Sponsors Link

Bisul di Dubur: Penyebab, Bahaya dan Penanganannya

Sponsors Link

Bisul di dubur, atau dalam istilah medisnya disebut dengan abses anorektal atau abses anus adalah penyakit yang terjadi ketika kelenjar kecil yang terdapat di dinding dubur atau anus mengalami infeksi. Bisul di dubur juga bisa terjadi karena infeksi di dalam rongga usus yang menyebar ke jaringan anus. Bisul di dubur termasuk ke dalam jenis penyakit yang langka terjadi. Di Indonesia sendiri hanya terdapat kurang dari 150 ribu kasus abses anorektal yang terjadi setiap tahunnya.

ads

Masalah kesehatan ini dapat menyerang siapapun dalam kelompok usia manapun. Bisul di dubur tergolong ke dalam penyakit jangka pendek, yakni penyakit yang dapat reda dalam jangka waktu harian hingga mingguan. Meskipun demikian, jangan anggap remeh penyakit ini, karena jika tidak segera diobati atau ditangani dengan tidak tepat, akan menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Bisul di dubur terbagi ke dalam tiga jenis berdasarkan lokasi di dubur atau anus bagian mana bisul muncul. Jenis-jenis abses tersebut, antara lain:

  • Abses perianal: bisul yang muncul pada daerah perianal anus
  • Abses ischiorectal: bisul yang muncul di rongga postanal anus
  • Bisul yang muncul pada rongga supralevator anus
  • Bisul yang muncul pada rongga intersphincter

Apa Saja Gejala Bisul di Dubur?

Gelaja bisul di dubur tergantung dari jenis abses. Namun, terlepas dari jenisnya, bisul di dubur biasanya akan menimbulkan gejala umum bisul di dubur di bawah ini:

  • Anus terasa nyeri seperti ditusuk-tusuk. Rasa nyeri akan bertambah hebat ketika duduk
  • Nanah keluar dari dubur
  • Iritasi kulit di sekitar lubang dubur yang ditandai dengan pembengkakkan, kemerahan, dan kulit mengeras
  • Susah buang air besar
  • Saat buang air besar anus terasa sangat sakit
  • Terkadang muncul demam dan kedinginan

Apa Penyebab Bisul di Dubur?

Ada berbagai macam hal yang dapat menjadi penyebab abses terjadi di anus. Sebagian besar penyebab bisul di dubur adalah karena penyakit lain yang sedang menyerang tubuh. Berikut ini adalah uraian singkat beberapa penyebab bisul di dubur:

1. Fistula Ani yang Terinfeksi

Fistula ani merupakan saluran kecil yang terbentuk di antara ujung usus besar yang terhubung dengan anus dan kulit di sekitar dubur. Fistula ani yang terinfeksi akan menyebabkan kelenjar pada anus membesar dan berkembang menjadi abses atau bisul, yakni benjolan yang berisi nanah. Akibatnya bisul di dubur akan terjadi.

2. Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual atau infeksi menular seksual adalah penyakit yang terjadi akibat aktivitas seksual yang tidak aman. Bisul di dubur bisa menjadi akibat dari tertularnya penyakit menular seksual. Abses di dalam anus bisa muncul terutama apabila seseorang melakukan aktivitas anal seks. Orang yang menjadi resepto atau penerima dari tindakan anal seks lah yang paling berisiko terkena abses anorektal.

3. Kelenjar Anus Tersumbat

Saat terjadi penyumbatan pada kelenjar anus, kelenjar akan mengalami penumpukkan. Sebagai akibatnya, penumpukkan kelenjar yang tersumbat tersebut akan membentuk benjolan berupa abses. Abses ini adalah bisul yang berisi nanah di dalam lubang anus atau lubang dubur.

4. Radang Divertikula

Penyakit radang divertikula atau lebih dikenal dengan penyakit divertikulitis bisa menyebabkan bisul di dubur. Divertikula itu sendiri adalah kantung-kantung yang ada di sepanjang saluran pencernaan yang utamanya banyak ditemukan di usus besar atau kolon. Kantung-kantung divertikula ini juga bisa di temukan di dalam anus. Sehingga ketika kantung divertikula mengalami infalamsi atau peradangan, benjolan atau bisul akan terbentuk di dubur. Bisul di dubur yang disebabkan oleh radang divertikula biasanya juga disertai dengan munculnya gejala divertikulitis.

5. Kolitis Ulseratif

Sponsors Link

Kolitis ulseratif merupakan peradangan yang terjadi pada usus besar akibat adanya infeksi. Bisul yang muncul pada dubur bisa disebabkan oleh penyakit kolitis ulseratif ketika sphincter ani internus atau katup anus internal yang bertugas untuk mencegah berbagai infeksi dari usus ke anus, berhasil ditembus oleh infeksi dari usus besar. Karena berhasil ditembus, infeksi pada usus besar menyebar ke dalam daerah dubur yang dapat menimbulkan abses atau bisul di dubur.

Selain kelima penyebab di atas, bisul di dubur juga bisa diakibatkan oleh:

  1. Penyakit Crohn
  2. Penyakit inflamasi usus (IBD)
  3. Diabetes akut
  4. Penyakit radang pada bagian pelvis atau pinggul
  5. Konsumsi obat-obat anti inflamasi atau anti radang

Apakah Bisul di Dubur Berbahaya?

Sama halnya seperti masalah kesehatan pada umumnya, bisul di dubur dapat berbahaya jika dibiarkan saja dan tidak segera ditangani. Bisul di dubur yang ditangani secara tidak tepat juga bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Oleh sebab itu, sebaiknya penanganan bisul di dubur diserahkan pada dokter ahli untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi. Di bawah ini adalah beberapa komplikasi atau bahaya yang akan terjadi jika bisul di dubur dibiarkan saja atau ditangani dengan tidak baik:

1. Fistula

ads

Fistula adalah kondisi ketika terbentuknya saluran tidak normal di antara dua bagian tubuh bagian dalam. Fistula bisa terjadi antara dua organ yang berbeda, misal fistula yang terjadi di antara esofagus (kerongkongan) dan windpipe (batang tenggorokan) atau fistula yang terjadi di antara usus besar dan vagina. Fistula juga dapat terjadi di antara dua pembuluh darah, seperti antara arteri dan vena atau antara dua arteri. Fistula akibat bisul di dubur yang tidak teratasi biasanya adalah fistula yang melibatkan pembuluh darah atau usus dan anus (fistula ani).

2. Bakteremia

Bakteremia adalah keadaan yang terjadi ketika bakteri masuk ke dalam sistem peredaran darah. Bisul di dubur bisa saja mengandung bakteri. Jika dibiarkan saja, bakteri ini bisa melakukan bakteremia. Bakteremia yang terjadi dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan yang mematikan.

3. Sepsis

Sepsis adalah infeksi di dalam tubuh. Banyak yang mengira sepsis adalah infeksi darah. Namun, faktanya, sepsis bukan infeksi darah saja, melainkan infeksi seluruh bagian tubuh. Sepsis ini memang sangat jarang terjadi, namun tidak salahnya untuk segera mengobati bisul di dubur untuk mencegah sepsis.

4. Penyebaran Infeksi dari Anus

Bisul di dubur yang tidak ditangani akan menyebabkan infeksi yang terjadi di dalan anus menyebar ke organ tubuh lainnya. Kondisi ini dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit berbahaya bermunculan untuk menyerang tubuh.

5. Inkontinensia Fekal

Inkontinensia fekal adalah keadaan ketika seseorang tidak dapat mengendalikan keinginan untuk buang air besar. Akibatnya, orang tersebut akan kehilangan kemampuannya untuk menahan untuk buang air besar. Kotoran akan keluar dengan sendirinya diluar kendali. Bisul di dubur yang dibiarkan saja dapat menyebabkan inkontinensia fekal.

6. Bisul Menjadi Ganas

Saat bisul atau abses berubah menjadi ganas, tentunya penanganannya pun lebih sulit untuk dilakukan. Bisul ganas dapat mengakibatkan peradangan dan infeksi yang melebar. Terlebih lagi apabila penyebab bisul di dubur adalah penyakit diabetes. Bisul ganas bisa menjadi penyakit yang mematikan bagi para penderita diabetes.

Apa Penanganan Bisul di Dubur yang Dapat Dilakukan?

Penanganan bisul di dubur sebaiknya dilakukan oleh dokter ahli, karena adanya abses atau bisul di dalam anus menandakan bahwa sedang terjadinya infeksi yang cukup parah di area yang terserang. Di bawah ini adalah penanganan yang biasanya dilakukan oleh dokter ahli untuk mengobati bisul di dubur:

  • Pemberian Obat Antibiotik

Obat antibiotik akan diberikan kepada pasien yang menderita bisul di dubur dalam upaya untuk melawan bakteri dan menekan pertumbuhan bakteri yang menjadi penyebab bisul di dubur. Pemberian obat antibiotik ini bisa melalui oral (diminum seperti biasa) atau melalui injeksi intravena. Pemberian obat antibiotik juga biasanya hanya dilakukan kepada pasien yang berkebutuhan khusus, misal pasien dengan diabetes atau pasien yang memiliki masalah dengan sistem imun tubuhnya.

Sponsors Link

  • Pemberian Obat Antiinflamasi

Obat Anti inflamasi atau obat antiradang biasanya dilakukan pada pasien yang mengalami peradangan kulit di sekitar lubang anus. Obat anti inflamasi juga terkadang diberikan pada pasien yang memiliki kondisi khusus.

  • Pembedahan Abses Anorektal

Pembedahan abses anorektal adalah operasi untuk mengeluarkan nanah dari dalam bisul di dubur. Proses pembedahan ini menggunakan pembiusan atau anestesi lokal. Prosedur pembedahan bisa berbeda tergantung dari jenis atau letak bisulnya. Pembedahan untuk mengatasi bisul di dubur ini harus segera dilakukan, Sebab jika ditunda-tunda, abses dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang kronis.

Sementara itu, cara di bawah ini dapat dilakukan di rumah untuk membantu mencegah menyebarnya infeksi dan mempercap penyembuhan:

  • Rajinlah membersihkan area kulit di sekitar lubang anus dengan air hangat, terutama apabila terjadi abses perianal pecah
  • Lakukan sitz bath atau rendam duduk untuk mengurangi rasa sakit di daerah anus
  • Hindari untuk menyentuh, menggaruk, atau menggosok kulit di sekitar lubang dubur yang kemerahan dan meradang
  • Cuci tangan dengan bersih setiap habis menyentuh anus dan setiap setelah buang air besar
  • Cucilah pakaian dan seprei yang terpapar dengan air panas untuk mencegah tersebarnya bakteri atau mikroorganisme lainnya yang mungkin menempel
  • Hindari konsumsi pantangan makanan abses perianal jika jenis bisul di dubur adalah jenis abses perianal

Itulah informasi singkat mengenai penyebab, bahaya, dan penanganan bisul di dubur. Meskipun bisul dianggap sebagai penyakit yang memalukan, namun jangan ragu dan sungkan untuk memeriksakannya ke dokter agar gangguan ini dapat cepat teratasi dan agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan akibat bisul ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda semua.

Sponsors Link
, , , , ,