Sponsors Link

8 Gejala Kolitis Pseudomembranosa yang Wajib Anda Waspadai

Sponsors Link

Kolitis Pseudomembranosa merupakan kelainan pada usus besar yang berupa peradangan. Masalah ini bisa terjadi karena disebabkan oleh bakteri yang disebut dengan Clostridium difficile. Bakteri tersebut berada di dalam usus besar dan melukai organ dengan cara toksinnya. Bakteri ini menyebabkan diare dan menyebabkan plak di usus yang kemudian disebut dengan pseudomembranes. Masalah ini dapat muncul pada siapa saja dan dapat diobati dengan antibiotik. Sementara soal antibiotik yang disarankan adalah antibiotik spektrum luas, seperti kuinolon, klindamisin, dan sefalosporin.

ads

Antibitoik ini akna mengurai plak yang terdapat di usus besar dan memusnahkan bakteri penyebab plak tersebut. sampai usus besar memperlihatkan perubahan dan menjadi lebih bersih. Antibiotik akan membersihkan racun yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium difficile yang hidup di usus besar. Anda mungkin ingin tahu apa gejala yang dapat menunjukkan seseorang terserang kolitis pseudomembranosa. Berikut merupakan beebrapa gejala yang dapat diidentifikasi dari Kolitis Pseudomembranosa. Tanda dan gejala kolitis pseudomembran dapat meliputi:

1. Diare

Gejala kolitis pseudomembranosa yang paling umum ialah diare berair. Selama itu dia menjadi lemah dan lebih senang berbaring di tempat tidur. Hal ini bisa terjadi jika kehilangan banyak cairan dalam satu hari penuh. Pengobatan yang mungkin dapat dilakukan pada kondisi ini ialah pemberian antibiotik yang biasanya berupa metronidazole atau vankomisin. Perlu diperhatikan juga ketika makan makanan pencegah sembelit, karena mungkin membawa bakteri penyebab penyakit.

2. Kram perut, nyeri atau nyeri tekan

Serangan bakteri penyebab kolitis pseudomembranosa bisa menyebabkan perut terasa kram dan nyeri. Pada perempuan hal ini mungkin akan terasa seperti ketika sedang haid. Akan tetapi, rasa kram perut dan nyeri ini bisa dibarengi dengan diare sehingga bisa menyebabkan kondisi pasien semakin lemah. Anda tidak bisa memberi sembarang antibiotik untuk langkah pertama pengobatan, seperti misalnya antibiotik untuk kolera yang pasti tidak akan cocok untuk atasi gejala kolitis pseudomembranosa.

3. Demam

Serangan bakteri penyebab kolitis pseudmembranosa membuat gejala kolitis pseudomembranosa umumnya juga diawali dari demam. Ketika seseorang demam, tidak sepenuhnya ini berarti hanya demam biasanya, jika dia mengalami sakit di bagian perut atau sisi lainnya. Demam yang dialami pasien kolitis pseudomembranosa biasanya terjadi karena bakteri menginfeksi tubuh dan menyebabkan sistem kekebalan tubuhnya berusaha untuk mengalahkan serangan tersebut. pada saat itulah, tubuh bereaksi dan menciptakan demam. Anda membutuhkan vitamin untuk membantu penyerapan makanan dan menyerang bakteri penyebab kolitis pseudomembranosa.

4. Mual

Pasien kolitis psedomembranosa akan memperlihatkan kondisi mual parah karena serangan bakteri di usus besarnya membuat bakteri baik harus berhadapan dengan racun. Pada saat itu terjadi peningkatan asam yang membuat perut bereaksi dan menjadi mual. Untuk mengembalikan perut ke kondisi normal anda akan membutuhkan makanan yang mudah dicerna tubuh. upayakan pilih bahan makanan yang masih segar dan sehat supaya tubuh bisa lekas kembali normal.

5. Dehidrasi

Seperti yang sudah diungkapkan, seseorang yang mengalmai Gejala kolitis pseudomembranosa akan memperlihatkan kondisi di mana dia mengalami diare. Kondisi ini juga akan meningkatkan kemungkinan dehidrasi yang dapat dialami oleh pasien. Dehidrasi juga bisa berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Untuk mengatasinya, kami menyarankan anda untuk segera mendapatkan antibiotik yang tepat.

Jika pasien sudah mengonsumis antibiotik tapi masih saja mengalami diare, maka sebaiknya segera hubungi dokter. Antibiotik dapat bekerja pada diare yang relatif ringan, tapi pada kondisi parah, hal ini tidak dapat diatasi dengan mudah hanya dengan antibiotik saja. jauhkan sementara waktu pasien kolitis pseudomembranosa dari makanan fermentasi untuk pencernaan.

Sponsors Link

6. Muncul darah atau nanah di tinja Anda

Racun yang menginfeksi usus besar bisa mengakibatkan masalah yang lebih serius seperti menyebabkan pendarahan dan nanah. Darah dan nanah dapat dilihat muncul di tinja anda. jika keadaan sudah seperti ini, maka ini adalah tanda serius supaya anda segera pergi ke dokter. Jika tidak, dikhawatirkan bisa berakibat menjadi kanker lambung stadium 3.

7. Fungsi Ginjal Memburuk

Pada beberapa kasus, dehidrasi dan diare yang tidak segera diatasi dapat mengakibatkan fungsi ginjal memburuk. Kondisi ini bisa terjadi karena fungsi ginjal yang sebenarnya untuk menyaring racun kehilangan kemampuannya disebabkan karena terlalu banyak racun yang terkumpul di dalam tubuh. ginjal tidak mendapatkan asupan gizi yang dibutuhkannya agar tetap dapat bekerja sesuai dengan fungsinya. Kondisi ini juga bisa memicu kanker usus 12 jari.

8. Perut Menjadi Buncit

Selain menyebabkan gagal ginja, ada kondisi langka di mana gejala kolitis pseudomembranosa ialah bakteri penyebabnya dapat mengeluarkan gas yang menyabbkan perut menjadi buncit. Jika tidak segera diobati, usus besar bisa pecah dan menyebabkan usus besa rmemasuki rongga perut. Jika kondisi ini dibiarkan tubuh pasien bisa semakin parah. Kondisi seperti hanya bisa diatasi dengan melakukan operasi darurat.

Demikian pemaparan tentang gejala kolitis pseudomembranosa yang harus anda ketahui. Supaya anda dapat terhindar dari masalah kritis, jauhkan anda dari kemungkinan buruk ini, sebaiknya anda selalu memilih gaya hidup sehat.

Sponsors Link
, , , ,