Sponsors Link

Bolehkah Makan Telur Saat Diare? Berbahaya atau Tidak?

Sponsors Link

Gejala yang umum dirasakan saat terkena diare adalah perut sakit seperti kram yang diikuti dorongan kuat untuk buang air besar (BAB) hingga mencret. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja dan kapan saja. Menurut Steven Kussin, M.D., ahli gastroenterologi di New York dan penulis Doctor, Your Patient Will See You Now, cuci tangan adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah kemunculan kuman dan bakteri yang bisa menyebabkan diare. Berdasarkan penelitian The American Society of Microbiology, hanya 75% wanita dan 58% pria benar-benar mencuci tangan sehabis buang air di toilet.

ads

Mencuci tangan sebelum makan adalah cara pencegahan diare, saat terserang diare agar penyakit ini tidak bertambah parah, apa yang harus dilakukan? Jawaban yang tepat adalah menghindari beberapa makanan yang menyebabkan diare sampai keluar darah yang semakin parah. Sebaliknya, apa yang harus dimakan saat terkena diare? Penderita diare harus konsumsi makanan yang mudah dicerna seperti nasi, roti, kentang, telur, daging, dan jamur. Makanan yang mengandung karbohidrat dan protein lebih lama untuk dicerna sehingga makanan-makanan itu tidak langsung dikeluarkan lagi. Buah untuk menghentikan diare juga patut dikonsumsi. Jadi itulah jawaban dari pertanyaan pada judul artikel.

1. Alasan Telur Boleh Dimakan

Telur boleh dimakan saat diare karena tidak berbahaya bagi sistem pencernaan. Telur adalah sumber protein yang akan memberikan energi lebih cepat kepada tubuh yang terasa lemas karena diare. Telur mengandung protein dan lemak yang tinggi sehingga membuat perut kenyang dan derita akibat diare berkurang. Lemak pada kuning telur akan menetralkan asam di lambung. Penderita diare butuh makanan-makanan padat yang mudah dicerna agar bisa mengurangi rasa sakit perut yang melilit dan BAB lembek terus menerus.

2.  Telur Asin Sembuhkan Diare

Cara terbaik untuk mengatasi diare adalah mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, minum air putih dalam jumlah yang cukup, serta minum obat yang membunuh virus penyebab diare. Berbicara tentang makanan yang bisa dikonsumsi oleh penderita diare maka telur termasuk makanan untuk penderita diare terutama telur asin. Kandungan garam yang tinggi pada telur asin memiliki fungsi dan khasiat yang serupa dengan cairan oralit karena bahan dasar untuk mengasinkan telur juga sama, yaitu campuran air, gula, dan garam. Ketiga bahan tersebut bisa mencegah dan mengatasi dehidrasi pada penderita diare.

Telur asin tentu saja mengandung protein yang tinggi. Jika dikonsumsi dalam jumlah cukup dan dikombinasikan dengan makanan sehat lainnya, telur asin bisa memenuhi kebutuhan gizi harian tubuh. Bahkan tekstur telur asin yang halus, lunak, dan rendah serat juga membuat sistem pencernaan lebih lambat untuk memprosesnya. Dengan demikian, telur asin dapat mengganjal saluran cerna (usus) yang bocor. Namun, hal ini bukan berarti telur asin bisa dijadikan sebagai terapi utama untuk mengatasi diare. Menurut beberapa penelitian, telur asin hanya mampu mengurangi tingkat keparahan diare sehingga  telur asin hanya menjadi pengobatan alternatif untuk diare. Agar telur asin benar-benar memberikan dampak yang positif untuk mengurangi tingkat keparahan diare, penderita harus konsumsi telur asin dikombinasikan dengan makanan sehat lainnya.

Pencegahan Diare

Namun, saat mengalami diare yang parah disertai dengan keluhan-keluhan seperti buang air besar berdarah, nyeri perut berlebihan yang tak kunjung hilang, pusing berputar hingga kesulitan untuk berkeringat atau buang air kecil, penderita diare sebaiknya tidak mengandalkan telur asin untuk memperbaiki keadaan. Kasus diare yang parah seperti ini membutuhkan tindakan medis segera karena nyawa yang menjadi taruhannya. Pencegahan yang bisa anda lakukan sebagai berikut:

  • Perbanyak Minum Air Putih

Diare membuat penderitanya kehilangan banyak cairan sehingga setiap penderita harus tetap terhidrasi. Cara terbaik tentu saja minum air putih yang banyak. Cara lain menurut dr. Kussin adalah dengan konsumsi jus buah, biskuit asin, dan makanan atau minuman ringan lain yang mengandung sodium seperti sup dan kuah kaldu agar volume cairan dan elektrolit yang hilang bisa tergantikan.

Sponsors Link

  • Cuci Tangan dengan Teratur

Cuci tangan dengan benar dan teratur harus dilakukan agar terhindar dari diare. Cara mencuci tangan yang benar adalah gosok telapak dan punggung telapak tangan. Jangan lupa untuk menggosok sela-sela jari dan ujung-ujung kuku juga selama minimal 20 detik. Cucilah tangan sebelum dan setelah mempersiapkan makanan, sebelum dan setelah makan, serta setiap kali bermain dengan peliharaan atau setelah menggunakan toilet.

  • Jangan Abaikan Gejala Diare

Jika diare semakin parah sampai lebih dari 4 minggu, dengan kondisi feses berdarah, diare hanya terjadi pada malam hari, atau diare diikuti dengan sakit perut, mual dan muntah, demam, dan kehilangan berat badan berarti penderita harus segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan memastikan kondisi diare lebih serius atau tidak. Penanganan medis yang tepat dapat menolong penderita sehingga nyawa tidak terancam. Namun, badan lemas setelah diare kerap dialami oleh para penderita diare.

Pengaturan makanan dengan pembatasan jumlah dan jenis makanan tertentu sebaiknya hanya dilakukan selama satu hingga dua hari karena diet ini tidak mengandung zat gizi yang lengkap dan sehat. Setelah 24-48 jam, penderita diare sudah bisa mengonsumsi makanan yang beraneka ragam termasuk buah dan sayur karena makanan dengan gizi yang beragam lebih menjamin terpenuhinya kebutuhan nutrisi yang penting bagi proses penanganan diare.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Diare