil (duodenum) dan kerongkongan (esofagus). Tukak lambung bisa memberikan rasa nyeri pada penderitanya di lambung atau malah terjadi perdarahan jika penyakit ini sudah parah. Semua orang pada segala umur mungkin mengalami penyakit ini, tetapi pria usia di atas 60 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita penyakit ini.

ads

Tukak lambung bisa diobati hingga tuntas jika sudah diketahui penyebab utamanya. Dinding lambung selalu dilapisi selaput (mukus) sehingga terlindung dari asam lambung. Penyebab ulkus peptikum lainnya yang bisa menurunkan perlindungan dinding lambung terhadap asam lambung antara lain infeksi bakteri Helicobacter pylori dan penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid. Obat-obatan anti inflamasi non-steroid yang sering digunakan adalah Ibuprofen, Aspirin, atau Diclofenac.

Gejala Ulkus Peptikum

Ciri penyakit tukak lambung bisa diketahui dengan melihat gejala-gejala yang dialami oleh penderita. Berikut pembahasannya secara lebih lanjut.

1.  Rasa Perih di Lambung

gejala utama yang dirasakan jika menderita tukak lambung adalah nyeri atau perih pada perut yang muncul karena adanya iritasi akibat asam lambung yang menyentuh luka pada dinding lambung. Gejala ini biasanya berwujud rasa nyeri yang menyebar ke leher, pusar, hingga punggung dan muncul pada malam hari. Gejala akan terasa makin parah saat perut kosong, tetapi berkurang untuk sementara jika makan atau mengonsumsi obat penurun asam lambung. Apa yang menyebabkan gejala berkurang? Penyebabnya adalah obat penurun asam lambung yang dikonsumsi oleh penderita.

Gejala hanya hilang sementara karena akan kambuh beberapa hari atau minggu kemudian. Gejala-gejala lain yang mungkin dialami adalah nyeri di ulu hati, tidak nafsu makan, mual, jantung berdebar debar karena asam lambung, dan gangguan pencernaan yang bisa menyebabkan diare. Gejala ulkus peptikum bervariasi atau berbeda pada setiap orang tergantung lokasi tempat tinggal dan usia penderita. Anak-anak dan usia lanjut terkadang tidak memiliki gejala yang umum atau tidak bisa memiliki gejala sama sekali. Ulkus diketahui setelah terjadinya komplikasi.

Nyeri utamanya dirasakan saat perut kosong dan biasanya tidak muncul saat pagi setelah bangun tidur, tetapi dirasakan beberapa saat kemudian. Nyeri biasanya dirasakan secara terus menerus, ringan atau agak berat, dan terlokalisasi di tempat tertentu, yaitu tepat di bawah tulang dada. Rasa nyeri sering muncul lebih dari satu kali dalam satu hari selama satu sampai beberapa minggu, kemudian dapat menghilang tanpa pengobatan. Jangan senang terlebih dahulu karena nyeri biasanya kambuh kembali dalam 2 tahun pertama atau kadang setelah beberapa tahun. Penderita umumnya mempunyai pola tertentu sehingga tahu kapan akan kambuh, tetapi biasanya selama mengalami stres.

2.  Gejala Lain yang Mirip Gejala Sakit Maag dan Diare

Gejala ulkus gastrikum sering tidak mempunyai pola yang sama dengan ulkus duodenalis. Makan juga bisa menyebabkan timbulnya nyeri, justru bukan mengurangi nyeri seperti sakit maag. Penyakit ini cenderung menyebabkan pembengkakan jaringan yang menuju ke usus halus sehingga bisa menghalangi lalu lintas makanan yang berasal dari lambung. Gejala yang paling sering muncul adalah sensasi terbakar dari abdominal yang melebar ke dada dengan rentang rasa yang ringan hingga berat sehingga perut sakit seperti ditusuk-tusuk.

Cara mengobati luka lambung dengan madu dan cara lainnya adalah minum susu dan makan atau minum antasid yang bisa mengurangi nyeri, tetapi nyeri akan kembali dirasakan dalam 2-3 jam kemudian. Penderita akan mengalami susah tidur atau tidur tidak nyenyak karena sering terbangun pada jam 1-2 pagi akibat rasa nyeri. Gejala lain yang bisa muncul adalah perubahan pola makan, sering mual dan sakit perut, feses berdarah dan hitam, penurunan berat badan, gagal mencerna makanan, serta muntah dan nyeri dada.

Sponsors Link

3.  Terjadi Komplikasi di Lambung

Komplikasi akan terjadi jika ulkus tidak diobati. Ulkus akan memicu komplikasi lebih berat. Pertama, perforasi lambung adalah adanya lubang yang berkembang di epitel lambung, usus halus yang disebabkan infeksi sehingga tiba-tiba perut terasa nyeri sangat berat dan sakit. Kedua, perdarahan internal ulkus biasanya berasal dari kehilangan darah dan membutuhkan hospitalisasi. Tanda dari perdarahan ini meliputi pusing, nyeri ketika melihat cahaya, dan feses berwarna hitam.

Ketiga, jaringan skar adalah munculnya jaringan menebal setelah injuri sehingga membuat makanan sulit melewati proses pencernaan. Jaringan skar ditandai dengan muntah dan penurunan berat badan. Ulkus peptikum juga bisa menyebabkan komplikasi yang serius lainnya, walaupun jarang terjadi. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah peritonitis (peradangan di lapisan tipis dinding dalam perut), pergerakan makanan dalam sistem pencernaan menjadi terhalang, dan kanker lambung.

Ketiga komplikasi serius tersebut membutuhkan tindakan pembedahan secepatnya terutama jika mengalami gejala antara lain nyeri tajam perut yang muncul tiba-tiba, berkeringat terus dan merasa syok, muntah darah dan feses berdarah, perut keras ketika disentuh, dan nyeri perut yang memburuk saat bergerak. Penderita esofagitis atau ulkus esofagealis biasanya merasa nyeri saat menelan atau berbaring. Penderita tukak lambung biasanya akan cepat merasa kenyang, perutnya terasa kembung dan terbakar atau nyeri pada lambung, dan sering muntah.

ads

Kondisi yang Harus Diperiksa ke Dokter

Pertanyaan yang sering muncul di pikiran penderita ulkus peptikum adalah “Kapan saya harus periksa ke dokter?” Memang penyakit ini tidak boleh dianggap sepele sehingga harus waspada setiap gejala yang timbul sehingga bisa segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat. Seorang penderita harus segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami buang air besar dengan tinja berdarah, muntah mengeluarkan darah, serta sakit perut yang menusuk dan muncul tiba-tiba, bahkan bisa bertambah parah. Gejala-gejala itu menandakan terjadinya pendarahan pada lambung. Tubuh setiap orang berbeda sehingga setiap orang harus mengenali kondisinya sendiri. Jangan sampai terlambat, jika sudah merasakan banyak gejala yang tidak mengenakkan sebaiknya segera ke dokter.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh dokter seperti pemeriksaan darah, tinja, atau uji pernapasan. Dokter juga melakukan diagnosis ulkus peptikum dengan pemeriksaan fisik antara endoskopi atau gastrokopi, radiologi berupa rontgen atau CT scan, dan memastikan keberadaan bakteri penyebab tukak lambung. Setelah diagnosis dilakukan, dokter akan menentukan langkah pengobatan berdasarkan penyebabnya. Pada dasarnya, ulkus peptikum relatif mudah untuk diobati. Dalam banyak kasus, penderita bisa disembuhkan dengan mengonsumsi antibiotik, antasid, dan obat lain yang mengurangi jumlah asam yang diproduksi oleh lambung. Ada juga alternatif pengobatan lain secara mandiri di rumah dengan konsumsi bahan-bahan alami (herbal) yang bisa menghilangkan rasa sakit dengan cepat. Namun, waspadai juga bahaya yang berkaitan dengan ulkus peptikum seperti anemia, pendarahan lambung, dan kanker lambung.

Pengobatan ulkus peptikum harus disertai dengan tidur yang cukup agar usus bisa beristirahat dan minum air mineral yang banyak tanpa makan selama beberapa hari. Tidak makan atau kondisi lapar memang sulit untuk dijalani. Kegiatan ini memberi kesempatan bagi tubuh untuk memulai penyembuhan ulkus tanpa harus teriritasi bahan makanan apapun. Selain itu, ada juga pengobatan yang cukup berat yaitu penempatan tabung nasogastrik yang tipis dan fleksibel melalui hidung menuju ke lambung. Tabung nasogastrik bisa mengurangi tekanan pada lambung dan menyembuhkan penyakit ulkus peptikum. Jika kondisi sudah parah biasanya harus dilakukan endoskopi yang mendesak atau operasi. Kapan hal ini harus dilakukan? Jika pembuluh darah telah rusak dengan pendarahan yang lebih dari biasanya. Endoskopi memiliki alat pemanas kecil di ujung yang berfungsi membakar pembuluh darah.

Setelah menjalani proses pengobatan yang menyeramkan seperti operasi harus dibantu dengan proses penyembuhan secara alami agar terhindar dari gejala yang lebih parah. Kegiatan yang harus dihindari oleh penderita ulkus peptikum antara lain berhenti atau mengurangi konsumsi rokok dan membatasi konsumsi minuman keras juga teh dan kopi. Minuman keseharian seperti teh dan kopi tentu sangat sulit untuk dihindari terutama bagi pecinta kopi. Penderita yang suka konsumsi makanan pedas harus menghindari konsumsi makanan pedas atau berlemak. Penderita harus memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt serta buah, sayuran, dan biji-bijian. Hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengendalikan emosi agar tidak stress dan istirahat yang cukup (tidak boleh begadang).

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar terhindar dari penyakit ulkus peptikum. Cukup sederhana dan mudah untuk dilakukan, yaitu menerapkan gaya hidup sehat antara lain mengurangi atau berhenti merokok secara total, menghindari konsumsi alkohol, istirahat yang cukup, dan kelola stres yang dialami. Penderita harus lebih berhati-hati dalam menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid. Selain itu, penderita juga harus menjaga kebersihan diri agar terhindar dari infeksi bakteri H. pylori yang bisa menyebar melalui kontak langsung dengan pengidap ulkus peptikum atau melalui makanan dan minuman.

Setelah mengetahui gejala dan cara-cara mudah untuk mengobati gejala ulkus peptikum seharusnya membuat para pembaca lebih waspada dengan berbagai risiko dan bahaya yang mungkin terjadi. Sayangi diri sendiri dan jaga kesehatan agar terhindar dari penyakit apapun. Tidak ada orang yang ingin sakit, apalagi menderita penyakit yang serius. Kesehatan itu sangat mahal sehingga harus dijaga dengan baik sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Sang Pencipta. Takdir memang di tangan Tuhan, tetapi manusia sudah sewajarnya menjaga diri dari berbagai kemungkinan buruk yang mungkin terjadi. Selamat hidup sehat!

Sponsors Link
, , , ,