Sponsors Link

Bolehkah Makan Alpukat Saat Diare? Apakah Aman untuk Pencernaan?

Sponsors Link

Diare bisa dialami oleh siapa saja dan bertahan selama beberapa hari sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Makanan tertentu berguna bagi penderita diare untuk meredakan gejala encernya tinja dan frekuensi buang air besar yang lebih sering daripada biasanya. Pemilihan makanan yang tepat bisa meredakan diare. Penyebab diare bermacam-macam, tetapi penyebab yang paling sering adalah kebiasaan buruk seperti mengonsumsi makanan yang tidak bersih dan malas mencuci tangan sebelum makan. Kebiasaan buruk membuat usus mengalami infeksi akibat virus, bakteri, atau parasit yang masuk ke perut sehingga tubuh terserang diare. Diare juga bisa disebabkan oleh obat-obatan tertentu, intoleransi terhadap makanan tertentu, keracunan makanan, dan kondisi peradangan pada usus.

ads

1. Anjuran untuk Penderita Diare

Penderita diare disarankan untuk mengonsumsi makanan sederhana tanpa bumbu yang kompleks selama 24 jam pertama sejak mengalami diare. Penelitian juga menunjukkan makanan atau minuman yang mengandung probiotik bisa mempercepat penyembuhan diare. Menjawab pertanyaan pada judul artikel ini tentang boleh atau tidaknya makan alpukat saat diare. Jawabannya adalah tidak boleh karena alpukat itu termasuk buah yang berserat tinggi sehingga bisa merangsang untuk buang air besar lebih sering.

Diare bisa membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan ion. Jika tidak segera diatasi bisa mengalami dehidrasi yang berakibat fatal. Untuk menggantikan cairan dan ion tubuh yang hilang ketika diare, penderita sebaiknya minum cairan isotonik yang mengandung elektrolit. Sedangkan untuk anak yang mengalami diare sebaiknya diberikan cairan oralit.

2.  Kandungan Alpukat

Alpukat memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan teksturnya lembut sehingga banyak orang menganggap kalau makan alpukat saat diare akan membantu untuk menghilangkan penyakit tersebut. Padahal itu salah, karena makanan berlemak seperti buah alpukat tidak cocok untuk penderita diare. Menurut pakar nutrisi, alpukat bebas sodium dan kolesterol, tetapi mengandung banyak nutrisi bermanfaat termasuk 8% dari jumlah folat per hari yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Selain itu, alpukat mengandung 4% serat dan potassium, 4% vitamin E, dan 2% zat besi. Bahkan alpukat juga mengandung sekitar 81 mikrogram zat Carotenoid Lutein, 19 mikrogram Beta Caroten, dan 3,5 gram lemak tak jenuh yang memiliki peran dalam pembentukan sistem saraf pusat dan otak.

Rincian kandungan nutrisi alpukat antara lain vitamin, yaitu Vitamin A – 338 IU; Vitamin C – 20.2 mg; Vitamin B1 (thiamine) – 2 mg; Vitamin B2 (riboflavin) – 3 mg; Niacin – 3.9 mg; Folate – 205 mg; Pantothenic Acid – 3.3 mg, Vitamin B6 – 6 mg, dan vitamin lainnya dalam jumlah yang kecil. Alpukat juga mengandung mineral dalam 1 buah berukuran sedang, potassium sebanyak 1166 mg, Phosphorus sebanyak 124 mg, Magnesium sebanyak 67 mg, Calcium sebanyak 30 mg, Sodium sebanyak 18 mg, dan Iron sebanyak 1.4 mg, sejumlah kecil selenium, mangan, zat zinc, dan tembaga. Walaupun kandungan alpukat begitu bermanfaat, tetapi kandungan tersebut tidak berlaku untuk penderita diare. Alpukat dalam bentuk apapun terutama jus alpukat harus dihindari agar diare tidak bertambah parah.

3.  Buah yang Cocok untuk Penderita Diare

Buah untuk menghentikan diare adalah pisang karena mudah dicerna dan mengandung zat mineral yang hilang ketika diare. Pisang yang telah matang ternyata memiliki efek menenangkan perut sehingga tidak akan terasa nyeri atau bergejolak, memperbaiki fungsi usus sehingga air yang diserap saat diare lebih maksimal, dan mengatur gerak usus besar. Daging pisang yang padat akan membuat feses lebih padat sehingga tidak mencret atau BAB lembek terus menerus. Saat diare mulai berangsur-angsur sembuh, cobalah kembali ke pola makan dan menu seimbang secara bertahap, jangan terburu-buru. Konsultasi ke dokter jika diare berlangsung lebih dari 3 hari, adanya darah dalam tinja, dan mengalami muntah-muntah yang terlalu sering secara berkelanjutan.

Sponsors Link

Makanan untuk penderita diare yang dianjurkan dikenal dengan singkatan BRAT, yaitu Banana (pisang), Rice (nasi putih), Applesauce (saus apel), dan Toast (roti panggang). Peter Higgins (seorang asisten profesor di bidang gastroenterology dari University of Michigan Health System mengungkap bahwa makanan yang sederhana tanpa bumbu yang banyak baik untuk dikonsumsi saat diare terutama dalam 24 jam pertama. Lauk pauk yang bisa dikonsumsi oleh penderita diare sebagai sumber protein antara lain kacang, telur, dan tahu. Ayam dan ikan diperbolehkan asalkan tidak digoreng karena saat diare, penderita disarankan oleh dokter untuk menghindari makanan yang berlemak seperti kulit ayam dan kepala ikan. Jenis makanan yang mudah dicerna tubuh disarankan untuk penderita diare seperti rebusan dengan bumbu yang minimal.

4.  Pengaturan Menu Makan

Pengaturan makanan dengan pembatasan menu tertentu sebaiknya hanya dilakukan selama satu hingga dua hari karena diet seperti ini tidak mengandung zat gizi yang lengkap dan sehat. Setelah 24-48 jam biasanya penderita sudah bisa mengonsumsi makanan yang beraneka ragam termasuk buah dan sayur. Diare mengeluarkan banyak cairan dan nutrisi tubuh sehingga penderita harus segera mengganti kehilangan tersebut. Jenis makanan yang beraneka ragam tentu lebih mampu memenuhi kebutuhan nutrisi yang penting bagi penyembuhan diare. Layaknya tumbuhan yang terkena kekeringan harus segera disiram agar air bisa segera diserap untuk bertahan hidup, manusia yang terkena diare juga harus segera mengisi kembali dengan asupan bergizi agar badan lemas setelah diare bisa kembali beraktivitas. Sudah merasa tergoda untuk menerapkan saran dari artikel ini? Selamat mencoba!

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Diare