Sponsors Link

Diare Sampai Keluar Darah: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Sponsors Link

Diare terjadi ketika makanan dan minuman yang dicerna, melewati usus dengan terlalu cepat. Pada orang yang sehat, usus mencerna makanan untuk dijadikan feses yang padat. Akan tetapi bagi penderita diare, makanan yang dicerna malah keluar dalam bentuk feses yang encer atau cair. Selain itu, frekuensi keinginan untuk buang air besar para penderita diare akan bertambah.

ads

Gejala diare yang disebutkan di atas, yakni kekerapan buang air besar dan feses cair, merupakan gejala diare ringan pada umumnya. Pengobatannya pun biasanya dapat mudah dilakukan sendiri di rumah tanpa harus meminta bantuan dokter. Salah satunya yakni dengan menjaga makanan untuk penderita diare dan dengan cara mengonsumsi buah untuk menghentikan diare. Namun, bagaimana jika diare disertai dengan gejala serius dan tak wajar seperi terdapat darah dalam feses atau diare berdarah? Apabila hal itu terjadi, besar kemungkinan Anda menderita gejala diare berat. Penanganan diare berat tidak bisa hanya dilakukan melalui pengobatan di rumah saja, terkadang pertolongan dokter pun dibutuhkan untuk membantu menyembuhkan gangguannya.

Penyebab Diare Berdarah

Pada umumnya, diare terjadi karena adanya infeksi pada alat pencernaan oleh mikroorganisme sperti bakteri dan virus. Akan tetapi, diare berdarah bukan terjadi karena hanya ada infeksi oleh mikroorganisme saja, penyebab diare berdarah juga karena kondisi-kondisi tertentu, misalnya wasir atau ambeien (hemorrhoid) atau fisura ani (robekan pada jaringan yang melapisi anus atau rektum). Berikut ini adalah penyebab diare berdarah lainnya:

1. Penyakit Crohn

Penyakit crohn atau crohn’s disease adalah penyakit atau gangguan peradangan kronis pada sistem pencernaan. crohn’s disease termasuk ke dalam kategori penyakit radang usus. Penyakit ini dapat menginfeksi area sistem pencernaan mana saja di mulai dari mulut sampai anus. Gejala penyakit ini di antaranya adalah mudah lelah, mual, keram dan kembung pada perut, diare disertai darah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan drastis berat badan.

Sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk menyembuhkan penyakit Crohn. Obat yang dianjurkan oleh dokter biasanya hanya akan meredakan peradangan dan rasa tak nyaman saja. Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba mengonsumsi makanan kaya akan probiotik, karena probiotik dapat membantu memulihkan bakteri baik dalam saluran pencernaan.

2. Disentri

Disentri adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri salmonella atau shigella pada usus. Selain diare berdarah, gejala umum yang menandai penyakit ini adalah demam dan rasa nyeri serta keram pada perut. Penderita disentri sebaiknya memperbanyak meminum air putih atau mengonsumsi oralit untuk mencegah dehidrasi. Meminum antibiotik pun diperbolehkan jika memang perlu sebagai cara mengobati disentri.

3. Radang Usus Besar

Ischemic colitis dan ulcerative colitis atau penyakit radang usus besar terjadi ketika aliran darah menuju usus besar berkurang dan terganggu akibat dari pemburuh darah (arteri) yang menyempit atau tersumbat. Aliran darah yang terganggu tersebut tidak memiliki jumlah kadar oksigen yang cukup. Alhasil, hal tersebut membuat usus besar meradang. Ulcerative colitis dan Ischemic colitis dapat terjadi pada bagian usus besar mana saja, tetapi kebanyakan penderita merasakan sakit pada bagian kiri perut. Biasanya gejala radang usus besar ini ditandai oleh diare bercampur darah, rasa sakit pada perut, mual, nafsu makan hilang, serta demam.

Sponsors Link

Ada beberapa jenis obat yang dapat membantu meredakan gejala penyakit ini, di antaranya adalah obat anti inflamasi, obat penambah imun tubuh, dan antibiotik. Bagi Anda yang ingin melakukan pengobatan di rumah, cobalah mengonsumsi makanan mengandung probiotik dan prebiotik, untuk menambah bakteri baik pada sistem pencernaan.

4. Kanker Usus Besar

Kanker usus besar atau kanker kolon terjadi ketika sel kanker ganas tumbuh pada usus besar atau rektum. Mayoritas penderita kanker usus besar adalah para lansia yang berusia di atas 60 tahun. Gejala yang dirasakan oleh para penderita penyakit ini adalah diare atau konstipasi, terdapat darah dalam feses, terasa nyeri dan kembung pada perut, nafsu makan menurun, mudah lelah, serta menurunnya berat badan.

Kanker memang merupakan penyakit yang ganas yang sukar dilawan. kemoterapi, radioterapi, dan operasi adalah beberapa cara untuk membunuh sel-sel kanker. Namun, cara-cara pengobatan tersebut harus dilakukan dan didampingi oleh dokter. Apabila Anda ingin mencoba melakukan pengobatan kanker usus besar di rumah, cobalah memperbanyak mengonsumsi bayam, salmon, ginseng, bawang putih, dan teh hijau untuk membantu mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman akibat kanker. Memperbanyak aktivitas fisik ringan serta berhenti merokok juga cara yang patut dicoba sebagai pengobatan kanker kolon.

Sponsors Link

5. Infeksi Bakteri E. coli

Escherichia coli, atau biasa disingkat dengan E. coli adalah mikroorganisme berupa bakteri yang dapat menginfeksi saluran pencernaan yang kemudian akan menyebabkan diare. Bakteri ini juga merupakan penyebab infeksi usus. Penyebaran bakteri ini biasanya melalui mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, terutama daging mentah.

Sebagian besar bakteri ini biasanya hanya menyebabkan diare ringan, tetapi ada beberapa jenis E. coli yang dapat menyebabkan diare berat yang disertai dengan darah. Gejala umum jika terinfeksi bakteri E. coli adalah diare berdarah, nyeri dan keram pada perut, dan demam. Pengobatan pertama yang dilakukan apabila terinfeksi E. coli adalah dengan minum air putih atau oralit sebanyak mungkin agar terhindar dari dehidrasi.

Pengobatan Dokter

Diare sampai keluar darah biasanya merupakan tanda usus sedang terinfeksi. Terkadang, diare berdarah juga merupakan indikasi adanya penyakit yang lebih serius yang menyerang Anda, seperti masalah pada pembuluh darah di usus atau kanker.

Itulah tadi beberapa penyebab diare sampai keluar darah. Perlu diingatkan bahwa diare berdarah adalah bukan penyakit ringan yang selalu dapat diobati sendiri di rumah. Pemeriksaan oleh dokter sangat diperlukan agar mengetahui tindakan dan jenis pengobatan apa yang patut untuk dilakukan.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Diare