Sponsors Link

4 Bahaya Fistula Ani Tidak Diobati yang Wajib Anda Diketahui Sekarang Juga!

Sponsors Link

Lubang anus merupakan salah satu area terpenting di dalam sistem pencernaan, dikarenakan melalui lokasi tersebut, feces atau kotoran, dikeluarkan pada saat kita melakukan kegiatan yang sering disebut dengan Buang Air Besar (BAB). Karena proses tersebut memang bertujuan untuk membuang zat-zat tidak berguna dari dalam tubuh, tentunya area anus harus selalu terjaga kebersihannya dikarenakan tingginya peluang bakteri, kuman, dan juga benih parasit untuk menetap atau berada di area itu.

ads

 

Silahkan membaca artikel kami sebelumnya yang terkait organ pencernaan dan pembuangan kotoran yang bisa anda jadikan informasi tambahan sehingga bisa segera ditanggulangi seperti apa akibat dari sering kentut dan sendawa, kemudian apa saja penyebab disentri, lalu beberapa hal terkait Maag seperti kenapa Maag sering meludah, kenapa Maag sering muntah, dan juga mengenai kenapa perut sering mulas dan mencret yang penting untuk diketahui. Karenanya, sangatlah penting untuk segera mengobati penyakit-penyakit tersebut dengan segera dan tentunya memperhatikan apa saja bahaya yang mungkin ditimbulkan karenanya. Kali ini, yang akan kami bahas secara mendalam adalah mengenai bahaya Fistula Ani tidak diobati yang sangat perlu untuk anda ketahui sebelum kondisi semakin memburuk.

Apa itu Fistula Ani ?

Fistula Ani sendiri merupakan penyakit yang diakibatkan adanya luka yang telah berubah menjadi nanah yang akhirnya menumpuk di sekitar lubang anus, sehingga akan mengakibatkan timbulnya rasa nyeri atau perih pada saat buang air besar. Nanah yang menumpuk tersebut akhirnya akan merobek dan melukai permukaan kulit, dan dikarenakan area anus merupakan area yang lembab serta susah untuk kering, maka luka yang dibuat oleh nanah tersebut akan semakin sulit untuk mengering dan menutup sendiri, meskipun pada kebanyakan kasus hal itu bisa terjadi.

Penyebab Fistula Ani

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan Fistula Ani ini terjadi, mulai dari terbentuknya abses dikarenakan iritasi, kemudian bisa juga dikarenakan adanya infeksi atau radang pada usus, serangan atau infeksi dari bakteri, penyakit menular seksual, dan lain sebagainya. Beberapa infeksi yang dikenal dapat menyebabkan Fistula Ani misalnya adalah penyakit Divertikulitis, yang merupakan penyakit di mana infeksi terjadi pada area usus besar, sehingga menyebabkan beberapa gejala seperti kembung, mual, BAB berdarah, muntah, demam, dan lain sebagainya.

Pada penyakit divertikulitis tersebut, BAB dan diare yang terjadi secara terus menerus akan dapat menimbulkan luka pada area anus yang apabila dibiarkan akan berubah menjadi nanah yang menumpuk dan pada akhirnya akan berkembang menjadi Fistula Ani. Kemudian ada lagi penyakit yang biasa disebut dengan Crohn’s Disease di mana pada penyakit ini infeksi akan timbul pada dinding usus yang dapat menyebabkan kram pada area perut disertai dengan diare yang terus menerus dan bahkan akan bercampur darah.

