Sponsors Link

3 Bahaya Keseringan Makan Kol Goreng Perlu Diketahui Sejak Dini

Sponsors Link

Apakah yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata kol? Apakah kalian termasuk salah satu penggemar kol? Seberapa sering kalian makan kol dalam seminggu, atau bahkan sehari? Kol adalah salah satu sayuran yang sering disajikan menjadi lalapan alias biasa dikonsumsi dalam kondisi mentah. Pastinya tidak jarang juga kita akan melihat kol yang diolah menjadi hidangan tertentu seperti direbus dan dikonsumsi bersama siomay atau digoreng dan kita menikmatinya bersama sambal. Kol juga menjadi salah satu sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat karena harganya yang murah dan untuk mendapatkannya bukan suatu hal yang sulit. Namun apakah kol goreng ini aman untuk dikonsumsi?

ads

Pertanyaan yang satu ini sering kali muncul di benak kita mengingat terlalu banyak mengonsumsi makanan yang diolah dengan cara digoreng bukanlah suatu hal yang baik bahkan kita harus membatasi mengonsumsi gorengan. Meskipun kol memiliki banyak manfaat untuk kita, tetap saja terdapat bahaya makan kol goreng yang harus kita ketahui supaya tidak mengganggu sistem pencernaan kita layaknya perut sakit seperti kram ataupun sakit perut hilang timbul. Nah daripada semakin penasaran, yuk kita simak beberapa bahaya makan kol goreng yang bisa muncul sewaktu-waktu!

1. Memicu kanker

Siapa sih yang tidak seram ketika mendengar kanker? Penyakit yang satu ini dikenal sebagai salah satu faktor penyebab kematian di Indonesia dan pastinya siapa pun tidak ada yang mau mengalami hal ini. Sayangnya, kol goreng juga menjadi salah satu pemicu timbulnya penyakit mematikan yang satu ini karena suhu panas yang terserap kol akan menciptakan proses oksidasi sehingga kandungan radikal bebas dalam kol juga akan meningkat. Selain itu, ketika kita menggoreng kol terlalu lama akan memicu timbulnya senyawa amina heteroskilik di mana senyawa satu ini akan meningkatkan risiko munculnya kanker pada seseorang.

2. Memicu serangan jantung

Serangan jantung adalah suatu hal yang menjadi momok untuk masyarakat di manahal yang satu ini sering kali menyebabkan kematian pada seseorang. Hal ini juga bisa terjadi pacda kol goreng, di mana kol goreng akan menyerap lemak jenuh yang berbahaya dan kandungan lemak jenuh serta kolesterol pada kol inilah yang memicu timbulnya risiko tertentu seperti serangan jantung bahkan juga bisa menyebabkan obesitas.

Untuk meminimalsir risiko hal ini terjadi pada kita, ketika kita ingin mengonsumsi kol goreng ada baiknya kita menggoreng kol tersebut sendiri sehingga kita bisa lebih tahu mengenai jenis minyak yang kita pakai. Selain itu, sebaiknya kita juga tidak menggoreng kol pada suhu yang terlalu tinggi karena hal ini dapat merusak kandungan nutrisi yang ada pada kol.

3. Kandungan kol yang berubah menjadi racun

Yup, hal yang satu ini cukup menyeramkan bagi siapapun karena pastinya tidak ada yang mau untuk mengonsumsi atau terkena racun bukan? Hal ini lah yang akan terjadi ketika menggoreng kol, lebih tepatnya ketika lemak jenuh menempel pada kol. Adanya lemak jenuh pada kol akan menghancurkan kandungan nutrisi dan mengubah kol menjadi makanan yang tidak sehat untuk tubuh. Kandungan nutrisi pada kol dapat berubah menjadi racun ketika dalam proses penggorengan, lebih tepatnya ketika kol terpapar suhu panas dari minyak goreng.

Nah bagaimana? Pastinya sekarang sudah jelas kan mengenai bahaya makan kol goreng? Apabila kita tetap ingin makan goreng, terdapat beberapa hal yang sebaiknya kita ingat yaitu tidak menggunakan minyak berulang saat akan menggoreng kol, tidak menggorengnya dalam waktu yang lama, ataupun tidak mengonsumsi kol bersamaan dengan makanan yang berlemak lainnya. Sebaiknya kita juga lebih banyak mengonsumsi makanan yang mengandung DHA dan omega 3 ataupun makanan yang mengandung banyak asam folat yang pastinya baik untuk tubuh terutama untuk sistem pencernaan kita. Semoga informasi yang satu ini bermanfaat untuk kalian ya!

Sponsors Link
, , , ,