Sponsors Link

10 Cara Mengobati Sindrom Iritasi Usus Besar yang Benar dan Tepat

Sponsors Link

Sindrom Iritasi Usus atau Irritable Bowel Syndrome adalah gangguan pada system pencernaan manusia, yang merupakan penyakit kronis yang menyerang organ usus besar. Gangguan penyakit ini juga bisa terasa hilang timbul, hingga jangka waktu tahunan bahkan seumur hidup penderitanya.

ads

Umumnya,  manusia dikategori usia 20 hingga 30 tahunan,  bisa mengalami IBS ini.  Serangan penyakit ini bisa terjadi pada manusia selama beberapa hari hingga beberapa bulan, terutama efek makan tidak dikunyah jika dipicu oleh meningkatnya stress serta pola makan yang buruk pada diri seseorang.

Gejala Sindrom Iritasi Usus Besar

Setiap orang yang terdiagnosa penyakit iritasi usus ini, tentunya akan memiliki gejala yang berbeda-beda. Namun, secara umum, gejala yang dirasakan oleh penderita IBS ini sebagai berikut :

  • Mengalami kram dan sakit perut sehingga gejala akan berkurang setelah buang air besar
  • Tinja berlendir
  • mual
  • Mules
  • Sering membuang angin
  • Perut bengkak dan kembung
  • Bab tidak tuntas
  • Berasa ingin bab
  • Nyeri kemih terasa di saat malam hari ketika buang air kecil
  • Mengalami konstipasi atau diare
  • Merasakan nyeri punggung

Gangguan penyakit berupa sindrom iritasi usus besar atau IBS ini, umumnya bukan termasuk penyakit yang berbahaya dan bisa sembuh setelah penderitanya sering melakukan BAB. Namun, dalam kasus yang parah, penyakit ini sembuh untuk sementara, namun efek iritasinya pengaruh maag terhadap sakit kepala tidak hilang. Jika seperti itu, maka penderita harus waspada. Berat badan bisa saja menurun, mengalami sakit perut, hingga anus berdarah. Sebaiknya segera ditangani secara medis.

Penyebab Sindrom Iritasi Usus Besar

Penyebab dari gangguan penyakit ini sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga memicu kondisi iritasi ini bisa hubungan sakit maag dengan sesak nafas terjadi pada organ usus. Faktor tersebut seperti berikut :

  • Jenis Makanan

Jenis makanan serta minuman yang biasa dikonsumsi, tanpa memperhatikan kesehatan pencernaan, diduga sangat berpotensi untuk menimbulkan penyakit ini. beberapa contoh seperti minuman keras, cokelat, minuman bersoda, minuman berkafein dan lainya.

  • Pengaruh Psikologis

Keadaan psikologis seseorang seperti obat tradisional radang usus rasa stress dan cemas yang berlebihan, juga dapat memicu system pencernaan seseorang menjadi kurang lancar.

Sponsors Link

  • Sistem Pencernaan Terganggu

Kinerja system pencernaan tentu saja tidak berjalan lancar dalam kasus iritasi usus ini. Seseorang bisa mengalami diare atau bahkan sembelit. Sinyal otak yang terganggu juga berpengaruh terhadap kinerja organ usus, sehingga menjadi abnormal.

Cara Mengobati Sindrom Iritasi Usus Besar

Setelah melakukan pemeriksaan medis, ternyata Anda di sindrom usus pendek diagnose terkena IBS atau sindrom iritasi usus besar ini, maka ada beberapa langkah pengobatan yang dapat Anda lakukan, untuk mengatasi IBS ini, berikut penjelasanya :

  • Mengatur Pola Makan Konsumsi Serat

Sebaiknya mulai mengatur pola makan dengan mengutamakan konsumsi serat yang mudah larut dalam pencernaan. Hal ini akan mempermudah kinerja usus kita.

ads
  • Menyusun Pola Makan Sesuai dengan IBS yang Dialami

Sebaiknya penderita IBS menghindari makanan serta tumor usus minuman yang dapat memicu IBS menjadi semakin parah. Buatlah menu dan pola makan yang seharusnya dikonsumsi apa saja.

  • Rajin berolahraga

Gunakan waktu setidaknya selama 2.5 jam dalam satu minggu, untuk melakukan olahraga atau aerobic dengan tingkat intensitas yang sedang. Contoh olahraga yang dapat dilakukan adalah bersepeda atau jalan cepat.

  • Menurunkan Tingkat Stress

Untuk menurunkan tingkat stress yang mungkin cukup sulit untuk dihilangkan, disarankan Anda melakukan beberapa gerakan olahraga yang membuat rilexs, seperti Meditasi dan Yoga.

  • Mengkonsumsi Prebiotik

Karena IBS menyerang organ usus kita, maka dianjurkan untuk mengkonsumsi minuman prebiotik yang dapat menyehatkan system pencernaan dan mampu mengembalikan keseimbangan, berupa bakteri normal atau bakteri baik untuk kesehatan usus kita.

  • Mengkonsumsi Obat Khusus

Pasien penderita IBS juga dapat mengkonsumsi obat khusus yang dianjurkan untuk mengatasi IBS yang sedang di derita. Anda bisa mengkonsumsi obat anti diare agar gerakan usus tidak terlalu aktif. Berikan dalam dosis yang rendah. Anda juga dapat mengkonsumsi obat herbal yang aman dan tanpa efek samping.

  • Melakukan Terapi Psikologis

Ada juga metode pengobatan dengan cara terapi yang dapat dilakukan untuk pengobatan IBS. Biasanya Anda dapat memilih terapi dengan hypnoterapi atau psikoterapi.

  • Konsumsi Teh Herbal

Tahukah Anda bahwa teh herbal dapat menyembuhkan penyakit sindrom iritasi usus. Ambil teh chamomile yang kering dan siapkan segelas air panas, lalu seduh dan biarkan selama 10 menit. Minum minimal 2 kali sehari, khususnya jika terjadi kram pada perut. Jika Anda pernah mengalami heartburn sebaiknya tidak mengkonsumsi teh herbal ini.

  • Lada dan Kapulaga

Kedua jenis rempah-rempah ini ternyata dapat dimanfaatkan penyebab bab berdarah sebagai obat untuk iritasi sindrom usus yang aman untuk dikonsumsi. Gunakan kapulaga , jahe serta merica dengan mencampurkan kesemua bahan ini dan mencampurnya dengan air hangat. Meminum ramuan ini, dapat membantu menyembuhkan sindrom iritasi usus. Bahan alami ini juga mengandung anti inflamasi.

Sponsors Link

  • Melakukan Tindakan Medis 

jika sakit iritasi sindrom usus yang diderita semakin menunjukan gejala yang parah, maka sebaiknya segera melakukan tindakan medis dengan berkonsultasi bersama dokter terlebih dulu. Biasanya, tindakan operasi akan dilakukan sesuai dengan diagnosa dokter lebih lanjut.

Diagnosa Sindrom Iritasi Usus Besar

Pasien yang menderita penyakit iritasi sindrom usus dan melakukan check up ke dokter, maka dokter akan memberikan diagnosis dengan bertanya mengenai gejala-gejala pasien terlebih dulu. Namun, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut, jika dokter mendeteksi kemungkinan penyakit lain. Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan pemeriksaan sampel tinja atau tes darah.

Setelah pemeriksaan lebih lanjut dilakukan, barulah tindakan pengobatan harus diberikan. Selain itu, pasien juga disarankan untuk melakukan tindakan pencegahan tertentu, agar setelah diperiksa, penyakit sindrom iritasi usus ini tidak kambuh kembali.

Sponsors Link
, ,
Oleh :