Sponsors Link

10 Fungsi Kerongkongan dalam Sistem Pencernaan

Sponsors Link

Dalam anatomi tubuh bagian leher terdiri dari dua jalur yaitu kerongkongan dan tenggorokan. Apabila tenggorokan berfungsi untuk proses pernafasan sedangkan kerongkongan sebagai proses pencernaan. Kerongkongan dalam bahasa Yunani disebut oeso yang artinya membawa dan phagus berarti memakan. Istilah yang lebih dikenal ialah esofagus di mana esofagus akan bertemu dengan faring. Faring ialah organ pencernaan yang menghubungkan kerongkongan dengan mulut, sedangkan kerongkongan sendiri akan menghubungkan ke lambung. Pada umumnya panjang kerongkongan pada orang dewasa ialah 20 – 25 cm.

ads

Kerongkongan adalah tabung berotot yang dilalui oleh makanan. Proses pencernaan di dalam tubuh melalui kerongkongan ini akan membawa makanan menuju lambung. Kerongkongan akan mendorong makanan ke lambung setelah ditelan. Kerongkongan sangat penting dalam mengolah makanan agar mudah diproses oleh lambung. Jadi ketika makanan dikunyah di mulut dan ditelan, pada saat di kerongkongan makanan tersebut akan diolah agar lebih halus sehingga dapat diolah dengan mudah di lambung. Proses pengolahan makanan di dalam kerongkongan disebut sebagai peristaltik.

Pada dinding kerongkongan terdiri dari tiga bagian, yakni:

  •  Tunika mukosa: Bagian ini menghasilkan mucus atau lendir.
  • Tunika submokasa: Bagian ini terdapat jaringan ikat kolagen dan elastis, ujung saraf, dan ujung kapiler darah.
  • Tunika muskolaris: Bagian ini mengandung otot polos dan jaringan ikat.

Dinding kerongkongan inilah yang berfungsi meremas-remas makanan dan mendorongnya menuju lambung. Otot polos merupakan dinding kerongkongan yang bekerja meremas-remas makanan tersebut. Waktu yang diperlukan makanan untuk menuju lambung ialah 6 detik.

Pada proses pencernaan kerongkongan memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi kerongkongan dalam sistem pencernaan perlu diketahui agar kita tahu bagaimana proses pencernaan di dalam tubuh manusia. Sebelumnya, perlu mengetahui bagian-bagian kerongkongan terlebih dahulu. Kerongkongan atau esofagus dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  •  Bagian superior

Pada bagian superior sebagian besar esofagus terdiri dari otot rangka. Bagian ini yang pertama kali mengolahmakanan agar menjadi halus. Pertama kali makanan masuk ke kerongkongan ialah melewati bagian superior ini. Itu mengapa bagian superior terdiri dari otot rangka karena akan mengolah makanan lebih keras. (baca juga: Cara Membersihkan Usus Kotor)

  • Bagian tengah

Terdiri dari campuran otot rangka dan otot polos. Ketika makanan sudah mengalami penghalusan pada kerongkongan bagian superior makanan akan menuju pada bagian tengah. Di bagian ini makanan juga akan dihaluskan kembali.

  • Bagian inferior

Terdiri dari otot polos. Ketika makanan sudah melewati kerongkongan bagian tengah, selanjutnya makanan akan melewati kerongkongan bagian inferior atau pada bagian terakhir. Makanan yang sudah melewati dua bagian awal pada bagian terakhir juga mengalami penghalusan kembali. Makanan akan benar-benar halus ketika melewati kerongkongan dan selanjutnya akan diproses kembali di lambung.

Setiap bagian di kerongkongan memiliki fungsi yang berbeda dalam mengolah makanan. Proses pencernaan sebenarnya mengalami proses yang cukup panjang. Proses penghalusan makanan akan dilakukan berkali-kali hingga sampai ke usus. Makanan yang siap masuk ke lambung sebenarnya sudah dalam keadaan halus karena sudah melewati kerongkongan hingga tiga bagian. Hal itu karena lambung memiliki dinding tipis sehingga tidak dapat mengolah makanan terlalu kasar.

Artikel lainnya:

Pada dasarnya fungsi kerongkongan dalam sistem pencernaan bisa dijabarkan secara detail, yakni:

1.  Untuk Menelan

Ketika makanan akan ditelan, makanan akan masuk ke kerongkongan melalui faring. Itu berarti kerongkongan menjadi organ pertama dalam proses pencernaan. Terkadang ketika menelan ada yang tersedak. Itu disebabkan karena makanan bukan masuk ke kerongkongan tetapi ke tenggorokan. Karena letak kedua saluran tersebut sejajar dan maka bisa juga mengalami tersedak ketika makanan salah jalur. Ketika makanan dari mulut akan masuk ke kerongkongan, maka faring akan terbuka dan laring tertutup, begitupun sebaliknya. (baca juga: Cara Mengatasi Susah BAB)

2.  Menyalurkan makanan dari mulut ke lambung

Sponsors Link

Adanya kerongkongan dalam anatomi tubuh manusia tentu saja sangat penting. Kerongkongan yang masuk dalam organ pencernaan ini berfungsi sebagai organ penyalur makanan ke lambung. Di dalam kerongkongan terdapat faring, yaitu saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung. Faring tersebut akan mendorong makanan ke lambung setelah ditelan.

3.  Menghasilkan Gerak Peristaltik

Makanan yang sudah mengalami proses penghancuran di mulut, selanjutnya akan menuju kerongkongan setelah ditelan. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kerongkongan memiliki tiga bagian dan tiga bagian tersebut memiliki fungsi dalam meremas-remas makanan. Makanan yang telah ditelan tidak disalurkan begitu saja ke lambung. Makanan di dalam kerongkongan akan diproses dalam tiga kali peremasan. Pada bagian pertama makanan akan mengalami peremasan ringan, selanjutnya kerongkongan bagian tengah juga akan meremas-remas makanan lebih halus lagi. Pada bagian akhir makanan akan melangamai peremasan kembali meskipun makanan sudah sangat halus. Proses peremasan inilah yang disebut sebagai gerak peristaltik. Adanya gerak peristaltik di dalam kerongkongan inilah yang akan membantu makanan menjadi halus ketika masuk kelambung. Jadi, makanan akan benar-benar halus ketika masuk ke lambung.

4. Mencegah cairan lambung

Fungsi kerongkongan dalam sistem pencernaan selanjutnya ialah mencegah cairan lambung. Ketika lambung mencerna makanan, lambung akan menghasilkan asam klorida dan berbagai enzim yang cukup tinggi. Sedangkan apabila asam klorida tersebut naik ke kerongkongan semua makanan akan kembali keluar atau bisa disebut muntah. Selain kerongkongan berfungsi menyalurkan makanan ke lambung, kerongkongan juga berfungsi untuk mencegah cairan lambung naik ke kerongkongan. Fungsi kerongkongan dalam sistem pencernaan ini membantu proses pencernaan agar berjalan dengan lancar sehingga makanan tidak kembali keluar. Biasanya untuk penderita maag kronis disebabkan karena asam lambung terlalu naik ke kerongkongan. Dengan begitu penderita akan mengalami mual dan akhirnya muntah. Itu mengapa di kerongkongan akan mengalami penyempitan sfingter. Penyempitan sfingter ini berfungsi untuk mencegah asam naik ke kerongkongan pada saat asam lambung meningkat.

Selain fungsi kerongkongan di atas, dalam proses pencernaan juga membutuhkan enzim untuk membantu penghancuran makanan agar mudah dicerna. Di dalam mulut dan kerongkongan terdapat enzim yang berfungsi untuk mencerna makanan. Enzim ini sangat penting karena dalam proses pencernaan makanan tidak bisa hancur begitu saja. Mulut dan kerongkongan memiliki enzim yang bekerja sama sehingga bisa dikatakan bahwa mulut dan kerongkongan memiliki keterkaitan. Enzim yang terdapat di mulut dan kerongkongan antara lain:

1. Enzim Petialin

Enzim ini bekerja di dalam mulut. Enzim petialin berfungsi untuk mengubah amilun menjadi glugosa atau zat tepung. Selanjutnya, zat tepung tersebut berguna untuk membantu proses pencernaan makanan. Ludah yang terdapat di dalam mulut bukan air biasa, tetapi berfungsi untuk membantu pencernaan makanan. Ketika makanan dikunyah, tanpa adanya lendir makanan tersebut akan kering dan sulit masuk ke kerongkongan.

Begitupun ketika makanan yang yang masuk ke kerongkongan tidak lunak maka kerongkongan tidak dapat meremas-remas makanan. Enzim petialin ini dihasilkan di dalam kelenjar ludah, jadi ludah pada manusia memiliki enzim petialin yang berfungsi untuk memproses pencernaan. Apabila manusia kekurangan enzim ini maka air ludah tidak keluar dan mulut akan kering. Penyakit ini disebut dehidrasi. Itu mengapa ketika manusia dehidrasi bisa berakibat fatal apabila tidak ditangani karena air liur di dalam mulut yang tidak diproduksi akan mengganggu proses pencernaan. (baca juga: Cara Mencegah Usus Buntu)

2. Enzim amilase

Enzim amilase ini juga dihasilkan oleh kelenjar ludah di mulut dan kelenjar pankreas. Enzim ini juga berfungsi untuk membantu penghancuran makanan di mulut agar mudah ke kerongkongan. Kerja enzim amilase yaitu dari amilum atau yang disebut zat tepung selanjutnya enzim amilase memecah molekul amilum menjadi sakarida. Proses pemencahan itu dilakukan dengan molekul sederhana yaitu malkosa. Selanjutnya malkosa inilah yang membantu dalam pencernaan.

Dan fungsi kerongkongan yang berbentuk dalam enzim sebagai berikut:

  • Fungsi kerongkongan dalam sistem pencernaan juga dibantu oleh enzim-enzim tersebut. Enzim-enzim itulah yang membantu makanan sampai ke kerongkongan untuk diremas-remas kembali.
  • Makanan yang akan diterima lambung memang harus berbentuk halus sekali dan lambung akan memproses kembali hingga ke usus.
  • Peran kerongkongan sangat penting dalam pencernaan karena penghancuran makanan yang sempurna terjadi di dalam kerongkongan.
  • Makanan yang dikunyah oleh mulut belum tentu bisa halus. Di dalam kerongkongan makanan tersebut akan diperhalus kembali dan proses peremasan memang sangat keras. (baca juga: Pencernaan Makanan)

Misalnya saja makanan yang ditelan masih keras, otomatis kerongkongan harus bekerja dengan keras lagi agar makanan tersebut benar-bener halus. Itu mengapa ketika kerongkongan mengalami gangguan atau mengalami radang, proses pencernaan pun tidak bisa sempurna. Apabila dibiarkan, lambung juga akan ikut terkena dan sistem pencernaan lain akan terganggu. Di dalam kerongkongan juga memiliki dua bagian untuk proses pencernaan makanan, yaitu faring dan esofagus.

Penyakit Pada Kerongkongan Pada Pencernaan

ads

Fungsi kerongkongan dan sistem pencernaan sangat penting karena kerongkongan merupakan organ pertama yang bekerja dalam proses pencernaan. Itu mengapa perlu menjaga kerongkongan agar tetap sehat. Ada berbagai macam penyakit yang bisa menyerang kerongkongan dan akhirnya mengganggu proses pencernaan sehingga kerongkongan tidak berfungsi dengan baik. Penyakit tersebut seperti amandel dan kanker kerongkongan, sebagai berikut penjelasannya:

1. Kanker kerongkongan

Kanker kerongkongan ialah luka yang terjadi di dalam sel yang melewati kerongkongan. Apabila seseorang mengidap kanker kerongkongan, bisa dipastikan susah untuk menelan karena kerongkongan tidak bekerja dengan baik. Pada kerongkongan yang bekerja ialah selnya untuk meremas-remas makanan. Apabila sel kerongkongan tersebut mengalami luka atau terkena kanker kerongkongan, maka proses pencernaan akan terganggu. Faktor yang ditimbulkan terjadinya kanker kerongkongan ialah karena alkohol dan tembakau.

Apabila terlalu banyak meminum alkohol dan merokok risiko terbesar yang akan menyerang ialah kanker kerongkongan. Meskipun merokok melewati organ pernafasan tetapi efek dari tembakau di dalam rokok bisa mengganggu organ pencernaan. Kandungan zat di dalam alkohol juga sangat buruk untuk kesehatan kerongkongan. Kandungan zat di dalam alkohol sangat keras sehingga otot-otot di dalam kerongkongan harus bekerja dengan keras dan risiko terkana kanker kerongkongan cukup tinggi. (baca juga: Ciri-ciri Usus Turun)

2. Amandel

Amandel sering terjadi pada semua kalangan, terutama anak-anak. Tidak dipungkiri bahwa amandel kerap kali menyerang anak-anak. Hal ini karena anak-anak masih belum bisa menjaga makanan yang dikonsumsi. Amandel merupakan peradangan yang terjadi pada kelenjar getah bening tenggorokan. Ketika amandel menyerang penderita akan susah menelan. Amandel berfungsi untuk menangkal infeksi terhadap makanan yang terkonsumsi. Pada anak-anak daya tahan tubuhnya semakin meningkat sehingga amandel harus berganti sesuai dengan kekebalan seseorang. Ketika amandel mengalami pembengkakan, secara otomatis kerja kerongkongan juga terganggu.

Tenggorokan dan kerongkongan yang terletak sejajar akan mengganggu proses pencernaan juga. Banyak penyebab yang dapat ditimbulkan karena adanya amandel. Terkadang anak-anak masih belum bisa mengontrol makanannya sehingga amandel terinfeksi dengan makanan yang tidak sehat. Jadi, bisa dikatakan bahwa bukan hanya kerongkongan yang bisa infeksi, tetapi amandel yang notabene terletak lebih luar juga bisa mengalami infeksi. Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya orang tua perlu mengawasi anak-anaknya mengenai makanan yang sering dikonsumsi. Jangan biarkan anak-anak mengonsumsi makanan tidak sehat yang bisa mengganggu sistem pencernaan.

Artikel lainnya:

Agar fungsi kerongkongan dalam sistem pencernaan tetap terjaga dengan baik, perlu menjaga kesehatannya agar tetap bekerja dengan baik dalam proses pencernaan. Tidak sulit untuk menjaga kerongkongan. Lakukan hal-hal berikut ini:

  • Tambah asupan cairan – cairan yang membantu dalam proses mengenceran ingus. Terkadang lendir yang terdapat di dalam kerongkongan berbentuk kental dan proses keluarnya menjadi ingus. Apabila ingus berbentuk kental akan sangat mengganggu proses pernafasan. Untuk mencegahnya yaitu dengan cara menambah asupan cairan agar ingis menjadi encer dan dapat keluar dengan mudah.
  • Kumur air garam – kumur air garam bisa membantu untuk merawat kesehatan kerongkongan dan tenggorokan. Air garam bisa membersihkan lendir yang dihasilkan oleh kerongkongan. Tambahakan setengah sendok garam ke dalam segelas air hangat dan gunakan untuk berkumur, jangan ditelan. Cara ini juga bisa membantu meringankan bau mulut.
  • Madu dan lemon – Dua bahan ini berfungsi untuk membantu meringankan sakit tenggorokan dan mengurangi lendir. Campurkan dua bahan tersebut pada satu gelas air hangat. Diamkan sebentar sampai airnya dingin. Setelah air tersebut sudah dingin bisa meminumnya. Lakukan cara ini tiga hari sekali untuk menjaga kesehatan kerongkongan dan tenggorokan.
  • Permen pelega – ketika merasa kerongkongan sudah tidak baik dan mengeluarkan banyak lendir, bisa menggunakan permen pelega untuk membantu membasuh lendir. Permen pelega berfungsi untuk memperbanyak produksi air ludah dan air ludah ini yang akan membantu membasuh lendir yang mengganggu kerongkongan.
  •  Hindari merokok – merokok akan memperparah kerongkongan. Lebih baik hindari merokok agar kerongkongan tetap dalam keadaan sehat. Selain menghindari rokok hindari pula berbagai asap yang mengganggu kerongkongan.
  • Jangan biasakan minum es ketika bangun tidur dan malam hari – air es bisa mengganggu kerongkongan dan membuat serak. Lebih baik hindari es ketika pagi dan malam hari. Sebaiknya meminum air hangat untuk membunuh berbagai bakteri yang ada di dalam kerongkongan.
  • Perbanyak konsumsi buah-buahan – mengonsumsi buah-buahan segar yang banyak mengandung vitamin C sangat disarankan. Vitamin C juga membantu mempertahankan daya tahan tubuh.
  •  Jangan makan makanan terlalu pedas – Mengonsumsi makanan yang terlalu pedas bisa membuat kerongkongan terasa sakit. Apalagi jika mengonsumsi makanan pedas dan minum es sekaligus. Hal itu sangat menggunggu proses pencernaan. Lebih baik hindari kebiasaan tersebut. Apabila makanan sudah pedas, lebih baik minum air hangat atau air biasa agar kerongkongan tidak kaget. Cara ini juga untuk menghindari peradangan pada kerongkongan.
  • Hindari makanan yang terlalu berminyak – makanan berminyak seperti gorengan atau lainnya sangat mengganggu kerongkongan. Kerongkongan akan terasa gatal dan produksi lendir juga akan semakin banyak. Akibatnya juga tidak nyaman setelah makan. Untuk menghindari hal ini sebaiknya perhatikan makanan. Jangan makan dengan kandungan minyak yang tinggi karena untuk kesehatan pun tidak baik.
  • Konsumsi sayuran – mengonsumsi sayuran segar sangat dianjurkan untuk mempertahankan setiap organ di dalam tubuh. Sayuran membantu kerongkongan tetap sehat dan terhindar dari virus atau bakteri yang menyerang kerongkongan.
  • Perhatikan gejala penyakit kerongkongan – apabila sudah terjadi gejala-gejala kerongkongan sakit, sebaiknya hindari makanan pedas, es, dan terlalu banyak minyak. Makanan tersebut justru akan membuat kerongkongan semakin parah. Hindari pula minuman soda dan beralkohol. Sebaiknya minum air hangat atau terapi menggunakan air lemon dan madu. (baca juga: Buah Pelancar BAB)
Sponsors Link

Perbedaan Faring dan Kerongkongan

Apabila di dalam mulut dibantu oleh enzim-enzim untuk mencerna makanan, di kerongkongan juga terdapat pelumas untuk membantu penghancuran makanan. Pelumas atau pelicin di dalam kerongkongan disebut mukus. Mukus merupakan viskoelastik yaitu cairan homogen berisi matrik berair. Mukus inilah yang terdapat di dalam kerongkongan. Mukus berbentuk seperti lendir atau dalam kedokteran bisa disebut sebagai dahak. Apabila seseorang mengalami flu berdahak, lendir yang keluar dari kerongkongan itulah yang disebut mukus. Ketika flu, memang saluran pernafasan yang terganggu, tetapi kerongkongan juga akan mengeluarkan lendir. Dan inilah berikut beberapa banyaknya perbedaan dari 2 organ pencernaan ini:

  • Faring bisa dikatakan sebagai pintu keluar masuknya makanan ke dalam kerongkongan. Ketika makanan ditelan faring akan bekerja dengan cara membuka tutup pintu kerongkongan.
  • Faring bisa disebut sebagai pangkal kerongkongan dan merupakan persimpangan antara kerongkongan dan tenggorokan. Pada bagian belakang faring, terdapat katup yang disebut epiglotis.
  • Epiglotis ini merupakan bagian yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang sangat tipis. Tulang rawan atau epiglotus ini berfungsi membuka tutup katup ketika makanan selesai ditelan sehingga tidak masuk ke saluran pernafasan.
  • Ketika makanan masuk ke saluran pernafasan, bisa dikatakan bahwa orang itu tersedak. Dengan begitu, fungsi faring sangat penting agar makanan tidak salah masuk saluran.
  • Seperti yang sudah dijelaskan di atas bawa esofagus ialah kerongkongan. Kerongkongan ini terletak di belakang saluran pernafasan.
  • Kerongkongan memiliki pelicin pada dinding-dindingnya untuk mempermudah proses peremasan makanan. Gerak peristaltik yang dilakukan oleh kerongkongan berasal dari otot-otot kerongkongan yang melingkar di dinding kerongkongan.
  • Gerak peristaltik ialah gerak meremas-remas atau gerakan kembang kempis untuk menghancurkan makanan. Gerakannya seperti memijit-mijit yang disebabakan karena otot yang melingkari pernapasan mengerut bergantian sehingga terjadi gerak peristaltik.

Dalam menjaga kesehatan tubuh memang perlu memperhatikan setiap asupan makanan yang dikonsumsi. Perhatikan setiap makanan agar terhindar dari berbagai virus dan bakteri yang dapat mengganggu proses pencernaan. Kerongkongan merupakan organ pertama yang bekerja di dalam pencernaan. Ketika kerongkongan tidak sehat maka organ lainnya pun akan terganggu karena organ pencernaan bekerja saling keterkaitan. Untuk itu, perhatikan setiap makanan yang masuk dalam tubuh. Sebaiknya konsumsi buah dan sayuran yang cukup agar kesehatan tetap terjaga. Sayuran dan buah merupakan makanan yang harus ada dan perlu dikonsumsi setiap hari agar tubuh tetap dalam keadaan sehat.

Jangan biargan satu organ di dalam tubuh bermasalah karena ketika tubuh sakit segala aktivitas juga terganggu. Perhatikan pola makan dan gaya hidup. Gaya hidup yang tidak baik seperti mengonsumsi alkohol dan sering mengonsumsi makanan siap saji juga tidak baik untuk kesehatan. Mengonsumsi makanan organik lebih disarankan agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Bila perlu untuk mengontrol kesehatan tubuh secara keseluruhan, bisa memeriksakan ke doktor dalam jangka waktu tertentu. Dengan begitu kesehatan tubuh dapat terkontrol dan bisa memantau pola makan. Selain itu, tambahkan juga olahraga secara teratur untuk menjaga kebugaran tubuh dan fungsi kerongkongan dalam sistem pencernaan dapat berjalan dengan lancar.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :