Sponsors Link

Diare Setelah Minum Susu: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Sponsors Link

Hampir semua orang pasti pernah mengonsumsi susu dan produk turunannya, seperti keju, yogurt, krim, dan mentega. Sebagian orang yang pernah mengonsumsi susu tersebut, pasti pernah mengalami diare setelah mengonsumsi susu. Hal ini tentu saja sangat menjengkelkan, terutama bagi Anda penyuka susu dan makanan olahan susu. Terlebih lagi, bagi sebagian orang, susu merupakan bagian penting dari diet mereka. Sebenarnya apa sih yang menyebabkan diare setelah minum susu?

ads

Menurut Food and Drug Administratrator (FDA) atau badan pengawas makanan dan obat-obatan Amerika serikat, ada dua kemungkinan penyebab diare setelah minum susu, yakni alergi susu, dan intoleransi laktosa. Masih banyak yang mengira bahwa alergi susu dan intoleransi laktosa adalah dua hal yang sama, karena keduanya memiliki gejala yang serupa. Akan tetapi, alergi susu dan intoleransi laktosa adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Berikut ini adalah uraian keduanya:

Alergi Susu

Alergi susu adalah penyebab pertama dari diare setelah minum susu. Gejala diare akibat alergi susu biasanya mirip dengan alergi pada umumnya, yakni bertambah seringnya buang air besar dengan feses berbentuk cair, serta perasaan nyeri dan keram pada perut. Selain itu, terdapat gejala lain yang lebih serius yang mengiringi gejala-gejala diare normal tersebut, yakni:

  1. Mual
  2. Muntah
  3. Sesak napas
  4. Gatal pada kulit
  5. Timbul bintik-bintik merah pada kulit
  6. Pembengkakan pada bibir

Apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas, kemungkinan besar Anda terserang alergi susu. Alergi tersebut muncul akibat dari bentuk reaksi tidak normal sistem kekebalan tubuh yang menganggap protein yang terkandung dalam susu sebagai zat yang berbahaya bagi tubuh.

Bagaimana mengobatinya? Pada umumnya alergi susu terjadi pada anak-anak, dan alergi ini akan menghilang seiring dengan bertambahnya umur. Akan tetapi, masih ditemukan orang dewasa yang mengidap alergi susu. Berikut adalah beberapa cara pengobatan alergi susu:

  • Hindari makanan mengandung susu

Cara pengobatan terbaik alergi susu adalah dengan menghindari semua makanan yang mengandung susu. Berkonsultasilah dengan dokter perihal makanan apa saja yang harus dikonsumsi dan dihindari. Sebab sebagian penderita alergi susu masih dapat mengonsumsi susu jenis tertentu.

  • Meminum obat pereda gejala alergi susu

Anda juga dapat meminum obat pereda gejala reaksi alergi susu yang sesuai dengan dosis yang dianjurkan untuk mengobati alergi susu ini. Akan teteapi, meminum obat jenis ini hanya akan dapat mengurangi rasa tidak nyaman akibat alergi saja. Obat ini tidak dapat menyembuhkan alergi secara total.

  • Meminta pertolongan dokter

Pertolongan dokter sangat diperlukan jika penderita mengalami anafilaksis (anaphylaxis) atau reaksi alergi berlanjut yang lebih serius yang dapat mengancam jiwa. Biasanya dokter akan memberikan suntikan adrenalin atau suntikan epinephire pada si penderita jika mengalami anafilaksi. Untuk berjaga-jaga akan adanya reaksi susulan, selain memberikan suntikan epinephire, dokter juga biasanya memberikan obat pereda gejala reaksi alergi kepada si penderita sebagai obat tambahan jika terjadi reaksi serius.

Intoleransi Laktosa

Sponsors Link

Berbeda dengan alergi susu, penyebab intoleransi laktosa tidak ada kaitannya dengan reaksi tidak normalnya sistem imun tubuh terhadap protein. Intoleran laktosa terjadi ketika tubuh tidak mampu untuk mencerna laktosa (jenis gula yang terkandung dalam susu). Penyebabnya adalah kurangnya enzim laktase pada tubuh. Oleh karena itu, gangguan ini banyak diderita oleh manusia dewasa, karena produksi enzim laktase mulai berkurang seiring dengan bertambahnya usia.

Selain itu, tidak terbiasa minum susu juga dapat menyebabkan intoleran laktosa. Ketika minum susu, mereka yang tidak terbiasa meminumnya akan mengalami diare karena perut mereka masih tidak terbiasa dan kaget saat menerima laktosa (gula susu). Intoleransi laktosa akibat dari tidak terbiasa mengonsumsi susu akan berangsur-angsur menghilang jika membiasakan meminum susu.

Berikut ini adalah gejala intoleransi laktosa selain diare:

  1. Rasa nyeri dan keram pada perut
  2. Borborygmi (perut berbunyi atau bergemuruh seperti ketika lapar)
  3. Flatulence atau keluarnya gas melalui anus
  4. Mual
  5. Muntah
Sponsors Link

Sebagian orang yang mempunyai intoleransi laktosa menganggap bahwa menghindari susu dan makanan yang mengandung susu adalah cara terbaik yang dilakukan agar intoleransi laktosa tidak kambuh. Cara ini memang tidak salah, karena para penderita intoleransi laktosa dapat mengonsumsi jenis makanan lain yang kaya akan kalsium sebagai pengganti susu. Namun faktanya, penderita intoleransi laktosa masih bisa mengonsumsi makanan mengandung susu selama kadar laktosa yang terkandung di dalam makanannya masih dalam batas toleransi. Mengonsumsi laktosa dalam batas toleransi memungkinkan para penderita untuk mengalami gejala intoleransi laktosa yang minimal.

Ada beberapa cara mengatasi intoleransi laktosa bagi penderita intoleransi laktosa yang ingin tetap minum susu:

  • Mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa dalam jumlah sedikit. Porsi dapat dinaikkan secara bertahap jika tubuh tidak menolaknya.
  • Meminum susu nabati, seperti susu kedelai, yang tidak mengandung laktosa.
  • Meminum susu olahan bebas laktosa yang beredar di pasaran.
  • Mengonsumsi produk susu fermentasi, seperti yogurt. Produk ini mengandung mikroorganisme hidup yang baik bagi pencernaan.

Itulah tadi uraian mengenai gejala, penyebab, dan pengobatan diare setelah minum susu. Perlu ditambahkan bahwa baik karena alergi susu atau intoleransi laktosa, ketika Anda diare setelah minum susu, sangat disarankan untuk memperbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi akibat diare. Meminum cairan oralit juga dianjurkan untuk menghindari kekurangan cairan tubuh akibat diare. Sebenarnya meminum air putih secara rutin juga sangat dianjurkan meskipun Anda telah merasa ciri-ciri diare sembuh. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda semua.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Diare