Sponsors Link

Diare Setelah Minum Kopi: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Sponsors Link

Bagi beberap orang, meminum kopi di pagi hari adalah sebuah ritual yang wajib dilakukan untuk memulai hari dengan lebih segar. Bagi beberapa orang lainnya, kopi adalah senjata yang ampuh untuk mengusir rasa kantuk untuk menyegarkan badan kembali. Sedangkan bagi penikmat kopi, aneh rasanya jika melewati hari tanpa secangkir kopi. Hal tersebut menjadikan Kopi sebagai salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Ditambah lagi dengan semakin banyaknya produk kopi siap saji yang bermunculan, serta menjamurnya warung kopi, menjadi salah satu alasan mengapa kopi dapat mudah dijangkau oleh banyak orang.

ads

Akan tetapi, tidak semua orang dapat menikmati kopi dengan sepenuhnya, karena kopi terkadang menimbulkan efek samping buruk dengan cepat. Diare adalah salah satu efek samping buruk yang dapat ditimbulkan oleh kopi. Keinginan untuk buang air besar karena minum kopi, biasanya langsung terjadi beberapa menit setelah kopi masuk ke dalam perut. Tentu saja hal ini sangat menyebalkan terutama bagi Anda yang menyukai kopi. Sebenarnya, apa sih gejala dan penyebab mencret atau diare setelah minum kopi ini? Apakah ada pengobatannya? Mari kita bahas satu per satu.

Gejala diare setelah minum kopi

Gejala yang menandai diare setelah minum kopi pada umumnya sama seperti gejala diare biasa. Gejala-gejala tersebut di antaranya:

  1. Perasaan ingin buang air besar beberapa menit setelah minum kopi
  2. Feses yang keluar encer atau cair
  3. Rasa nyeri dan kembung pada perut
  4. Perut bergemuruh atau berbunyi, Terkadang diiringi oleh rasa mual, muntah, dan demam.
  5. Bertambahnya frekuensi buang air besar dalam satu hari.

Penyebab diare setelah minum kopi

Banyak yang menduga bahwa kafein yang terkandung dalam kopi adalah biang kerok diare setelah minum kopi. Faktanya, beberapa orang juga mengidap diare setelah mengonsumsi kopi tanpa kafein. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kafein bukanlah penyebab utama dan penyebab satu-satunya buang air besar setelah minum kopi. Ada juga zat lain di dalam kopi yang menjadi penyebab gangguan pencernaan ini. Tentu saja ada banyak sekali zat dan senyawa penyusun kopi. Zat dan senyawa tersebut juga yang menentukan sifat-sifat kopi. Sebenarnya, sifat-sifat kopi dibawah ini lah yang menjadi penyebab diare setelah minum kopi.

  • Sifat Pencahar

Kopi terkadang dimanfaatkan oleh beberapa orang sebagai obat pencahar. Hal itu dikarenakan kopi mengandung agen stimulan xanthine dan teofilin yang terdapat dalam kafein. Xanthine dan teofilin dapat menstimulasi proses peristaltik, yakni gerakan otot pada saluran pencernaan untuk mencerna makanan.

Ketika menstimulasi, kedua agen tersebut membuat makanan melewati usus dan bergerak mendekati rektum dengan sangat cepat, sehingga dapat membuat si peminum ingin buang air besar langsung beberapa menit setelah minum kopi. Selain bersifat pencahar, xanthine juga dikenal dengan sifat diuretik, yakni zat yang dapat membuang cairan dalam tubuh melalui urin. Jadi, jangan heran apabila setelah minum kopi frekuensi keinginan untuk buang air kecil juga bertambah.

  • Meningkatkan Produksi Hormon Gastrin

Gastrin adalah hormon yang dikenal dapat meningkatkan dan mempercepat gerakan atau motorik usus besar. ketika hormon gastrin meningkat, aktivitas pencernaan juga meningkat, yang menyebabkan penaikan produksi asam lambung. Dengan kata lain, hormon gastrin bisa mendorong perut untuk bekerja lebih cepat dari kecepatan normal. Akibatnya, perut menjadi lebih cepat kosong, dan perasaan mulas serta keinginan untuk buang air besar pun menyerang si penderita. Selain diare, peningkatan produksi hormon gastrin yang berlebihan juga beresiko untuk menyebabkan luka pada dinding perut.

Sponsors Link

  • Sifat Asam

Seorang anggota American Dietetic Association yang bernama Mari Refetto pernah mengungkapkan bahwa biji kopi itu bersifat asam. Kandungan asam ini menjadi salah satu penyebab diare setelah minum kopi. Ketika kopi berada di dalam perut, ada kemungkinan sifat asam yang dibawanya akan meningkatkan produksi asam lambung dan asam empedu di dalam tubuh.

Kopi dapat membuat empedu yang seharusnya tersimpan di dalam kantong empedu, terlepas ke dalam usus. Ketika ini terjadi, kemungkinan besar diare akan terjadi juga. Tingkat keseluruhan keasaman tubuh yang meningkat juga dapat membuat proses pencernaan terjadi lebih cepat dari biasanya. Selain itu, sifat asam dalam kopi juga membuat kopi menjadi salah satu makanan penyebab infeksi usus.

Sponsors Link

Selain sifat-sifat kopi tersebut, pemanis, susu, dan krim dalam kopi juga dapat menjadi penyebab diare setelah minum kopi, sebab zat-zat tersebut bisa saja mengandung alergen atau pemicu alergi pada peminum kopi yang menderita alergi. Diare adalah salah satu gejala alergi tertentu, misal alergi susu. Selain itu, susu dan krim pada kopi mengandung laktosa yang menyebabkan diare terutama bagi orang yang mengidap gangguan gejala intoleransi laktosa.

Pengobatan diare setelah minum kopi

Sama halnya seperti cara pencegahan diare ringan biasa, meningkatkan konsumsi cairan ke dalam tubuh adalah pengobatan pertama dan utama ynag harus dilakukan. Minumlah air putih setidaknya 6-8 gelas per hari disertai dengan minum oralit untuk mencegah dehidrasi akibat diare. Selain itu, cobalah makanan untuk penderita diare, buah untuk menghentikan diare dan menghindar dari makanan penyebab diare.

Itulah tadi penjelasan singkat mengenai gejala, penyebab dan pengobatan diare setelah minum kopi. Ingatlah selalu bahwa kondisi tubuh tiap orang itu berbeda, sehingga penyebab dan penanganan suatu penyakit pada tiap orang juga berbeda. Begitu pula dalam menangani diare setelah minum kopi. Alangkah baiknya jika berkonsultasi dengan tenaga ahli sebelum menentukan langkah penyembuhan apa yang cocok bagi Anda.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Diare