Sponsors Link

9 Efek Setelah Operasi Usus Besar yang Bisa Terjadi

Sponsors Link

Seperti hal nya operasi lain, operasi kanker usus besar juga dapat meninggalkan efek samping yang bisa saja terjadi. Efek samping ini tergantung pada beberapa faktor, salah satunya adalah tingkat kesulitan operasi yang telah dilakukan, serta tingkat kesehatan pasien kanker usus tersebut sebelum operasi. Sebagian pasien kanker yang dioperasi, akan mengalami rasa sakit yang tidak terlalu mengganggu pasca operasi.

ads

Kalaupun ada rasa sakit, dapat diobati oleh beberapa obat jika diperlukan. Pasca operasi kanker usus besar, pasien juga akan mengalami gangguan makan dalam beberapa hari. Pasca operasi, tentunya pasien harus mendapatkan kembali nutrisi untuk kekuatan tubuhnya. Namun, tidak bisa diberikan manfaat jahe untuk sakit maag sembarang makanan begitu saja, harus berdasarkan saran dokter.

Lalu apa saja efek samping yang mungkin terjadi pasca operasi usus besar, berikut ulasanya :

  • Kolostomi atau Ileostomi

Istilah ini merupakan pembuatan lubang di bagian dinding perut. Sebagian pasien pasca operasi, mungkin akan memerlukan hal ini secara permanen pasca operasi. Diperlukan waktu untuk terbiasa dengan prosedur kolostomi atau pembuatan kantung di bagian dinding perut ini. Pasien juga harus belajar untuk mengatasinya.

Pemberian kolostomi ini biasanya akan memberikan dampak pada citra tubuh dan tingkat kenyamanan seksual, baik pada wanita maupun pria. Walau begitu, pasien hanya perlu penyesuaian, sebab tidak seharusnya kolostomi ini mencegah pasien untuk memiliki kehidupan seksual yang menyenangkan.

  • Timbul Rasa Sakit Ketika Berhubungan Seks (untuk wanita)

Khususnya bagi pasien wanita, pasca operasi usus besar, khususnya operasi rectum bisa menimbulkan efek samping berupa kehilangan fungsi seksual. Bagian jaringan perut terkadang akan menimbulkan ketidaknyamanan dan rasa sakit ketika berhubungan seksual.

  • Sulit Mengalami Ejakulasi Terbaik (bagi pria)

Bagi pasien pria, sepertinya efek samping yang sama bisa terjadi, yaitu sulit mengalami ejakulasi akibat dari reseksi abdominoperineal (AP). Dalam kasus lainya, penuaan yang normal juga bisa menyebabkan perubahan ini, namun pasca operasi usus besar akan manfaat temulawak untuk lambung lebih parah.

  • Sepsis

Efek samping berikutnya yang harus Anda ketahui dan waspadai karena menempuh operasi usus besar adalah sepsis. Sepsis ini merupakan satu kondisi yang bisa menyerang darah serta organ-organ lain di dalam tubuh. Banyak orang menyamakan antara sepsis dan septikemia, padahal septikemia adalah kondisi yang diakibatkan bakteri ada di aliran darah dan ini bisa menjadi faktor penyebab sepsis.

Jika tak segera ditangani dengan baik, sepsis adalah suatu kondisi yang mampu membuat jiwa pasiennya terancam hebat. Kondisi seperti ini mampu berpengaruh terhadap terhentinya suplai darah menuju organ-organ penting dalam tubuh, seperti ginjal dan jantung. Kerusakan permanen pada organ tersebut juga bisa saja terjadi.

  • Rasa Nyeri pada Perut

Adanya efek jahitan serta sayatan yang dilakukan khasiat wortel untuk asam lambung oleh dokter di dalam area perut ketika melakukan operasi usus besar, bisa menjadikan pasien merasa nyeri pada bagian perutnya. Pasca operasi, jangan heran apabila pasien suka merasakan kesakitan atau nyeri di bagian perut ketika sedang istirahat atau beraktivitas seperti biasa.

  • Adanya Infeksi

Salah satu efek samping dari operasi usus besar dan operasi lainya rata-rata adalah terjadinya infeksi.  Ketika infeksi terjadi, yang dikhawatirkan adalah kemunculan nanah. Pada kebanyakan kasus seperti ini, biasanya sakit pasca operasi akan sulit untuk disembuhkan.

Sponsors Link

  • Demam

Pasien setelah operasi pun berisiko mengalami demam yang kemungkinan besar berhubungan dengan  infeksi pada tubuh. Salah satu penyebab demam  adalah adanya infeksi pada tubuh, sehingga hal ini juga sebaiknya Anda  mengonsultasikan hal ini dengan dokter akan efek samping dari demam ini. demam biasanya  terjadi akibat rasa sakit atau nyeri di bagian perut yang tak kunjung mereda pasca operasi.

  • Perdarahan

Kemungkinan perdarahan juga bisa terjadi pada pasien pasca operasi usus besar. Hal ini terjadi karena ada sejumlah kasus yang demikian. Setelah mengetahui tentang hal ini, sebaiknya Anda coba tanyakan lebih dulu ke dokter tentang risiko perdarahan yang satu ini. tanyakan tentang bagaimana dokter akan memberikan penanganan apabila perdarahan terjadi dan bagaimana langkah yang harus dilakukan untuk mencegahnya.

  • Gangguan Ginjal

Operasi usus buntu juga dapat mengancam kesehatan ginjal Anda di mana gangguan pada ginjal rupanya termasuk di dalam efek samping operasi usus besar. Fungsi organ ginjal dapat rusak di mana cara kerja ginjal tak lagi maksimal seperti sebelumnya.

Mengatasi Gejala dan Efek Samping Operasi Kanker

Dalam istilah medis, ada yang disebut dengan perawatan paliatif khusus sayuran pelancar bab untuk pasien pasca operasi usus besar. Perawatan paliatif ini dapat membantu pasien dalam setiap tahapan penyakit. Biasanya, pasien menerima pengobatan kanker dan pengobatan efek samping secara bersamaan. Pasien yang menerima kedua perawatan ini juga tenyata bisa mengalami gejala yang tidak terlalu parah dan tidak terganggu kehidupan seksualnya.

ads

Perawatan paliatif ini umumnya cukup bervariasi dan seringnya dalam bentuk obat-obatan, teknik relaksasi, perubahan nutrisi hingga jenis terapi lainya. Perawatan paliatif ini juga ada yang bertujuan untuk membunuh sel kankernya itu sendiri, seperti kemoterapi, operasi hingga radiasi. Sebaiknya konsultasikan pada dokter ahli, setiap pengobatan yang akan dilakukan pasca operasi usus besar.

Perawatan Keluarga pada Pasien Pasca Operasi Usus Besar

Pasca operasi usus besar, pasien biasanya tidak dapat mempertahankan penyebab polip lambung anus mereka terlebih yang menggunakan kolostomi, Hal ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien dan keluarganya. Sebagian  pasien ada yang kehilangan keberanian untuk kembali ke kehidupan sosialnya, tidak sedikit juga yang bahkan kehilangan kepercayaan diri untuk melanjutkan hidup. Namun, ada juga sebagian pasien yang memiliki keberanian untuk melanjutkan hidupnya kembali melalui latihan fisik secara rutin.

Pasca operasi, anggota keluarga pasien juga harus ikut memantau dan merawat pasien. Bantulah pasien untuk melakukan check up kesehatan di rumah. Misalnya, ada tidaknya pendarahan luka pasca operasi, serta menjaga kebersihan dan tingkat kelembaban. Harus mengamati pemulihan fungsi usus pasien, kapan rasa kembung hilang. Pasien juga perlu diberikan perawatan di bagian fistula, dengan mandi dan bilas fistula menggunakan air hangat atau air garam. Jangan lupa untuk memantau waktu makan dan berapa banyak asupan makananya. Untuk pasien dengan kolostomy, usahakan harus tetap kering.

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan oleh keluarga pasca operasi pasien dan setelah keluar dari rumah sakit :

  • Mandi

Pasien diperbolehkan untuk mandi, Saat jahitan bedah sudah dilepas makanan untuk penderita diare dan luka sudah sembuh lubang stoma sama seperti mukosa mulut, tidak anti air, air tidak bisa masuk ke dalam tubuh melalui lubang stoma, sabun dengan kandungan ringan tidak akan menimbulkan rangsangan, pasien bisa mandi dengan gayung ataupun shower.

  • Pola Makan

Pasien  cukup menjaga pola makan yang seimbang. Namun, ketika mencoba makanan yang baru, sebaiknya tidak mencobanya berlebihan, jika tidak ada reaksi buruk yang terjadi, setelahnya anda dapat menambahkan porsinya. Pasien wajib makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan segar. Cobalah untuk makan secara teratur dan kurangi makanan berlemak. Saat cuaca panas, sebaiknya minum lebih banyak air. Untuk pasien kolostomi, hindari minum soft drink, karena akan menambah gas dalam tubuh dan menimbulkan diare.

  • Berpakaian

Pasien dengan kolostomi atau stoma tidak mencolok mata, cukup menggunakan tekstur pakaian yang lembut, longgar dan elastis, tidak boleh terlalu ketat dan hindari memakai sabuk atau ikat pinggang yang yang bisa menekan daerah sekitar kolostomi.

  • Olahraga

Setiap orang harus berolahraga setiap hari untuk menjaga kesehatan tubuh, tidak terkecuali pasien dengan stoma. Dari hobi yang sebelumnya dijalani pasien, pilih beberapa kegiatan yang kini pasien dapat lakukan, hindari olahraga berat, seperti tinju dan angkat besi.

Sponsors Link

  • Interaksi Sosial

Manusia tidak terlepas dari hubungan pertemanan dan sosial, maka bersosialah seperti biasa. Memakai pakaian yang nyaman dan enak dipandang, memiliki sikap yang santai, maka anda dapat segera tampil di hadapan umum kembali. Dengan melakukan pekerjaan sehari-hari, berkumpul dengan teman-teman, menghadiri pertemuan dan acara hiburan lainnya, pasien akan merasa bebas dan normal.

  • Bekerja

Kolostomi sebaiknya tidak akan mempengaruhi pekerjaan anda. Ketika makanan untuk iritasi usus fisik anda telah pulih dan dapat bekerja kembali, anda tetap harus menghindari pekerjaan berat, seperti mengangkat beban atau benda berat.

  • Berlibur dan Berwisata

Berjalan-jalan sangat berguna untuk kesehatan, baik menggunakan perahu, pesawat atau kereta api, bagi pasien dengan kolostomi ini tidak terlalu berpengaruh. Tetapi pasien harus membawa perlengkapan kolostominya dengan lengkap di dalam tas. Dengan begitu, anda dapat menggantinya kapan dan dimana saja. Perlengkapan penggantian kolostomi harus dirawat dengan baik dan bersih.

Pasca operasi usus besar, sebaiknya pasien tidak perlu merasa khawatir terlebih dulu dengan efek setelah operasi usus besar yang mungkin terjadi. Sebaiknya pasien lebih fokus kepada perawatan diri sendiri agar cepat pulih. Mintalah bantuan dari anggota keluarga untuk merawat Anda.

Sponsors Link
, ,
Oleh :