Sponsors Link

Waspadalah, Inilah 4 Bakteri yang Menyebabkan Diare!

Sponsors Link

Diare atau mencret adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan peningkatan frekuensi buang air besar. Diare terjadi karena adanya peningkatan sekresi cairan ke dalam usus yang diakibatkan oleh infeksi mikroorganisme yang berupa bakteri, parasit maupun virus. Mikroorganisme tersebut mengurangi penyerapan cairan dalam usus yang dapat membuat lewatnya feses dengan cepat melalui usus. Akibatnya, feses yang dikeluarkan akan cair atau encer.

ads

Para penderita diare umumnya mengalami perut terasa nyeri atau keram, serta kekerapan urgensi buang air besar disertai dengan cairnya feses yang dikeluarkan. Gejala lainnya seperti perut kembung, mual dan demam dapat terjadi tergantung pada jenis diare yang diderita. Jika mengalami gejala diare di atas, lebih baik segara lakukan tindakan agar diare berangsur membaik dan tidak menyebabkan gangguan yang lebih serius lainnya, seperti dehidrasi atau kekurangan cairan di dalam tubuh, dan iritasi pada anus.

Diare dapat diobati tanpa bantuan dokter, karena ada beberapa cara menyembuhkan diare yang dapat dicoba di rumah, seperti mengonsumsi makanan untuk penderita diare dan memakan buah untuk menghentikan diare. Namun, pertolongan dokter dibutuhkan jika memang si penderita mengalami gejala yang cukup serius, seperti gejala diare yang disertai muntah, demam tinggi, dan feses bercampur darah.

Bakteri Penyebab Diare

Seperti yang telah disinggung di atas, bakteri merupakan salah satu jenis mikroorganisme penyebab diare. Dari ribuan bakteri yang ada di dalam saluran pencernaan, ada 4 jenis bakteri utama yang menjadi penyebab terjadinya diare. Keempat jenis bakteri tersebut adalah E. Coli, salmonella, campylobacter, dan shigella. Berikut adalah uraian masing-masing keempat bakterinya:

  •  Escherichia Coli (E. Coli)

Bakteri escherichia coli atau biasa disebut dengan bakteri E. coli adalah bakteri yang biasanya hidup normal di dalam saluran pencernaan manusia dan hewan, sehingga sebagian besar keberadaannya tidak terlalu berbahaya dan hanya akan menyebabkan diare ringan saja yang dapat disembuhkan dengan mudah tanpa bantuan dokter. Meskipun demikian, beberapa jenis E. coli tertentu seperti E. coli O157:H7, termasuk bakteri E. coli yang cukup berbahaya, karena dapat menginfeksi usus sehingga mengakibatkan keracunan makanan dan diare berat yang ditandai dengan gejala sakit perut, feses bercampur dengan darah, dan muntah (baca juga: Perbedaan Diare Akut dan Kronik).

Bahkan, pada beberapa kasus, bakteri E. coli O157:H7 ini dapat menyebabkan penderitanya terkena gagal ginjal yang dapat mengancam nyawa. Bakteri ini dapat menyerang usia berapapun. Pada umumnya bakteri E. coli lebih banyak menyerang wanita dibanding dengan pria. Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah pun menjadi target yang sering terinfeksi oleh bakteri E. coli.

Pada sebagian besar kasus diare, para penderita terinfeksi oleh bakteri E. coli akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi E. coli. Bersentuhan dengan manusia atau hewan juga dapat menjadi penyebab terinfeksinya saluran pencernaan oleh E. coli. Solusi terbaik untuk mencegah E. coli adalah dengan mengaplikasikan pola hidup bersih dan sehat, salah satunya adalah mencuci tangan dengan bersih sebelum makan, mencuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi, dan meminum air matang.

  • Salmonella

Salmonella biasanya dapat ditemukan pada daging mentah, telur mentah, dan pada makanan yang berbahan dasar susu. Sebagaimana seperti bakteri pada umumnya, salmonella tidak terlihat oleh mata telanjang, sehingga tidak meninggalkan bau, perubahan rasa atau warna ketika mengontaminasi makanan. Namun, makanan akan berubah rasa, warna dan bau jika terkontaminasi oleh salmonella dalam jumlah yang sangat banyak. Salmonella juga sering ditemukan dalam tinja hewan peliharaan yang sedang diare. Selain itu, hewan unggas seperi ayam dan bebek, serta hawan pengerat kecil seperti hamster juga berkontribusi dalam membawa bakteri salmonella.

Sponsors Link

Cara pencegahan diare yang disebabkan oleh bakteri salmonella di antaranya adalah dengan rajin mencuci tangan sampai bersih sebelum makan dan setelah menyentuh hewan-hewan yang berpotensi membawa salmonella. Untungnya, bakteri salmonella adalah bukan jenis bakteri yang susah dibasmi. Salmonella dapat mati pada suhu tinggi. Memasak dan mencuci bahan makanan dengan menggunakan air panas dapat membunuh bakteri salmonella.

  •  Campylobacter

Selain dapat menginfeksi manusia, bakteri campylobacter juga dapat menginfeksi hewan, terutama hewan unggas. Lain halnya dengan E. coli yang dapat menjangkiti manusia lewat kontak langsung dengan manusia lain, bakteri salah satu penyebab diare ini tidak dapat menyebar secara langsung dari manusia ke manusia lainnya, baik lewat kontak fisik langsung atau melalui udara (misal: lewat batuk dan bersin).

Sponsors Link

Campylobacter menyebar melalui makanan, seperti daging yang tidak dimasak dengan matang dan benar, produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi dengan baik, serta air yang terkontaminasi oleh bakteri campylobacter. Sama seperti salmonella, bakteri campylobacter termasuk ke dalam jenis bakteri lemah. Campylobacter dapat mati di udara luar. Dengan kata lain, paparan oksigen dan udara yang kering dapat membunuh bakteri ini.

  • Shigella

Shigella merupakan bakteri yang menyebabkan diare disentri yang paling sering terjadi pada anak yang berumur 6 bulan sampai 10 tahun. Selain itu, bakteri ini dikenal dengan bakteri penyebab diare yang disertai darah. Bakteri shigella dapat dengan mudah menular kepada orang lain. Penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah ketika banyaknya orang yang berkumpul pada suatu tempat, misal tempat penampungan. Pasokan air yang buruk, serta rendahnya sanitasi dapat memberi andil yang besar dalam penularan bakteri shigella. Rajin mencuci tangan dengan benar dan bersih menggunakan sabun adalah salah satu upaya untuk menghindari infeksi akibat bakteri ini.

Itulah tadi keempat jenis bakteri yang menyebabkan diare. Pola hidup bersih dan sehat adalah kunci utama untuk mencegah terinfeksi bakteri-bakteri tersebut.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Diare