Sama seperti divertikulitis, akibat dari penyakit Crohn yang berkemungkinan menyebabkan Fistula Ani adalah dikarenakan diare yang terus menerus dan menyebabkan iritasi pada lubang anus sehingga akan menimbulkan luka dan lama kelamaan menjadi nanah. Bahkan, penyakit diare atau muntaber yang juga umum terjadi pun akan dapat menyebabkan Fistula Ani, dan karenanya maka sebaiknya anda harus segera melakukan pengobatan pada saat terkena penyakit-penyakit tersebut supaya tidak menimbulkan Fistula Ani yang akan memperburuk kondisi. Penyakit ini juga bisa disebabkan adanya mutasi sel yang mengakibatkan kanker pada area anus, serta terjadinya komplikasi dari penyakit pencernaan lainnya ataupun dikarenakan hasil operasi yang dilakukan sebelumnya.

Pengobatan Fistula Ani

Sponsors Link

Sebenarnya penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya selama luka yang disebabkan oleh nanah menutup dan mengering dengan sendirinya. Tetapi, seperti telah dijelaskan sebelumnya, kondisi di area anus yang selalu lembab dan sulit dikeringkan akan menyebabkan luka juga menjadi kesulitan untuk mengering dan menutup. Pengobatan yang bisa dilakukan antara lain adalah dengan mengkonsumsi antibiotik secara teratur, sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter, atau pada kemungkinan terburuk maka dokter akan menganjurkan untuk dilakukan operasi.

Operasi untuk penyakit ini pun ada bermacam-macam, tergantung dari kebutuhan dan lokasi, hingga ke tingkat parah-tidaknya infeksi yang terjadi yang dikarenakan penyakit Fistula Ani itu sendiri. Beberapa jenis operasi yang biasanya dilakukan seperti operasi Fistulotomi, operasi menggunakan teknik Seton, Bioprostetik, dan juga operasi pemindahan jaringan Advancement Flap.

Pengobatan dengan cara operasi ini juga yang paling bisa dipastikan akan dapat dengan segera mengatasi penyakit Fistula Ani yang anda alami, tetapi tentunya akan sangat besar peluang untuk timbul kembali terutama apabila anda tidak memperhatikan pola makan, serta ternyata ada penyakit lainnya yang menjadi penyebab utama Fistula Ani terjadi.

Bahaya Fistula Ani tidak diobati

ads

Tidak hanya itu saja, gesekan-gesekan yang terjadi pada saat kotoran keluar dari lubang anus ataupun pada saat kita membersihkan area tersebut akan sangat meningkatkan kemungkinan terjadinya iritasi, luka, lecet, dan lain sebagainya yang apabila dibiarkan tentunya akan menimbulkan infeksi dan juga beragam penyakit lainnya. Beberapa penyakit yang biasa terjadi pada area anus diantaranya seperti Proctalgia Fugax atau anus sakit, wasir, atresia ani, fisura ani, abses pada anus, prolaps pada dubur, dan juga penyakit yang akan kita bahas pada artikel kali ini yaitu mengenai fistula ani.

Penyakit-penyakit ini tentunya akan sangat mengganggu apabila dibiarkan berlarut-larut, karena posisi anus yang sangat terkait dengan kegiatan kita sehari-hari di luar BAB, seperti saat duduk di bangku, sepeda, menyetir kendaraan, atau saat jongkok, dan juga aktivitas lainnya. Lalu, apa kemungkinan yang akan terjadi apabila penyakit Fistula Ani ini kita biarkan tanpa diobati atau dilakukan operasi? Melihat kondisi Fistula Ani tersebut, tentunya akan menimbulkan beberapa akibat yang menjadi kondisi bahaya Fistula Ani tidak diobati yang bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih akut atau parah lagi, di mana beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Rasa tidak nyaman pada area Anus

Tentunya bahaya Fistula Ani tidak diobati yang paling umum terjadi adalah rasa tidak nyaman yang terjadi di area anus, dan tentunya akan mempengaruhi saat akan duduk, jongkok, membungkuk, batuk, bersin, dan aktivitas umum lainnya.

Belum lagi ditambah rasa gatal dan perih yang dirasakan, yang akan menambah perasaan tidak nyaman tersebut semakin menjadi-jadi sehingga sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk melakukan pengobatan dan atau operasi dengan segera guna mencegah penyakit meluas dan menimbulkan komplikasi.

