Sponsors Link

7 Ciri-Ciri Dispepsia Pada Tubuh Yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

 DispepsiaDispepsia adalah rasa sakit atau perasaan tidak nyaman di bagian tengah sampai atas perut. Rasa sakit itu biasanya akan timbul  dan hilang, orang-orang dari segala tingkat usia bisa terkena dispepsia. Baik pria maupun wanita bisa terkena. Kebanyakan orang dengan gangguan pencernaan merasakan sakit dan merasa tidak nyaman di perut atau dada. Sensasi umumnya terjadi segera setelah mengkonsumsi makanan atau minuman. Mungkin juga dapat  membuat seseorang merasa kenyang atau tidak nyaman saat makan, bahkan jika mereka belum makan makanan sekalipun..

ads

Ciri-Ciri Terkena Dispepsia

Berikut ini beberapa ciri atau gejala  dispepsia :

  1. Sakit atau tidak nyaman di perut
  2. Rasa sakit perut yang menggigit atau terasa terbakar
  3. Kembung
  4. Mulas
  5. Mual (sakit perut)
  6. Muntah
  7. Bersendawa

Ada beberapa perbedaan dispepsia dan tukak lambung, jika pasien belum mengetahuinya, maka tanyakan kepada dokter, agar pasien dapat memperoleh pengetahuan yang cukup mengenai penyakit yang dideritanya. Ada beberapa kondisi yang penting untuk dikonsultasikan atau ditanyakan kepada dokter dalam rangka mengobati dispepsia ini, beberapa diantaranya :

  • Perubahan gaya hidup apa yang bisa saya lakukan untuk  membantu menyembuhkan dispepsia saya?
  • Obat apa yang bisa sayakonsumsi untuk membantu mengatasi gejala dispepsia ?
  • Apakah ada efek sampingnya ?
  • Obat apa yang harus saya hindari ?
  • Apakah ada makanan tertentu yang harus saya hindari atau yang seharusnya saya konsumsi lebih banyak ?
  • Apakah dispepsia merupakan tanda atau gejala dari adanya penyakit lain ?

Seringkali, dispepsia disebabkan oleh sakit maag atau penyakit refluks asam. Jika Anda memiliki penyakit refluks asam, asam lambung punggung akan naik ke esofagus (“tabung” yang merupakan saluran yang menghubungkan dari mulut ke perut). Hal ini menyebabkan rasa sakit di bagian dada. Dokter mungkin melakukan beberapa tes untuk mengetahui apakah pasien  memiliki penyakit ulkus atau asam refluks. Beberapa obat, seperti obat anti-inflamasi, dapat menyebabkan dispepsia dan perlu juga dihindari makanan penyebab asam lambung kambuh.

Ketika  dokter tidak dapat menemukan penyebab gangguan pencernaan, pasien tersebut dapat mengalami dispepsia fungsional. Ini merupakan  jenis gangguan pencernaan tanpa penyakit struktural atau metabolik. Hal ini mungkin disebabkan oleh gangguan perut yang bersifat mencegah penerimaan dan mencerna makanan dengan cara biasanya. Beberapa penyebab atau faktor pencetus dispepsia antara lain :

  1. Makan terlalu banyak atau terlalu cepat
  2. Makan makanan berlemak, berminyak, atau pedas
  3. Minum terlalu banyak alkohol
  4. Terlalu banyak mengkonsumsi coklat atau soda
  5. Trauma emosional
  6. Batu empedu gastritis
  7. Radang lambung
  8. Infeksi hiatus hernia, terutama dengan bakteri yang disebut Helicobacter pylori (H. pylori)
  9. Kegugupan kegemukan pankreatitis, atau radang pankreas tukak lambung

Pengobatan Dispepsia

Sponsors Link

Perawatan atau terapi dispepsia terhadap pasien akan tergantung pada apa yang menjadi penyebab dispepsia yang dialami yang bersangkutan Jika pasien misalnya memiliki sakit maag, maka dapat  disembuhkan dengan minum obat pencegah asam lambung. Jika memiliki infeksi di perut  mungkin si pasien juga perlu minum antibiotik.  Obat yang mengurangi jumlah asam di perut mungkin akan dapat  membantu menghilangkan rasa sakit . Obat ini juga dapat membantu mengatasi penyakit refluks asam. Dokter  mungkin juga  akan  melakukan teknik endoskopi (tabung kecil dengan kamera di dalamnya dimasukkan ke mulut pasien dan turun ke perut, untuk melihat ke dalam perut pasien untuk mencoba menemukan penyebab rasa sakit tersebut).

Pasien mungkin  masih mengalami sakit perut setelah mengonsumsi obat dispepsia selama 8 minggu. Rasa sakit akan hilang untuk sementara tetapi kembali lagi. Adapun pencegahan dispepsia dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat-obatan untuk dispepsia dan hanya memiliki efek samping kecil yang dapat hilang dengan sendirinya. Beberapa jenis obat-obatan dapat membuat lidah atau tinja menjadi hitam. Beberapa dapat menyebabkan sakit kepala, mual atau diare.

Jika pasien  memiliki efek samping yang dapat menyulitkan yang bersangkutan untuk minum obat dispepsia, maka konsultasikan dengan dokter. Dokter  mungkin meminta pasien untuk mengkonsumsi obat yang berbeda atau mungkin menyarankan sesuatu yang dapat dilakukan untuk membuat efek sampingnya berkurang. Minumlah obat sesuai dengan petunjuk dokter.

Sponsors Link

Jika perlu minum antibiotik, minumlah semua pil yang diberikan, walaupun kondisi tubuh sudah merasa lebih baik. Pasien dapat melakukan beberapa hal berikut untuk membantu tubuh merasa lebih baik yaitu :

  • Jika anda perokok, maka hentikan kebiasaan merokok tersebut.
  • Jika beberapa makanan mengganggu perut, cobalah untuk tidak memakannya.
  • Cobalah untuk mengurangi stress
  • Jika  memiliki refluks asam atau tanda-tanda asam lambung naik, sebaiknya jangan makan sebelum tidur.
  • Mengangkat kepala tempat tidur dengan meletakkan ganjal di bawah kedua kaki juga dapat membantu (kecuali dokter memberi saran sebaliknya)
  • Jangan mengkonsumsi terlalu banyak obat anti-radang seperti ibuprofen (merk : Motrin), aspirin, naproxen (nama merk : Aleve) dan ketoprofen (nama merk : Orudis). Acetaminophen (nama merk: Tylenol)

Kapan dispepsia Menjadi Kondisi Serius ?

Kadang-kadang dispepsia dapat menjadi tanda masalah serius, misalnya, ditandai dengan gejala sakit perut yang mendalam. Jarang terjadi, dispepsia disebabkan oleh faktor kanker perut. Jika  mengalami dispepsia, segera konsultasikan dengan dokter apabila  terdapat  salah satu dari hal berikut ini :

  • Berusia lebih dari 50 tahun
  • Kehilangan berat badan walaupun dapat makan normal seperti biasa
  • Muntah hebat
  • Memiliki feces berwarna hitam

Demikian beberapa adanya ciri-ciri dari penyakit dispepsia pada tubuh anda yang bisa anda ketahui, supaya anda bisa mengobatinya dengan segera.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :