Sponsors Link

Bayi Susah BAB Setelah Diberi MPASI: Bahaya, Penyebab dan Penanganannya

Sponsors Link

Peralihan dari hanya mengonsumsi air susu ibu saja menjadi mengonsumsi makanan padat atau MPASI (makanan pendamping ASI) adalah sebuah momen yang tidak mungkin terlewatkan oleh semua bayi dan orang tua. Hal tersebut, bisa saja menjadi sebuah momen yang membuat orang tua kelabakan, terutama bagi mereka yang baru pertama kali menjadi orang tua, atau yang baru pertama kali mengurus bayi. Terlebih lagi, pengenalan jenis makanan baru kepada si bayi dapat berperan dalam mengundang malapetaka pada sistem pencernaan si kecil, seperti sembelit atau gangguan pencernaan lainnya.

ads

Ketika bayi mulai mengonsumsi MPASI, bentuk, tekstur dan bau kotoran mereka akan berubah cukup drastis. Dari yang sebelumnya hanya berbentuk halus dan baunya yang khas akibat dari hanya mengonsumsi ASI saja, setelah si bayi diperkenalkan dengan MPASI, bentuk dan bau kotoran mereka seringnya menyesuaikan dengan makanan yang mereka makan.

Frekuensi buang air besar pun dapat berubah setelah diberi MPASI, karena tubuh bayi sedang menyesuaikan dengan jenis makanan baru yang masuk ke dalam tubuh mereka. Kadang-kadang bayi tidak buang air besar selama beberapa hari. Namun, itu bukan berarti mereka sembelit. Apabila mereka buang air besar dengan kotoran yang halus setelah beberapa hari tidak buang air besar, bisa dipastikan mereka tidak terkena gangguan pencernaan apapun.

Berikut adalah gejala bayi susah BAB setelah diberi MPASI:

  1. Kotoran bertekstur keras dan kering, terkadang berbentuk kecil bulat seperti pelet atau berbentuk besar seperti kotoran orang dewasa
  2. Frekuensi BAB lebih jarang
  3. Susah makan
  4. Perut terasa keras ketika disentuh
  5. Perubahan sikap bayi, seperti susah tidur dan mudah menangis
  6. Kotoran bercampur darah

Jika mengalami semua atau beberapa gejala di atas, kemungkinan besar bayi Anda sedang terkena sembelit. Namun jangan terlalu khawatir, karena bayi susah BAB setelah diberi MPASI adalah hal yang normal dan cukup umum terjadi. Akan tetapi, jika dibiarkan, sembelit akan mengakibatkan gangguan lainnya seperti wasir dan fistula ani.

Penyebab Bayi Susah BAB Setelah Dibaeri MPASI

Berikut ini adalah beberapa penyebab bayi susah BAB setelah diberi MPASI:

1. Jenis Makanan

Ada jenis makanan penyebab sembelit pada bayi. Jenis makanan yang berpotensi menyebabkan sembelit pada bayi di antara adalah pisang, keju, yogurt, roti, serta kentang. Makanan tersebut juga dapat menjadi penyebab BAB keras. Maka, cobalah untuk tidak memberikan bayi Anda jenis makanan tersebut.

2. Porsi Makanan

Anda harus memperhatikan porsi makanan yang diberikan untuk bayi Anda, karena jumlah makanan yang disantap oleh bayi dapat berpengaruh terhadap kesehatan pencernaan si bayi. Porsi makanan yang terlalu banyak akan memelankan pergerakan usus bayi Anda. Akibatnya sang buah hati akan kesulitan buang air besar. Sebaiknya, aturlah porsi makan dengan bayi yang disesuaikan dengan usianya.

3. Alergi Makanan

Bayi susah BAB setelah diberi MPASI bisa saja merupakan reaksi sistem imun tubuh si bayi dalam mendeteksi makanan yang membuat si bayi alergi. Sebaiknya periksalah menu makanan pendamping ASI yang diberikan pada si bayi. Pemeriksaan dan pendampingan oleh dokter sangat dianjurkan agar tahu pasti bayi Anda alergi terhadap jenis makanan apa.

Sponsors Link

4. Gangguan Medis lain

Sembelit setelah diberi MPASI bisa saja menjadi pertanda bahwa bayi sedang terserang kelainan atau gangguan lain, seperti kelainan pada saraf segmen usus, atau belum sempurnanya gerakan peristaltik usus si bayi.

5. Efek Samping Pengobatan Tertentu

Jika Anda pernah memberikan sang buah hati suatu obat tertentu, maka bisa jadi obat tersebutlah yang menjadi penyebab susah buang air besar. Meskipun pemberian obatnya dibawah pengawasan dan anjuran dokter, efek samping berupa sembelit masih bisa saja terjadi, terutama setelah bayi diberi MPASI.

6. Dehidrasi

Jika Anda yakin semua penyebab di atas bukanlah yang mengakibatkan bayi susah BAB setelah diberi MPASI, bisa jadi dehidrasi atau kekurangan cairan tubuhlah yang menjadi penyebabnya. Setelah bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat, tidak jarang ibu yang langsung mengurangi atau bahkan menghentikan pemberian ASI. Padahal, hal tersebut justru dapat menyebabkan bayi sembelit akibat dehidrasi.

Sponsors Link

Penanganan Bayi Susah BAB Setelah Diberi MPASI

Cara mengatasi konstipasi pada bayi setelah diberi makanan pendamping adalah sebagai berikut:

  1. Berikanlah ASI pada bayi sebanyak yang mereka mau. Pemberian air putih juga sangat dianjurkan agar bayi terhidrasi dan membantu proses penyembuhan sembelit.
  2. Lakukanlah pemijatan bayi untuk membuat relaks otot-otot pada bayi dan merangsang BAB si kecil.
  3. Secara perlahan, gerakanlah kaki bayi seperti sedang mengayuh sepeda untuk membantu menggerakkan otot perutnya, dan membantu makanan yang dicerna melewati ususnya.
  4. Berikanlah si kecil makanan yang telah dihaluskan (pure) agar menghindari lambatnya pergerakan usus yang dapat menyebabkan susah buang air besar.
  5. Pilihlah MPASI yang benar dan cocok untuk bayi Anda, misal jenis susu untuk anak sembelit. Jika perlu, konsultasilah kepada ahli medis mengenai jenis MPASI apa yang tepat diberikan kepadaa si kecil.
  6. Perhatikanlah jenis makanan yang dikonsumsi oleh ibu, karena dapat berpengaruh pada ASI yang diminum bayi.
  7. Mintalah bantuan dokter jika sembelit tidak kunjung sembuh atau jika sembelit sering terjadi setelah bayi diberi MPASI.

Itulah tadi sedikit penjelasan mengenai bayi susah BAB setelah diberi MPASI. Ingatlah bahwa cara penanganan susah BAB pada bayi berbeda dengan cara mengatasi susah BAB pada orang dewasa. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Sponsors Link
, , , , , ,