Sponsors Link

Jangan Diabaikan! Inilah 4 Efek Endoskopi untuk Lambung yang Berbahaya

Sponsors Link

Endoskopi merupakan langkah medis yang dilakukan dokter sebagai penanganan masalah pencernaan tertentu. Endoskopi termasuk ke dalam tindakan medis non operasi yang dilakukan dengan menggunakan bantuan sebuah alat. Alat endoskopi berbentuk tabung lentur yang fleksibel dengan kamera pada ujungnya.

ads

Cara kerja alat endoskopi cukup mirip dengan cara kerja alat bedah kolonoskopi. Dokter memasukkan alat melalui mulut untuk memeriksa isi saluran pencernaan. Bedanya, jika kolonoskopi hanya dapat memeriksa bagian usus besar saja, sedangkan endoskopi dapat memeriksa, menyelidiki, serta mendeteksi hampir seluruh saluran pencernaan, termasuk lambung.

Endoskopi pada umumnya berperan sebagai alat diagnosis penyakit tertentu. Di bawah ini adalah beberapa jenis gejala dan penyakit yang dapat diperiksa melalui teknis endoskopi:

  • Kanker saluran pencernaan (kanker lambung, kanker usus, kanker kandungan empedu)
  • Radang usus besar (kolitis ulseratif)
  • Ulkus peptikum (luka pada lambung)
  • Radang lambung
  • Radang usus kecil
  • Obstruksi usus atau penyumbatan usus
  • Penyakit seliak
  • Penyakit pirosis
  • Intoleransi makanan
  • Ambeien
  • Batu empedu
  • Anemia
  • Polip atau tumor saluran pencernaan (polip lambung, polip kolon, tumor usus, serta polip atau tumor lainnya yang muncul di dalam saluran pencernaan)

Selain sebagai alat yang digunakan untuk membantu ahli medis dalam mendiagnosis suatu gangguan kesehatan tertentu, endoskopi juga dapat dilakukan sebagai cara pengobatan. Endoskopi utamanya digunakan dalam mengobati masalah pada saluran pencernaan yang terletak di bagian atas.

Dokter biasanya akan melakukan endoskopi pada pasien ketika pasien mengalami berbagai macam gejala tertentu, seperti diare persisten, diare sampai keluar darah, rasa terbakar pada bagian dada, cepat kenyang ketika makan, kebiasaan buang air besar berubah, perut sakit seperti ditusuk-tusuk, dan sebagainya.

Sebelum memulai menjalani endoskopi, dokter biasanya akan menyuruh pasien untuk melakukan hal di bawah ini untuk memperlancar jalannya prosedur endoskopi:

  • Berpuasa sebelum endoskopi
  • Berhenti merokok, jika pasien adalah seorang perokok
  • Melepaskan aksesoris atau perhiasan yang dikira mengganggu jalannya proses endoskopi
  • Pemberian obat bius

Sayangnya, sama halnya seperti tindakan medis pada umumnya, tindakan endoskopi juga dapat menimbulkan efek samping setelahnya. Namun, efek samping biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Efek Endoskopi untuk Lambung

Beberapa masalah pada lambung bisa dideteksi dan ditangani melalui endoskopi. Akan tetapi, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, endoskopi dapat memberikan dampak setelahnya, segitu juga pada lambung. Efek samping yang ringan biasanya akan hilang dengan sendirnya dalam beberapa jam atau hari setelah prosedur endoskopi dilakukan. Namun, ada juga efek samping endoskopi untuk lambung yang cukup berbahaya yang membutuhkan penanganan medis atau tradisional lain untuk menangani efek samping bahaya tersebut. Berikut ini adalah efek endoskopi untuk lambung yang cukup berbahaya:

Sponsors Link

1. Infeksi Lambung

Infeksi lambung dapat menjadi efek endoskopi untuk lambung. Efek samping ini akan terjadi apabila alat endoskopi beserta alat penunjang lainnya yang dimasukan ke dalam tubuh tidak cukup stril. Akibatnya kuman, bakteri, virus, parasit, dan mikroorganisme lainnya yang ada pada alat esndoskopi yang tidak steril dapat secara tidak sengaja masuk ke dalam lambung, sehingga kemungkinan mikroorganisme tersebut untuk menginfeksi lambung sangat besar.

Namun, jangan khawatir, infeksi lambung akibat endoskopi jarang terjadi, karena dokter biasanya memberikan obat antibiotik atau antivirus pada pasien sebagai upaya dalam pencegahan infeksi lambung akan terjadi. Apabila Anda sednag mengalami infeksi lambung cobalah mengonsumsi makanan yang baik untuk penderita infeksi lambung.

2. Robekan Lambung

Robekan lambung bisa menjadi efek endoskopi untuk lambung. Ketika lapisan dinding lambung ada yang robek, robekan tersebut bisa berkembang menjadi kebocoran lambung. saat lambung bocor, isi di dalam lambung dapat ke luar menuju rongga perut, yakni tempat di mana isi lambung tidak boleh berada.

Kondisi ini disebut dengan darurat medis. Penderitanya harus segera mendapatkan penanganan medis agar hal buruk yang tak diingkan tidak terjadi. Untungnya, robekan efek endoskopi untuk lambung ini sangat jarang terjadi. Menurut laporan medis, robekan lambung akibat endoskopi hanya terjadi pada 1 dari 2500 sampai 11 ribu endoskopi saja.

Sponsors Link

3. Pendarahan Lambung

Pendarahan pada lambung bisa saja terjadi akibat endoskopi jika endoskopi dilakukan dibarengi dengan melakukan prosedur biopsi. Biopsi itu sendiri adalah sebuah prosedur yang dilakukan untuk mendeteksi kelainan pada jaringan dengan cara mengambil contoh sampel jaringan atau sel untuk diteliti dan diperiksa lebih lanjut.

Biopsi biasanya berhubungan dengan kanker dan tumor. Biopsi dalam kanker biasanya dilakukan untuk mengetahui apakah sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya atau tidak. Selain akan menyebabkan pendarahan lambung, biopsi yang dilakukan di sekitar lambung juga berpotensi akan menyebabkan infeksi lambung.

4. Sakit Perut

Sakit perut sebagai efek endoskopi untuk lambung merupakan komplikasi dari efek endoskopi yang berupa luka lambung atau iritasi lambung. Ketika lambung terluka atau teriritasi, penderita akan merasakan perut sakit seperti kram. Selain sakit perut seperti ditusuk-tusuk, endoskopi juga akan menimbulkan efek samping berupa mual pada si penderita. Mual yang dirasakan terkadang juga diiringi dengan muntah-muntah.

Demikianlah beberapa efek endoskopi untuk lambung yang mungkin terjadi. Perlu diingat bahwa tidak semua endoskopi akan memberikan efek yang telah dijabarkan di atas. Kebanyakan endoskopi justru hanya akan memunculkan efek ringan saja yang akan sembuh dengan sendirinya.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :