Sponsors Link

7 Ciri-ciri Usus Tersumbat pada Bayi yang Akurat

Sponsors Link

Usus tersumbat adalah kelainan yang ada di bagian usus. Umumnya hal ini terjadi pada usus besar atau rektrum. Pada usus normal terdapat sel-sel saraf yang mengatur kinerja dari usus tetapi, pada usus yang tersumbat, sel-sel saraf tersebut terganggu dan mengalami kelainan. Kelainan ini menyebabkan tidak mampu nya tubuh mengeluarkan tinja atau feses karena adanya bagian usus yang tidak normal. Riset menemukan bahwa perbandingan kelainan usus tersumbat ini adalah bayi laki-laki 4:1 dengan bayi perempuan.

ads

Ciri-ciri usus tersumbat pada bayi

Usus tersumbat bisa saja baru kelihatan pada saat anak-anak atau dewasa tetapi, pasti sudah ada gejala-gejala yang timbul dari bayi baik itu gejala ringan atau gejala berat. Usus tersumbat bisa menyebabkan infeksi di bagian pencernaan karena menumpuknya makanan yang tidak dapat dicerna di bagian usus besar. Usus tersumbat dapat terjadi dikarenakan belum sempurnanya perkembangan saraf pada usus sehingga membuat usus tidak dapat berkerja dengan normal. Ketahui ciri-ciri usus tersumbat pada bayi agar dapat ditangani dengan segera.

  1. Memuntahkan cairan yang berwarna hijau atau coklat

Ciri-ciri ini hampir sama dengan ciri-ciri usus terlipat. Hanya bedanya adalah cairan yang dikeluarkan berwarna hijau kekuningan. Memuntahkan cairan yang tidak biasa menandakan adanya kelainan pada organ pencernaan.

  1. Mencret keluar dengan darah

Bayi yang mengalami kelainan usus tersumbat ini akan mengalami dimana mencret yang keluar bercampur dengan darah. Jika terus menerus dibiarkan maka akan menyebabkan timbul iritasi pada anus atau bahkan ambeien.

  1. Perut bayi yang terlihat membesar

Perut bayi membesar dikarenakan tidak keluarnya tinja melalui anus sehingga sisa-sisa pencernaan akan tertampung pada usus besar. Hal ini akan membuat perut membesar karena ada bagian dalam usus besar yang ikut membesar.

  1. Susah BAB

BAB menjadi tidak lancar karena adanya kelainan ini. Setelah diare susah BAB sangat buruk bagi kesehatan bayi. BAB tidak dapat keluar karena tertahan pada usus besar. Adanya saraf yang tidak berfungsi pada usus besar mengakibatkan BAB yang tidak dapat keluar melalui anus.

  1. Sakit pada perut

Perut yang terus membesar adalah hal yang tidak mengenakkan terutama jika dialami oleh seorang bayi. Sakit yang dirasakan adalah berasal dari usus besar yang mengalami penyumbatan.

  1. Nafsu makan yang menurun

Sakit yang dirasakan bayi seperti susah BAB, mencret yang keluar dengan darah, dan perut bayi yang membesar membuat bayi menjadi lemas dan tidak ingin makan. Nafsu makan yang terus menurun akan menyebabkan tidak adanya asupan yang bergizi guna memberi tenaga bagi bayi.

  1. Adanya gangguan pada pertumbuhan

Hal-hal diatas, jika terus dibiarkan, maka yang terjadi adalah bayi mengalami gangguan pertumbuhan. Bayi bisa mengalami gizi buruk atau kemungkinan penyakit-penyakit lainnya yang dapat menyerang bayi. (Sayuran Pelancar BAB)

Baca juga :

Sponsors Link

Jenis-Jenis Operasi Ostomy

Setelah anda mengetahui ciri-ciri usus tersumbat pada bayi, maka perlu anda ketahui juga pengobatan apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi kelainan ini. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan cara operasi. Operasi ini dilakukan dengan memotong usus besar yang tidak mempunyai sel-sel saraf. Usus besar yang mengalami masalah ini akan diangkat dan bagian yang normal akan ditarik dan disambungkan dengan anus. Bayi yang akan melalukan operasi ini tidak boleh meminum ASI dan makanan. Makanan dan minuman yang diperlukan oleh bayi akan diberikan melaui infus yang ada. Proses yang lainnya sebelum melakukan operasi adalah membersihkan usus dari segala zat-zat yang ada agar operasi dapat berjalan dengan lancar.

Selain operasi dengan cara seperti yang ada diatas, ada juga operasi menggunakan metode lain. Operasi ini disebut dengan operasi ostomy. Operasi ostomy dilakukan untuk membuat stoma atau lubang untuk memudahkan keluarnya tinja kearah anus. Sebenarnya operasi ini bukan hanya untuk menangani kelainan usus tersumbat pada bayi tetapi juga dapat mengatasi kelainan lainnya. Berikut jenis-jenis operasi ostomy:

Sponsors Link

  • Laryngectomy (membuat lubang pada laring)
  • Ileostomy (membuat lubang pada usus kecil)
  • Colostomy (membuat lubang pada usus besar)
  • Urostomy (membuat lubang pada saluran kemih)

Resiko Operasi Ostomy

Operasi ostomy yang dilakukan harus tetap mendapatkan perawatan setelah proses operasi selesai. Perawatan yang dilakukan harus dengan bantuan dokter atau tenaga medis profesional agar lubang yang dibuat dari operasi ostomy tetap berada pada posisi yang semestinya. Adapun operasi ini memiliki resiko sebagai berikut :

  • Adanya iritasi ringan di sekitar lokasi colostomy karena bagian tersebut terkena feses.
  • Adanya hernia parastomal. Hernia parastomal adalah membengkaknya perut yang dekat dengan saluran stoma dikarenakan otot dinding perut yang lemah. Ini biasanya dapat terjadi pada sekitar 10-25% dari pasien colostomy.
  • Jaringan di stoma yang mati. Kematian yang terjadi pada jaringan ini menandakana adanya komplikasi setelah operasi colostomy dilakukan. Hal ini terjadi karena pasokan darah yang kurang di bagian usus. Untuk mengatasi hal ini diperlukan adanya operasi colostomy ulang.

Pilihlah penanganan yang tepat untuk mengatasi kelainan usus tersumbat pada bayi. Kenali penyakitnya dan melakukan tindakan yang tepat dapat mengurangi resiko-resiko yang mungkin akan terjadi.

Sponsors Link
, , ,