Sponsors Link

Buang Air Besar Terus Menerus Tapi Tidak Mencret Pertanda Penyakit Serius?

Sponsors Link

BAB adalah proses akhir dalam system pencernaan manusia, dimana sisa-sisa penyerapan makanan yang dilakukan oleh organ pencernaan (usus) kemudian akan menghasilkan ampas dan harus dikeluarkan. Ampas yang kemudian menjadi tinja atau feses yang dikeluarkan dengan buang air besar. Secara normal, seseorang seharusnya melakukan BAB hingga 3 kali dalam satu minggu. Selebihnya, jika kurang atau lebih dari normal, maka disimpulkan orang tersebut sedang mengalami gangguan pencernaan.

ads

Kegiatan BAB setiap manusia, frekuensinya berbeda-beda, sebagian orang malah mengalami ketidaklancaran saat BAB. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, terutama makanan dan minuman yang dikonsumsi. Orang yang terlalu banyak mengkonsumsi makanan dengan rasa pedas atau makanan berlemak dan yang mengandung  zat pemanis ( gula) secara berlebihan,  bisa membuat pencernaanya terganggu, seperti mengalami konstipasi atau sembelit dan sebaliknya malah mengalami diare obat tradisional tumor perut dalam kurun waktu tertentu.

BAB yang Sehat dan Normal

Sebelum mencari tahu apakah BAB yang terus menerus tapi tidak mencret merupakan pertanda pencernaan kita sehat, sebaiknya kita mengenali terlebih dulu mengenai ciri atau tanda BAB yang normal dan sehat, berikut ini:

  • Dari sisi warna

Warna feses menunjukkan apa yang Anda makan. Warna feses yang sehat beragam, mulai dari kuning, kecokelatan hingga kuning cerah atau sedikit kehijauan namun cerah.

Warna feses yang menunjukkan tubuh Anda tidak sehat adalah ketika warnanya:

  • hitam, berarti Anda mengalami pendarahan di dalam pencernaan
  • hijau tua, tubuh kekurangan zat besi serta membutuhkan obat
  • merah cerah,  ada pendarahan di sistem pencernaan bagian bawah
  • putih,  dugaan kanker pankreas atau hepatitis

Penting untuk mengukur kesehatan pencernaan kita, dengan melihat hasil feses yang keluar ketika BAB. Tidak ada salahnya jika sesekali kita mengecek keadaanya, terlebih ketika kita mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare dalam waktu tertentu.

  • Dilihat dari bentuknya

Keadaan feses yang normal itu biasanya bersifat tidak terlalu keras juga tidak lembek. Feses yang sehat seperti itu tentu akan mudah dikeluarkan dan tidak akan membuat anus kita sakit. Namun, jika ternyata feses yang keluar lebih keras atau disertai dengan lendir seperti minyak, itu bisa berarti tubuh tidak mampu menyerap lemak dengan maksimal. Hal itu tentu  merupakan indikasi dari sakit pancernaan, seperti  penyakit pankreas.

  • Mencium dari aromanya

Berbicara mengenai aroma feses, juga dapat menentukan apakah keadaan pencernaan kita sehat atau sebaliknya. Keadaan feses yang beraroma busuk, itu berarti di dalamnya terdapat kandungan bakteri atau parasit yang terdapat dalam organ usus. Jika feses yang busuk juga keluar dengan disertai darah atau perubahan warna feses yang menjadi kehitaman, maka ini menunjukkan telah terjadi infeksi pada pencernaan Anda.

  • Diare

Diare kerap membuat tubuh kekurangan cairan dan cairan hilang lebih cepat dalam beberapa waktu. Diare  juga salah satu pertanda yang menunjukkan, bahwa terdapat racun di dalam tubuh yang disebabkan oleh bakteri penyebab diare itu sendiri, yaitu salmonella typhi. Jika diare yang dialami telah terjadi dalam waktu lebih dari satu bulan, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter, sebelum menjadi lebih parah.

  • Konstipasi

Konstipasi atau sembelit, dapat terjadi karena beberapa sebab seperti  kurang serat, kurang berolahraga, mengonsumsi obat-obatan tertentu, dan kurang minum. Sembelit akan membuat keadaan perut menjadi terasa penuh dan sesak. Antisipasinya, sembelit bisa diatasi dengan banyak minum air putih atau obat khusus sembelit, agar BAB normal kembali.

