Sponsors Link

7 Gejala Divertikulitis yang Wajib Anda Perhatikan dan Waspadai

Sponsors Link

Divertikulitis adalah gangguan yang menyerang sistem pencernaan pada tubuh yang terjadi ketika adanya peradangan atau infeksi pada salah satu atau lebih kantung kecil yang terbentuk di area saluran pencernaan. Kantung tersebut disebut dengan divertikula. Divertikula dapat terbentuk di mana saja di sepanjang jalur pencernaan, di mulai dari kerongkongan, lambung, usus kecil, sampai usus besar. Akan tetapi, di dalam usus besar atau kolonlah divertikula sering muncul.

ads

Divertikulitis lebih sering menyerang orang yang tinggal di bagian Barat dunia, seperti di Eropa dan Amerika, dibanding menyerang orang Asia dan Afrika. Meskipun demikian, orang Asia dan Afrika masih punya risiko untuk terkena penyakit ini meskipun kemungkinannya lebih kecil. Di Indonesia sendiri, terdapat lebih dari 150 ribu kasus divertikulitis per tahunnya.

Awal Terbentuknya Divertikulitis

Seperti yang telah diketahui, penyakit divertikulitis terjadi ketika munculnya divertikula yang terinfeksi atau meradang. Sebenarnya, para ahli belum mengetahui dengan pasti proses bagaimana kantung divertikula ini dapat muncul pada area organ sistem pencernaan. Walaupun demikian, para ahli menduga bahwa terbentuknya kantung divertikula disebabkan oleh adanya tekanan yang sang sangat besar pada bagian dinding usus besar, utamanya pada bagian dinding usus besar yang lebih tipis.

Tekanan pada usus besar ini terlebih lagi dapat meningkat ketika mengejan saat buang air besar, terutama ketika sedang mengalami sembelit atau konstipasi, yang mana kotoran berbentuk lebih keras dari normalnya. Kotoran yang keras tersebut lebih sulit dkeluarkan. Akibatnya, kemungkinan besar orang yang sedang menderita sembelit akan mengejan lebih kuat. Proses mengejan inilah yang meningkatkan tekanan pada usus besar.

Kurang mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi dapat menyebabkan kotoran yang keras. Oleh karena itu, hindarilah makanan penyebab BAB keras , termasuk buah penyebab sembelit. Perbanyaklah makan makanan kaya akan serat, seperti buah pelancar BAB agar membuat kotoran lebih lunak dan mudah dikeluarkan tanpa harus mengejan saat buang air besar untuk menghindari tekanan yang berlebih pada usus besar.

Sebenarnya, kantong divertikula tidaklah berbahaya. Divertikula akan membuat masalah ketika terinfeksi atau meradang. Meradangnya divertikula disinyalir disebabkan oleh makanan yang tidak dicerna secara baik tersumbat dalam divertikula. Ketika divertikula tersumbat, populasi bakteri normal di dalam usus besar akan tidak seimbang yang dapat menyebabkan infeksi.

Gejala Divertikulitis

Sebelum membahas gejala diverkulitis, alangkah baiknya jika kita membahas terlebih dahulu perbedaan antara diverkulitis dan diverkulosis.

  • Diverkulosis

Diverkulosis merupakan suatu keadaan ketika munculnya kantung divertikula pada dinding usus besar. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala dan tidak dibutuhkan tindakan khusus untuk menanganinya. Namun, pada sebagian kecil kasus, diverkulosis menumbulkan gejala tertentu yang mirip dengan ciri-ciri usus luka. Gejala tersebut dinamakan symptomatic uncomplicated diverticular disease (SUDD). Berikut ini adalah gejalanya:

  1. Rasa kembung pada perut
  2. Sering buang angin
  3. Nyeri pada perut terutama ketika bergerak atau setelah makan
  4. Diare atau sembelit
  5. Buang air besar tidak teratur dan berlendir
Sponsors Link

  • Divertikulitis

Divertikulitis merupakan penyakit yang muncul akibat dari kondisi diverkulosis yang terinfeksi atau meradang. Tidak seperti diverkulosis yang umumnya tidak menimbulkan gejala, divertikulitis sering menimbulkan gejala, mulai dari gejala ringan sampai berat yang dapat muncul secara tiba-tiba atau muncul secara pelan selama beberapa hari. Berikut adalah beberapa gejala divertikulitis:

1. Sakit perut

Rasa sakit dan tak nyaman di perut adalah gejala divertikulitis umum yang terjadi. Si penderita biasanya mengalami rasa sakit pada bagian bawah kiri perut. Namun, tidak menutup kemungkinan rasa sakit juga akan terasa pada sisi kanan perut, sebab pada sebagian besar kasus divertikulitis yang terjadi pada orang Asia, para penderita mengeluh rasa sakit pada bagian kanan perut alih-alih pada bagian kiri perut.

2. Perut kembung

ads

Selain merasakan sakit pada perut, si penderita juga akan merasakan perut mereka kembung. Perut kembung ini biasanya akan menyebabkan seringnya buang gas, baik itu melalui mulut atau melalui anus.

3. Demam

Setelah sakit perut, demam biasanya juga melanda si penderita. Tingkat demam dapat bervariasi tiap orang. Ada yang mengalami demam ringan, ada juga yang mengalami demam tinggi.

4. Mual

Selain rasa tak nyaman pada perut dan demam, penderita divertikulitis juga bisa merasakan mual atau perasaan enek. Perasaan mual ini pun terkadang disertai dengan muntah-muntah.

5. Diare atau Sembelit

Karena divertikulitis merupakan penyakit yang terjadi pada organ pencernaan, maka proses pencernaan makanan dapat terganggu. Diare atau sembelit adalah akibat dari terganggunya proses pencernaan.

6. Keinginan buang air kecil meningkat

Frekuensi keinginan untuk buang air kecil bertambah dari biasanya. Namun, tidak semua penderita merasakan gejala ini.

7. Buang air besar berdarah

Ada beberapa penderita yang mengalami gejala berupa buang air besar bercampur darah atau darah keluar melalui rektum, ada juga yang tidak. Sebuah penelitian mengatakan bahwa sekitar 17 persen penderita divertikulitis kronis mengalami gejala buang air besar disertai darah.

Gejala divertikulitis pada setiap penderita dapat berbeda tergantung dari kondisi tubuh dan tingkat keparahan penyakit divertikulitis yang sedang diderita. Meskipun demikian, jika Anda mengalami gejala divertikulitis di atas, lebih baik segera meminta bantuan ahli medis agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Terlebih lagi jika gejala yang Anda rasakan tidak kunjung membaik atau menghilang, atau bahkan gejala yang dirasakan bertambah hebat setelah 24 jam walaupun Anda telah memakan makanan yang harus dihindari oleh penderita diverticulitis. Jika dibiarkan saja, gejala mungkin akan bertambah parah yang akan menimbulkan komplikasi lain seperti abses, penyempitan usus besar (obstruksi usus), infeksi atau peradangan pada rongga perut, fistula, merobeknya divertikula, atau bahkan kematian.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :