Sponsors Link

17 Efek Pemotongan Usus Bagi Kesehatan yang Wajib Anda Waspadai

Sponsors Link

Pemotongan usus adalah operasi untuk memotong bagian usus mana saja sebagai penanganan dari berbagai penyakit usus tertentu. Usus yang terlibat dalam operasi ini di antaranya adalah usus halus, usus besar, atau rektum. Pemotongan usus juga sering disebut sebagai operasi pengangkatan usus parsial atau kolektomi.

ads

Terdapat 3 jenis operasi pemotongan usus:

  1. Operasi bedah terbuka: Operasi yang melibatkan pembedahan besar atau operasi tradisional.
  2. Operasi laparoskopi: Operasi yang dilakukan dengan bantuan alat laparoskopi, yakni kamera kecil yang membantu dokter untuk melihat bagian dalam perut sehingga bedah besar tidak perlu dilakukan.
  3. Operasi laparoskopi robotik: Operasi laparoskopi yang dibantu oleh robot yang dikendalikan oleh dokter operasi.

Pemilihan jenis operasi pengangkatan usus tergantung dari kondisi setiap pasien serta tingkat keparahan penyakit yang dideritanya. Biasanya pasien operasi bedah terbuka cenderung memerlukan waktu pemulihan yang lebih lama dibandingkan dengan pasien operasi laparoskopi dan laparoskopi robotik.

Meskipun demikian, baik melalui operasi bedah terbuka, laparoskopi, maupun laparoskopi robotik, pemotongan usus akan menimbulkan efek kepada pasien setelah menjalani operasi pengangkatan usus. Pada sebagian kecil kasus, pemotongan usus bahkan dapat mengancam nyawa atau membuat usus tidak berfungsi kembali seperti sebagaimana mestinya.

Efek Pemotongan Usus

Efek pemotongan usus biasanya terjadi hanya untuk sementara saja, yang biasanya terjadi saat proses pemulihan. Lamanya pemulihan serta jenis efek pemotongan usus tergantung dari jenis operasi pengangkatan usus yang dijalani dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Beberapa efek pemotongan usus mirip dengan efek setelah operasi usus besar. Beberapa efek pemotongan usus antara lain:

1. Infeksi

Luka bekas operasi dapat terinfeksi oleh virus, bakteri, atau parasit apabila kebersihan luka tidak dijaga. Infeksi juga dapat terjadi pada organ yang dioperasi bila alat yang digunakan untuk operasi tidak steril. Sehingga kuman dalam alat operasi dapat dengan mudah menginfeksi organ tersebut. Selain infeksi pada bekas luka dan usus, pemotongan usus juga dapat memberikan efek samping berupa infeksi pada saluran kemih dan paru (pneumonia)

2. Kebocoran Anastomotik

Kebocoran anastomotik terjadi ketika ujung pada kedua usus yang dihubungkan tidak sembuh secara sempurna. Kebocoran ini akan sangat berbahaya sebab akan menyebabkan pendarahan dan infeksi yang serius. Segera hubungi dokter apabila pasien mengalami gejala kebocoran anastomotik berupa perut sakit seperti ditusuk-tusuk, demam, dan detak jantung berdebar lebih cepat dan tidak teratur.

3. Masalah Seksual

Operasi pemotongan usus juga dapat berdampak pada fungsi seksual pasien. Pasien pria akan mengalami efek pemotongan usus berupa disfungsi ereksi dan ejakulasi retrograd (air mani yang dikeluarkan sangat sedikit atau tidak keluar sama sekali). Sedangkan pasien wanita akan merasa sakit saat berhubungan seksual.

4. Hernia

Sponsors Link

Hernia adalah masalah kesehatan berupa mencuatnya organ dalam tubuh melalui jaringan otot perut yang lemah. Operasi pemotongan usus dapat menyebabkan hernia karena prosedur operasi pengangkatan usus melibatkan pemotongan pada dinding perut. Pemotongan dinding perut ini memiliki potensi untuk melemahkan jaringan otot perut. Akibatnya otot tidak akan mampu menahan organ dalam tubuh dan hernia pun terjadi.

5. Obstruksi Usus

Obstruksi usus terjadi ketika adanya penyumbatan pada usus. Operasi pemotongan usus adalah salah satu cara untuk menangani obstruksi usus. Akan tetapi, operasi pemotongan usus juga dapat memberikan efek berupa obstruksi usus. Hal tersebut terjadi terutama ketika pemotongan usus menimbulkan jaringan parut (scar tissue) sebagai dari proses pulihnya usus. Seiring berjalannya waktu, jaringan parut ini dapat menjadi penyebab usus tersumbat. Namun, kasus ini jarang terjadi.

6. Kelumpuhan Usus

ads

Pemotongan usus dapat menyebabkan kelumpuhan usus atau penyakit ileus paralitik. Kelumpuhan usus ini tentunya akan menggangu proses pencernaan makanan. Akan tetapi, usus halus akan kembali normal beberapa jam setelah operasi. Sedangkan usus besar hanya akan mengalami kelumpuhan selama sekitar 3 sampai 5 hari setelah operasi. Apabila kelumpuhan usus masih terjadi setelah waktu normal kelumpuhan, segeralah minta bantuan dokter.

7. Tidak Dapat Mengendalikan Urin

Efek pemotongan usus selanjutnya adalah ketidakmampuan untuk mengendalikan buang air kecil (inkontinensia urin). Inkontinensia urin terjadi utamanya jika pemotongan usus dilakukan pada rektum. Operasi dapat merusak otot atau saraf yang terhubung pada kantung kemih yang menyebabkan pasien tidak bisa mengendalikan urin.

8. Diare dan Sembelit

Diare dan sembelit dapat terjadi secara bergantian sebagai efek pemotongan usus. Gangguan ini kerap terjadi ketika bagian usus yang dipotong berukuran cukup besar. Diare dan sembelit biasanya akan sembuh dengan sendirinya sejalan dengan pemulihan pasca operasi pengangkatan usus.

9. Kerusakan Pada Organ Tubuh Terdekat

Terkadang pemotongan usus menyebabkan kerusakan pada organ tubuh yang dekat dengan usus, seperti pembuluh darah kantung kemih, saluran kencing dan limpa. Akibatnya, komplikasi pun dapat terjadi, tidak dapat mengendalikan urin adalah salah satunya.

Selain efek di atas, di bawah ini adalah beberapa efek pemotongan usus lainnya:

  1. Nyeri perut
  2. Lemas, lesu
  3. Demam
  4. Mual
  5. Perlengketan usus
  6. Pendarahan (hemorrhage)
  7. Penyumbatan pembuluh darah
  8. Sering buang air kecil

Itu tadi beberapa efek pemotongan usus. Umumnya efek akan sembuh dengan sendirinya, sebab efek tersebut merupakan bagian dari proses pemulihan pasca operasi pemotongan usus. Lakukan pemeriksaan rutin agar terhindar dari komplikasi yang tak diinginkan. Apabila efek tidak menghilang dalam kurun waktu pemulihan normal, atau efek tersebut bertambah parah, segera hubungi dokter yang menangani Anda pada saat operasi pemotongan usus.

Sponsors Link
, , , , ,