 BAB Lembek Tidak Mencret

Bab Lembek menjadi pertanda bahwa keadaan  pencernaan kita sedang bermasalah. BAB yang lembek ditentukan dari bentuk fisik tinja yang menjadi hasil akhir pencernaan, serta frekuensi dari BAB itu sendiri. keadaan tersebut bisa dipengaruhi oleh pola makanan sehari-hari yang dikonsumsi

Bab lembek memiliki kandungan 75% air. Selain itu, kandungan lainya adalah kombinasi dari, bakteri hidup serta bakteri mati dari usus, serta berbagai lendir dan sel tubuh yang tidak diperlukan. Jika mengalami BAB yang lembek secara terus menerus, sebaiknya jangan panic terlebih dulu, dan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Jika tidak segera dilakukan tindakan medis, dikhawatirkan akan memunculkan gejala penyakit lain yang lebih serius.

Sponsors Link

Diketahui, terdapat  beberapa  jenis tinja atau kotoran manusia, yang salah satunya bertekstur  lembek dan lengket. Ternyata hal ini terjadi karena tinja  tersebut memiliki  kandungan 100%  ampas. Dalam suatu kasus orang yang BAB nya lembek, Untuk bab terkadang seseorang harus tetap mengejan, seperti cukup sulit untuk mengeluarkan tinja tersebut. Selain itu, perut akan terasa mulas, tinja tersebut terlihat pucat dan cara menghilangkan sesak nafas karena asam lambung tidak berair.

Keadaan tinja atau feses manusia seperti itu,  Menunjukan, bahwa beberapa faktor yang membuat seseorang bisa mengalami bab yang lembek tapi tidak mencret tersebut adalah  konsumsi jenis makanan yang berminyak, makanan pedas juga makanan yang berkuah dan bersantan. Selain itu, Keadaan tinja yang lembek tapi tidak mencret, juga diindikasikan sebagai gejala awal sakit diare. Jika sudah terkena diare, biasanya feses akan cenderung lembek hingga cair, serta mengeluarkan bau yang busuk.

Adapun beberap penyebab dari feses yang lembek, yang membuat seseorang mengalami buang air besar terus menerus tapi tidak mencret, bisa jadi karena :

  • Meminum air dengan kandungan mineral yang tinggi
  • Efek samping dari penggunaan obat pencahar
  • Terlalu banyak mengkonsumsi makanan mengandung potassium
  • Terlalu banyak konsumsi makanan pedas
  • Sedang mengalami stress

BAB Terus Menerus Tidak Mencret

Seorang pasien mengeluhkan sering BAB hingga 6 kali sehari. Walaupun begitu, pasien ini tidak mengalami mencret seperti diare, hanya saja kotoran yang keluar tidak banyak (sedikit-sedikit). Diare merupakan penyakit yang disertai dengan gejala perubahan konsistensi BAB (tinja) hingga lebih dari 3x sehari. Namun, dikatakan diare yang cukup kronis, jika tinja yang keluar itu disertai dengan darah atau lendir. Umumnya penyakit diare , dapat menyerang manusia, karena faktor kebersihan yang kurang maksimal. Baik dari segi makanan yang dikonsumsi, peralatan makanan yang digunakan, hingga keadaan lingkungan yang kurang sehat. Diare yang dibawa oleh bakteri, dapat membahayakan kesehatan pencernaan seseorang. Sebaiknya, lakukan cara mengatasi gizi buruk  tindakan medis agar dapat diatasi.

ads

Adanya perubahan jangka pendek dari frekuensi BAB sebenarnya cukup umum dialami orang dewasa. Menurut Anish Sheth,MD, seorang ahli pencernaan Princeton juga penulis What’s Your Poo Telling You? Yang juga dilansir dari lifestayle.okezone.com mengatakan bahwa perubahan pola makan, juga dapat meningkatkan frekuensi BAB seseorang. Keadaanya, bisa menjadi BAB terus menerus bisa juga sebaliknya jarang BAB (konstipasi). Namun, yang paling penting yang harus diperhatikan adalah cara menghilangkan mual saat tipes  ketika Anda mengalami perubahan mendadak pada pola BAB Anda.

Berikut ini beberapa penyebab yang merupakan indikasi BAB terus menerus tapi tidak mencret :

  • Pola Diet

Coba periksalah pola diet dalam makanan Anda. Perubahan pola makan dari biasanya, bisa juga menimbulkan keluhan buang air besar yang terus menerus tapi tidak mencret seperti hal nya diare. Hal tersebut, kemungkinan memang karena makanan diet yang dikonsumsi, yang membuat pola makan dan minum berubah secara keseluruhan.  Akhirnya timbul lah gangguan sistem pencernaan.

  • Kelebihan Serat

Jika Anda akhir-akhir ini lebih sering mengkonsumsi makanan yang lebih banyak sumber seratnya, khususnya mengkonsumsi makanan jenis sayuran berdaun gelap atau tepung gandum yang dapat membuat keadaan  tinja yang keluar lembek.

  • Konsumsi Jenis Obat Baru

Konsumsi obat baru, yang sebelumnya tidak pernah dikonsumsi, juga dapat mempengaruhi feses Anda. Obat baru  seperti jenis antibiotic,  dapat mengganggu keseimbangan normal bakteri baik dan buruk dalam saluran  cara mengobati perut perih akibat makan pedas pencernaan.

  • Penyakit Serius

Hal yang lebih penting adalah masalah BAB yang terus menerus tidak mencret, namun disebabkan oleh suatu gejala penyakit serius. Seperti kita ketahui, dalam system pencernaan, seseorang juga dapat mengidap sakit yang serius, yang dapat dideteksi dari keadaan feses nya, seperti penyakit kanker usus misalnya.

  • Penyakit Pencernaan Alami

Selain itu, Bab yang terus menerus tapi tidak mencret, juga bisa jadi karena penyakit pencernaan alami, yang biasa dialami sebagian orang. Gejala yang dapat timbul diakibatkan oleh penyakit ini diantaranya adalah : Sakit perut atau kram, perut kembung atau bengkak,  Buang air besar yang tidak tuntas, tinja mengandung lendir, sering buang air besar ( kebiasaan setiap perut terisi ) dan lain sebagainya.

  • Terlalu Sering Makan

mungkin kita pernah menjumpai seseorang yang cukup sering mengisi perutnya dengan berbagai makanan. Bisa jadi, reaksi usus dalam mencerna makanan tersebut cukup cepat, sehingga orang tersebut lebih sering melakukan BAB, namun tidak mengalami mencret.

  • IBS (irritable bowel syndrome)

Penyakit pencernaan ini menyerang organ usus besar dan termasuk pada penyakit yang kronik. Gejalanya bisa berupa sakit perut yang hilang timbul, tiba-tiba merokok menyebabkan kanker usus merasa ingin bab serta bab yang lembek atau lunak dan terus menerus.

  • Kanker Usus

Saat organ usus ditumbuhi kanker maka pertumbuhan sel yang abnormal, terjadi pada jaringan dan  dapat meningkatkan cairan didalam tinja sehingga tinja akan lebih lunak dan gagal untuk mengeras secara normal. Kondisi ini menyebabkan munculnya gejala buang cara mengatasi bab setelah makan air besar cair yang cukup sering dan tidak mudah disemnbuhkan dengan cepat.

Jika kondisi feses yang dikeluarkan sebagai hasil dari pencernaan Anda tidak kembali normal dalam kurun waktu dua minggu, atau terjadi secara berulang setiap beberapa minggu hingga mencapai satu bulan, maka pencernaan Anda sedang mengalami gangguan kesehatan yang cukup serius. Cobalah atasi keadaan ini terlabih dahulu dengan cara :

Sponsors Link

  • Menyusun pola makan yang sehat dan bergizi,
  • Atur konsumsi serat
  • Konsumsi produk probiotik
  • Teratur berolahraga sesuai dengan kemampuan
  • Kelola stress psikologis

Jika setelah melakukan cara – cara diatas kondisi yang Anda alami masih saja terjadi, maka disarankan kepada Anda untuk segera menemui Dokter Spesialis Penyakit Dalam agar dilakukan serangkaian penanganan lebih lanjut.

Adapun beberapa penyebab dari BAB yang menjadi mencret, bisa jadi karena :

  • Infeksi Virus

Jenis virus yang paling umum menyebabkan mencret pada orang dewasa adalah norovirus, sedangkan pada anak-anak, rotavirus.

  • Infeksi bakteri

Tahukah Anda, bahwa jenis bakteri yang cukup sering menjadi penyebab buang air besar dengan kondisi mencret adalah bakteri jenis enterotoksigenik  Escherichia coli atau bakteri E.coli. Bakteri ini terdapat pada organ usus besar.

  • Infeksi Parasit

Penyebab umum diare akut yang terakhir adalah infeksi parasit, yang dapat masuk ke saluran cerna ketika seseorang mengkonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi atau tidak bersih

  • Malabsorpsi dan Diare Osmotik

Penyebab ini yang menghasilkan terlalu banyak air yang diserap oleh organ  usus, dan menimbulkan  penyakit pencernaan baru, seperti  Celiac dan intoleransi laktosa

  • Radang usus

Radang usus juga dapat menyebabkan penyakit pencernaan serius lainya seperti,  kolitis ulserativa atau penyakit Crohn Iskemia usus, atau aliran darah berkurang ke usus Menjalani terapi kanker tertentu, seperti radiasi Penggunaan obat-obat tertentu, seperti antibiotik.

Kegiatan BAB adalah bagian akhir dari sistem pencernaan kita. Oleh sebab itu, sebaiknya kita dapat melakukan pengecekan ketika BAB terus menerus tapi tidak mencret, agar bisa mendeteksi jika ada penyakit serius yang sedang dialami.

Sponsors Link
, ,
Oleh :