Sponsors Link

11 Fungsi dan Peran Kolon Transversum untuk Pencernaan Manusia

Sponsors Link

Usus berbentuk tabung berotot yang memanjang dari ujung bawah perut ke anus. Makanan, minuman, dan zat-zat pencernaan melewati usus yang terdiri dari dua bagian, yaitu usus halus dan usus besar. Artikel ini akan membahas tentang kolon transversum sebagai bagian dari usus besar. Pada mamalia termasuk manusia, kolon terdiri dari kolon menanjak (ascending), kolon melintang (transverse), kolon menurun (descending), kolon sigmoid, dan rektum. Bagian kolon yang dimulai dari usus buntu hingga pertengahan kolon melintang adalah kolon kanan, sedangkan bagian sisanya adalah kolon kiri. Usus besar adalah bagian akhir dari saluran pencernaan yang terhubung dengan usus kecil pada sekum, naik ke perut dan turun ke rektum.

ads

Usus besar adalah bagian dari pencernaan yang menjadi proses lanjutan dari usus halus. Sebagian besar nutrisi makanan diserap oleh usus halus, sedangkan usus besar berfungsi menampung sisa makanan yang tidak diserap oleh usus halus untuk dibuang melalui anus. Terdapat berbagai jenis bakteri baik di dalam usus besar yang mencerna berbagai sisa makanan tersebut dan melawan berbagai bakteri jahat yang ikut melalui makanan. Bahkan, bakteri baik tersebut juga memproduksi vitamin B dan vitamin K yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Bakteri yang berada di usus besar akan menjadi bagian dari feses yang membuat tekstur feses menjadi lebih padat sehingga mudah dikeluarkan melalui anus.

Usus besar terdiri dari 6 bagian yang berbeda, yaitu sekum, kolon transversum, kolon sigmoid, sekum, kolon desendens, rektum. Sesuai dengan namanya, usus besar memiliki ukuran yang lebih lebar dan besar dibandingkan usus kecil. Berikut penjelasan tentang keenam bagian tersebut:

  • Sekum, bagian ini berada di perut sebelah kanan bawah. Sekum adalah struktur usus besar yang berbentuk kantong kecil yang membentuk bagian utama dari usus besar. Sekum akan terhubung ke bagian terakhir dari ileum yang ada di ujung anterior dan usus ascending pada akhir posterior.
  • Kolon Asenden, bagian terpanjang dari usus besar dan dimulai dari usus asenden. Kolon asenden akan berakhir saat usus besar mulai berubah, tidak hanya proses pada hati yang berubah.
  • Kolon transversum, bagian yang menjadi lanjutan dari kolon asenden yang bergerak dari kanan ke kiri di dalam perut. Usus besar transversum melekat pada perut berkat jaringan omentum yang lebih besar. Kemudian, proses akan beralih ke bawah limpa dan berakhir ke dalam kolon denden.
  • Kolon desenden akan berjalan ke bawah dari kolon transversum. Kolon desenden yang berada di kiri perut akan berakhir pada bagian terakhir usus besar yang disebut kolon sigmoid.
  • Kolon Sigmoid berada di sebelah bawah perut, berbentuk S, serta bergabung dengan rektum dan kolon desenden. Bagian dari usus besar ini dilapisi dengan jaringan otot yang kuat dan memberikan kekuatan untuk membuang sampah yang ada di dalam rektum. Fungsi kolon sigmoid ini menunjang fungsi dari struktur usus besar lainnya sehingga tumor kolon sigmoid harus dihindari.
  • Rektum sebagai bagian terakhir dari usus besar ini menjadi tempat penampungan sementara. Bahan limbah yang berbentuk feses akan disimpan sampai pada waktunya selesai disekresikan keluar dari anus. Struktur ini dilapisi oleh mukosa yang tebal dan disertakan oleh pembuluh darah yang banyak.

Fungsi Kolon Transversum

Kolon Transversum adalah bagian kolon (usus besar) yang berhubungan langsung dengan kolon asenden. Kolon ini berada di kanan perut yang menuju bagian kiri perut. Kolon transversum melekat pada bagian perut yang ditunjang oleh jaringan omentum. Sesuai dengan namanya, kolon transversum artinya usus besar yang melintang horizontal dari kanan ke kiri. Berikut ini beberapa fungsi kolon transversum untuk pencernaan.

  1. Fungsi utama kolon tranversum adalah sebagai penyempurna dari proses penyerapan nutrisi dari makanan.
  2. Kolon transversum juga membantu proses pemadatan feses dari sisa-sisa makanan yang dikirim dari usus halus.
  3. Kolon transversum berfungsi sebagai penyerap air yang berasal dari minuman dan makanan yang dikonsumsi oleh manusia. Makanan yang tidak tercerna akan dikirim ke usus besar maksimal selama 24 jam. Proses penyerapan air dan pembentukan limbah yang berupa feses untuk dikeluarkan melalui anus akan dibantu oleh kolon transversum.
  4. Kolon transversum berfungsi sebagai penyerap berbagai jenis vitamin yang dibantu oleh bakteri-bakteri baik yang memecah sisa makanan dari usus halus. Buang angin atau kentut adalah salah satu efek yang ditimbulkan oleh bakteri baik di dalam usus besar saat terjadi proses pemecahan gula.
  5. Kolon transversum berfungsi sebagai pengatur keasaman dan pencegah terjadinya infeksi. Bakteri baik di dalam usus besar akan membuat makanan menjadi asam. Untuk mengurangi keasaman dan menyeimbangkan pH di dalam usus besar, kolon ini akan memudahkan proses produksi alkali yang sehingga usus besar tidak lagi bersifat asam.
  6. Kolon transversum berfungsi sebagai produktor antibodi agar kekebalan tubuh meningkat.
Sponsors Link

Peran Kolon Transversum untuk Pencernaan

Proses yang terjadi dalam usus besar biasanya disebut peristaltik dan membutuhkan waktu sekitar 36 jam untuk setiap prosesnya. Secara garis besar, proses yang terjadi di dalam usus besar adalah cairan dan garam akan disisihkan dari sisa makanan yang sedang berjalan melalui usus besar. Kemudian limbah makanan akan menuju kolon sigmoid dan disimpan sementara di sana hingga waktunya untuk mengeluarkan feses (tinja). Peran kolon transversum sebagai berikut.

  • Bagian yang Menerima Sisa Makanan Dari Usus Halus

Makanan yang sudah masuk ke usus besar akan diproses agar bisa dibuang melalui anus. Beragam jenis bakteri membantu proses pengubahan dan penampungan sementara sisa makanan tersebut. Bakteri baik tidak hanya menghalangi bakteri jahat yang masuk bersama makanan dan menempel di kolon, tetapi juga membantu proses mencerna sisa makanan menjadi feses dengan tekstur lebih padat dan mudah dikeluarkan melalui anus.

ads
  • Bagian yang Menyerap Air

Penyerapan air dilakukan supaya feses lebih padat yang berasal dari sisa makanan. Orang yang kurang minum air putih biasanya akan mengalami konstipasi atau sembelit. Tidak heran kalau dokter dan para ahli kesehatan selalu menghimbau orang-orang untuk minum air putih dalam jumlah yang cukup dalam sehari agar tidak terjadi dehidrasi dan kemungkinan buruk lainnya.

  • Menjadi Tempat Tinggal Bakteri Baik Penghasil Vitamin B dan K

Kolon ini tidak hanya mencerna sisa makanan yang tidak bisa diserap oleh usus halus, bakteri baik di usus besar juga bisa menghasilkan vitamin B serta K. Kedua vitamin itu akan diserap oleh tubuh dan bermanfaat untuk tulang serta daya tahan tubuh. Jika selalu penasaran kenapa manusia bisa buang angin (kentut), jawabannya adalah karena ada bakteri baik sedang mencerna gula.

  • Menjadi Sarana untuk Menurunkan Tingkat Keasaman dan Mencegah Infeksi

Kolon transversum menjadi sarana untuk menurunkan kadar keasaman dan menyeimbangkan pH dengan menghasilkan alkali. Usus besar dilapisi oleh mukosa yang berguna menghambat keberadaan bakteri jahat yang menjadi pemicu infeksi. Bagian usus besar ini menyediakan tempat dan alat untuk melakukan proses-proses tersebut.

  • Menjadi Sarana untuk Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Peran ini sebenarnya dominan dilakukan oleh bagian usus buntu pada sekum, tetapi dalam prosesnya bagian tersebut juga dibantu oleh kolon transverum. Sekum lebih dominan dalam melakukan peran ini karena sekum  bisa menghasilkan suatu zat yang mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Ada beberapa jenis penyakit yang berhubungan dengan usus besar seperti infeksi usus besar dan polip kolon. Salah satu jenis penyakit yang berbahaya adalah kanker kolorectal yang menyerang bagian bawah usus besar di dekat rektum atau saluran pembuangan sehingga harus diketahui penyebab kanker kolon tersebut. Kanker ini tergolong kanker yang parah karena bisa mematikan sehingga harus melakukan cara mencegah kanker usus. Dr. Ajay Goel dari Baylor University Medical Center (Dallas, Texas) menganjurkan orang-orang untuk rajin mengonsumsi makanan yang kaya kunyit dan omega-3 karena kedua bahan ini dapat mengurangi peradangan kronis. Vitamin lainnya seperti B6 juga diperlukan agar terhindar dari kanker usus besar.

Fungsi usus besar berkaitan erat dengan sistem pembuangan, tetapi tubuh tidak akan mampu mengeluarkan sisa makanan yang ada tanpa usus besar. Sayangi usus besar kita dengan mengonsumsi makanan yang kaya serat dan air sebagai cara mengatasi konstipasi. Hal yang akan lebih baik dilakukan adalah konsumsi minuman probiotik yang baik untuk usus besar. Mulailah terapkan gaya hidup sehat dengan berolahraga secara rutin. Jangan pernah lupa untuk perbanyak konsumsi buah, sayuran, dan makanan berserat agar proses metabolism dan sistem pencernaan berjalan dengan lancar. Periksakan kesehatan usus besar atau coloscopy secara berkala agar kita bisa mengetahui keadaan usus besar.

Pada hakikatnya, tubuh memang harus dijaga kesehatan dan kebersihannya karena semua bagian tubuh itu penting. Salah satu bagian sakit akan berpengaruh terhadap keseluruhan kinerja tubuh. Jangan anggap sepele kesehatan usus besar, walaupun tidak terlihat tetapi fungsi dan perannya sangat penting sehingga tubuh digunakan untuk beraktivitas apa saja oleh manusia. Cara yang harus dilakukan untuk menjaga usus besar cukup mudah, tidak perlu banyak pengorbanan terutama dari segi biaya. Namun, sebaliknya jika tidak dijaga kesehatannya justru akan membutuhkan pengorbanan biaya yang besar dan bisa mengorbankan nyawa. Tidak ada yang bisa merawat kesehatan tubuh sebaik diri sendiri yang melakukannya. Dokter hanya bisa memberikan saran dan obat untuk menyembuhkan penyakit, tetapi cara penerapannya hanya kita yang bisa tahu.

 

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Gaya Hidup