Sponsors Link

Benjolan di Perut Setelah Operasi Usus Buntu: Bahaya, Penyebab dan Penanganannya

Sponsors Link

Operasi usus buntu merupakan salah satu operasi yang sering kita jumpai. Usus buntu bukanlah suatu penyakit yang serius sehingga harus membutuhkan suatu perawatan yang khusus. Walaupun begitu, setelah operasi, sebaiknya dilakukan perawatan yang baik dari rumah. Luka bekas operasi harus dirawat hingga lukanya benar-benar mengering. Luka yang tidak mengering dapat menimbulkan penyakit baru lagi yang dapat membahayakan. Maka dari itu jangan sepelekan mengenai hal ini. (Baca juga: Obat Perut Kembung)

ads

Selain merawat luka yang belum mengering, perlu juga adanya kontrol penuh untuk mencegah timbulnya hal-hal lain yang muncul setelah operasi. Sebab pernah ada suatu kasus seseorang yang meninggal setelah mendapatkan operasi buntu. Mengapa hal ini bisa terjadi? Tidak dijelaskan secara medis mengapa ini bisa terjadi yang pasti adalah kita jangan pernah meremehkan luka bekas operasi buntu karena bisa saja terjadi komplikasi pasca operasi usus buntu. (Baca juga: Pengobatan Tumor Kolon)

Salah satu hal yang mungkin terjadi pasca operasi usus buntu adalah munculnya benjolan di luka bekas usus buntu yang muncul begitu saja. Memiliki ciri-ciri : benjolan tidak begitu besar, berisi nanah, dan sakit bila dipegang. Banyak diagnosa mengenai benjolan di perut setelah operasi usus buntu tersebut. Mari ketahui bahaya, penyabab dan penanganannya.

Benjolan di perut setelah operasi usus buntu: bahaya, penyebab, dan penanganannya

Benjolan di perut setelah usus buntu bisa jadi adalah peradangan pada bekas luka operasi yang disebabkan oleh infeksi sekunder karena bakteri atau kista, benjolan yang berisi cairan atau abses, benjolan yang berisi nanah, dsb.

  • Peradangan yang disebabkan oleh infeksi sekunder karena bakteri atau kista

Peradangan yang disebabkan oleh bakteri atau kista bisa sembuh dengan sendirinya. Apabila bakteri tidak lagi menyerang bagian tubuh tertentu, benjolan pasti akan hilang. Mari kita bahas peradangan yang disebabkan oleh kista. Kista adalah benjolan yang bisa terbentuk di bagian tubuh mananpun. Kista adalah tumor jinak yang berisi cairan atau bukan cairan.

Kista pada umumnya tidak berbahaya, tetapi anda juga harus tetap waspada karena kista yang besar dapat mempengaruhi syaraf pada organ yang ditumbuhi kista. Selain itu, kista yang berada di bagian tubuh tertentu dapat menggangu fungsi dari organ tersebut. Penyebab tumbuhnya kista adalah saluran kelenjar yang tersumbat, merupakan proses dari peradangan, dan kista bisa jadi sebagai tempat bagi parasite tinggal atau bersarang. Penanganan kista adalah bisa dengan memencet kista sendiri, proses operasi kecil jika kista yang ada berukuran besar, dan dengan memberikan salep sesuai dengan saran dokter. (Baca juga: Bakteri yang Menyebabkan Diare!)

  • Benjolan yang berisi cairan atau abses

Abses adalah benjolan yang berisi nanah dan dapat muncul di bagian tubuh manapun. Abses dapat hilang dengan sendirinya. Akan tetapi jika abses memliki resiko besar pada suatu organ tubuh, maka abses dapat ditangani dengan operasi. Penyebab timbulnya abses adalah karena infeksi bakteri dan operasi. Operasi pastinya meninggalkan bekas sayatan. Dari situlah abses dapat terbentuk karena bekas sayatan tersebut terkena infeksi bakteri.

Abses dapat berbahaya jika timbul di bagian organ tertentu yang sifatnya vital. Penanganan abses adalah dengan obat penghilang rasa sakit, pemberian antibiotik, drainase, dan proses operasi. Drainase adalah sayatan kecil yang berguna untuk mengeluarkan nanah dari abses. Abses yang sifatnya dapat membahayakan organ tubuh dan dalam ukuran yang besar bisa ditangani dengan operasi. (Baca juga: Cara Mengatasi Susah Tidur Karena Maag)

  • Benjolan yang berisi nanah
Sponsors Link

Benjolan yang berisi nanah bisa disebut dengan bisul. Bisul adalah bentuk tahap awal sebelum terjadinya abses. Bisul yang timbul pada luka bekas jahitan operasi disebabkan oleh adanya infeksi bakteri pada luka. Sayatan yang terbuka akan memudahkan untuk bakteri masuk melalui udara. Bahaya dari bisul adalah jika bisul sudah berukuran besar dan mengganggu kinerja otot. Bisul yang timbul pada luka bekas jahitan operasi sifatnya adalah membantu penyembuhan bekas operasi. Penanganan yang harus dilakukan adalah dengan tidak memencet bisul sembarangan dan memberikan obat oles yang disarankan dokter untuk dapat memperkecil bisul. (Baca juga: Sayuran Untuk Penderita Radang Usus)

Berikut adalah beberapa benjolan yang dapat timbul setelah proses operasi usus buntu. Benjolan-benjolan tersebut sifatnya tidak berbahaya jika dalam ukuran kecil dan dapat ditangani tanpa bantuan dokter. Benjolan menjadi berbahaya jika dalam ukuran yang besar dan membahayakan tubuh.

Untuk mencegah pembesaran pada benjolan, yang harus dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan luka bekas jahitan operasi usus buntu. Menjaga kebersihan luka bekas jahitan operasi bisa memperkecil timbulnya infeksi bakteri dan juga dapat mencegah membesarnya benjolan yang ada. Selain menjaga kebersihan luka bekas jahitan operasi usus buntu, yang harus anda lakukan jika anda tidak dapat menangani benjolan adalah konsultasi dengan dokter. Selanjutnya biar dokter yang menentukan tindakan selanjutnya yang harus dilakukan untuk mengatasi benjolan tersebut.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Usus Buntu