2. Sakit dan nyeri luar biasa saat Buang Air Besar

Karena lokasi infeksi yang ada di sekitar lubang anus, bahaya Fistula Ani tidak diobati yang kedua adalah adanya rasa sakit dan nyeri yang luar biasa pada saat melakukan kegiatan BAB atau Buang Air Besar dikarenakan gesekan antara kotoran dengan luka yang ditimbulkan oleh tersebut.

Hal ini terutama apabila penderita jarang meminum air putih atau mengkonsumsi makanan berserat sehingga tinja/kotoran akan menjadi kering dan keras yang semakin memperburuk dan memperparah rasa nyeri dan sakit yang terjadi pada saat BAB.

3. Infeksi pada area anus menjalar ke area lainnya

Bahaya Fistula Ani tidak diobati lainnya adalah menjalarnya infeksi tersebut ke area lainnya di sekitar lubang anus tersebut, yang tentunya akan bisa memperburuk kondisi dan bisa menimbulkan reaksi-reaksi yang umum terjadi saat infeksi yaitu demam dan menggigil.

Kondisi-kondisi ini tentunya akan memperburuk kondisi penderita dan akan menambah permasalahan-permasalahan baru yang semestinya tidak perlu terjadi.

4. Menimbulkan komplikasi ke penyakit lainnya

Selanjutnya, bahaya Fistula Ani tidak diobati yang juga dapat terjadi adalah timbulnya komplikasi ke penyakit lain, terutama ke penyakit seputar Anus dan juga terkait pencernaan lainnya, seperti wasir atau Ambeien, termasuk kepada pendarahan yang sulit dihentikan karena kondisi area yang selalu lembab dan sulit mengering. Akibat dari terjadinya pendarahan berlebihan tentunya akan fatal dan harus sesegera mungkin dilakukan transfusi, serta dilakukan operasi pada area anus yang terserang Fistula Ani sehingga pendarahan tersebut dapat dihentikan dengan segera.

Sponsors Link

Baca tulisan kami terkait Ambeien guna mempelajari lebih lengkap mengenai penyakit tersebut seperti 9 cara mengobati ambeien secara alami, kemudian 6 ciri ambeien yang sudah sembuh, dan juga 3 cara menghilangkan wasir dengan bawang putih yang cukup ampuh untuk dicoba. Tentunya melihat beberapa bahaya Fistula Ani tidak diobati tersebut memerlukan perhatian khusus bagi kita terutama terkait kebersihan di sekitar anus supaya tidak menimbulkan penyakit ataupun tidak memperparah kondisi infeksi atau iritasi yang sudah terjadi. Karenanya, sebaiknya biasakan mulai sekarang meningkatkan frekuensi minum air putih dan makan makanan yang mengandung banyak serat supaya kotoran yang dikeluarkan saat BAB tidak menjadi kering dan keras yang berkemungkinan menyebabkan iritasi.

Beberapa makanan berserat tinggi yang dianjurkan antara lain adalah:

  • Kangkung
  • Seledri
  • Buncis
  • Pisang
  • Pepaya
  • Tomat
  • Jambu Biji
  • Jagung
  • Beras Merah
  • Roti Gandum
  • dsb

Dengan mengkonsumsi makanan-makanan di atas diharapkan akan menghindarkan diri anda dari iritasi yang diakibatkan pada saat buang air besar, yang kalau tidak diperhatikan bisa berkembang menjadi infeksi yang lebih akut seperti Fistula Ani tersebut.

Semoga dengan membaca artikel kami mengenai bahaya Fistula Ani tidak diobati ini dapat membantu anda dalam memahami lebih dalam mengenai penyakit tersebut dan alasan kenapa harus segera dilakukan perawatan dan juga pengobatan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sponsors Link
, , , ,