Sponsors Link

12 Bahaya Feses Berwarna Hitam yang Harus Diketahui

Sponsors Link

Feses merupakan kotoran buangan hasil dari sisa-sisa makanan yang telah diolah dan dicerna oleh tubuh. Feses tidak lagi mengandung sari makanan yang dibutuhkan oleh tubuh, sehingga hanya perlu untuk segera dikeluarkan dari dalam tubuh.

ads

Namun ternyata, feses dapat digunakan sebagai indikator untuk menilai kondisi tubuh. Penting bagi kita untuk mengecek bentuk, warna, bahkan bau nya secara berkala. Jika ditemukan ciri yang abnormal dan tidak biasanya ada pada feses normal kita, wajib untuk waspada. Dianjurkan untuk segera menemui dokter jika sudah lebih dari 3 hari terdapat keanehan pada rupa feses yang kita keluarkan.

Ciri-ciri ini akan dimiliki oleh feses dengan kategori normal :

  • Warna feses: kecokelatan pada orang dewasa, dan kekuningan pada bayi
  • Konsistensi feses : akan berbentuk lunak, agak lembek, dan cenderung basah
  • Bentuk : silinder agak panjang
  • Jumlah : berkisar antara 100-400 gr per-hari (tergantung diet atau jumlah makanan yang biasa dikonsumsi)
  • Bau : akan dipengaruhi oleh berbagai jenis makanan yang dikonsumsi
  • Unsur pokok di dalam nya : mengandung lemak, protein, pigmen empedu, sejumlah kecil makanan yang tidak dicerna, sel epitel, potongan bakteri
  • Frekuensi buang air besar : normal, dalam sehari 1-2 kali

Nah, untuk sedangkan untuk tubuh yang bermasalah berikut ciri-ciri yang biasa timbul pada feses atau tinja :

  • Warna feses : akan berubah menjadi hitam pekat / putih / merah / pucat dengan lemak / hijau atau orange / lender berdarah, dengan masing-masing warna mengindikasi pada penyakit dan penyebab tertentu
  • Konsistensi feses : akan menjadi keras, kering, atau malah cair
  • Bentuk : bentuk feses yang tidak normal akan menjadi kecil-kecil seperti kotoran kambing, atau bahkan kecil panjang seperti benang
  • Jumlah : akan meningkat drastis atau malah jarang sama sekali, mengikuti frekuensi buang air nya
  • Bau : bau tajam dan pedas patut dicurigai
  • Unsur pokok di dalam nya : mengandung mucus, parasite, darah, lemak dalam jumlah besar, dan benda asing lainnya
  • Frekuensi buang air besar : >6 kali dalam sehari, atau <1 kali dalam jangka seminggu

Disini akan dibahas lebih lanjut mengenai salah satu tanda abnormal yang ditunjukkan oleh feses yaitu perubahan warna menjadi hitam pekat. Perubahan ini dominan disebabkan oleh pendarahan internal pada sistem pencernaan bagian atas. Namun tidak menutup kemungkinan adanya bahaya feses berwarna hitam lain yang sedang dialami oleh tubuh. Oleh karenanya, dibutuhkan analisa medis lebih lanjut seperti foto X-Ray pada area yang didiagnosa mengidap suatu penyakit, kolonoskopi pada usus besar, bahkan analisis feses lebih lanjut agar dapat dengan tepat mengetahui penyebabnya. Pengobatan dapat diberikan secara efektif dan efisien setelah mengetahui spesifik penyakit yang menyebabkan feses berwarna hitam.

Berikut beberapa daftar penyakit yang berhubungan dengan perubahan warna pada feses :

  1. Ulkus Lambung

Ulkus dikenal dengan nama lain borok, merupakan luka terbuka yang mengeluarkan darah. Ternyata bukan hanya terdapat pada bagian eksternal tubuh, organ dalam pun memiliki potensi mengidap ulkus termasuk lambung. Ulkus akan terbentuk di dalam lambung atau usus kecil dengan darah yang kemudian mengalir ke usus besar bercampur dengan tinja, kemudian menyebabkannya berubah warna. Ulkus biasa disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori, penggunaan obat-obatan anti-inflamasi dan aspirin secara berlebihan dan tidak sesuai dosis yang dianjurkan. Hal tersebut menyebabkan ulserasi (luka terbuka) pada organ dalam.

Sponsors Link

  1. Radang Perut (Gastritis)

Perut akan mengeluarkan reaksi akibat rangsangan yang diberikan. Konsumsi alcohol yang berlebihan, dan penggunaan obat-obatan anti-inflamasi secara terus-menerus lama kelamaan akan mempercepat pengikisan lapisan lambung. Asam lambung akan terpicu keluar, menyebabkan gastritis (lapisan lambung terkikis dan meradang) dan kemudian menyebabkan radang pada bagian perut.

  1. Mallory-Weiss Syndrom

Sindrom ini dialami pada keadaan dimana selaput lender yang terletak pada bagian bawah kerongkongan (jalur lewat makanan) mengalami robekan. Tempat terjadinya robekan biasa terjadi pada simpang esophagus dan lambung. Robekan linear dengan panjang umum 2-3 cm yang terbentuk ini rentan menimbulkan pendarahan. Hal ini dominan diderit apada pasien alkoholik. Namun, pada pasien yang sebelumnya tidak pernah mengkonsumsi alkohol pun harus behati-hati apalagi setelah mengalami seri muntah-muntah yang panjang dan terus-menerus setelah keracunan makanan.

  1. Varises Esofagus

Varises pada esophagus diderit akibat pecahnya pembuluh darah dengan posisi pada esophagus bagian bawah. Darah yang bocor akan mengalir turun menuju usus, dan bercampur dengan feses menghasilkan perubahan warna yang signifikan. Varises ini terjadi akibat adanya penyakit hati karena terlalu sering konsumsi minuman alcohol. Sirkulasi darah menuju hati akan terganggu, menyebabkan aliran darah yang berlawanan dan malah menimbulkan varises di daerah sekitar esophagus.

  1. Radang Usus (Divertikulitis)

Merupakan nama ilmiah dari radang usus, dimana pasien akan mengidap pendarah akibat pecahnya kantong yang terbentuk menonjol keluar pada dinding usus besar. Infeksi yang kemudian menyerang kantong tersebut akan membuat nya pecah dan mengeluarkan darah. Penyebab penyakit ini masih diteliti lebih lanjut, namun diprediksi hadir akibat gaya hidup yang tidak sehat dan konsumsi makanan yang tidak diperhatikan dengan baik. Baca lebih lanjut mengenai : Penyebab Usus Besar Luka  dan juga Penyebab Usus Bengkak

ads

  1. Penyakit Crohn

Penyakit Crohn ditandai dengan munculnya diare kronis dan gejala gangguan pencernaan. Penyakit ini menimbulkan peradangan pada keseluruhan saluran cerna, dengan kasus terbanyak timbul pada akhir usus kecil, yang kemudian infeksi dan membengkak. Baca lebih lanjut : Penyebab Perlengketan Usus.

  1. Kolitis Ulseratif

Kolitis Ulseratif juga termasuk jenis peradangan, namun tempat terjadinya hanya spesifik terjadi pada usus besar/kolon saja. Akan terjadi peradangan kronis. Antibiotik jenis metronidazole dan ciprofloxacin dapat membantu meredakan penyakit ini. Jika peradangan sudah sangat parah dan mengkhawatirkan, akan dilakukan operasi pengangkatan kolitis agar kedepannya bisa diminimalisir potensi komplikasi lain. Ada 2 jenis radang usus lain yang mungkin terjadi, walaupun jarang, yaitu Kolitis Limfosistik dan Kolitis Collagenus.

  1. Penyakit Hati

Seperti disebutkan pada poin no. 4 mengenai Varises Espfagus, penyakit hati lah pemicu nya. Penyakit hati seperti hepatitis dan sirosis akan menambah potensi terbentuknya varies pada esophagus bagian bawah. Gaya hidup alkoholik diduga menjadi alasan utama pasien mengidap penyakit ini. Maka dari itu kita harus menjaga kesehatan kita.

  1. Fisura Anal

Fisura anal merupakan suatu kondisi dimana pendarahan lapisan anus yang terjadi pada saluran anus, yang terletak antara anus dan rectum. Robekan ini dipicu oleh keras nya tinja yang harus keluar melalui saluran anus tersebut, sehingga terjadi paksaan yang membuat pengembangan fisura (sobekan kecil pada lapisan saluran anus). Fenomena ini terjadi akibat bermasalahnya sistem pencernaan seseorang hingga menimbulkan sembelit dengan frekuensi buang air < 3 kali dalam seminggu. Penyebabnya dapat disebabkan karena kurangnya konsumsi air putih, kurang konsumsi makanan berserat, stress, terlalu banyak mengkonsumsi produk susu, dan faktor gangguan pencernaan lain.

  1. Wasir

Wasir dialami seseorang ketika pembuluh darah yang terdapat di dalam lubung anus nya membengkak. Pembengkakan yang terjadi dapat meradang dan kemudian pecah menimbulkan pendarahan pada saluran anus. Hal ini dapat dipicu oleh berbagai hal seperti setelah melakukan aktifitas berat, terlalu sering dan lama duduk, dan akibat kondisi kehamilan. Baca juga tentang Abses Unus dan juga Ciri Ambeien yang Sudah Sembuh

  1. Kanker Usus Besar

Sebelum membentuk sel kanker ganas yang terus tumbuh, penyakit ini diawali dengan munculnya tumor pada jaringan usus besar. Akan terbentuk massa yang semakin lama semakin membesar dan berdarah, selanjutnya memberikan efek feses berwarna hitam. Penyakit Crohn merupakan salah satu faktor pemicu munculnya kanker usus besar.

  1. Kematian

Jika tidak mendapat perhatian yang serius dan segera ditangani dengan baik, besar kemungkinan penyakit-penyakit tersebut menyebar ke organ tubuh lainnya membentuk komplikasi yang cukup serius hingga dapat menyebabkan kematian.

Sponsors Link

Yang Harus Diperhatikan

Setelah membaca bahaya yang dapat mengancam tubuh kita, ada baiknya jika merasa sudah mulai mengalami hal-hal diatas untuk segera memeriksakan diri ke dokter terdekat. Dan untuk kalian yang tidak ingin mengalami kejadian seperti di sebutkan di atas kita harus mencegahnya, maka dari itu ada baiknya untuk mulai menjaga tubuh kita agar tidak ingin terjadi hal yang tidak kita diinginkan. Berikut hal-hal yang dapat kalian mulai terapkan dalam kehidupan sehari-hari :

  1. Banyak minum air putih. Air putih memiliki beribu manfaat bagi tubuh dan yang terpenting akan mempertahankan kondisi cairan dalam tubuh dan membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih baik.
  2. Bergegas buang air besar saat ingin. Menahan buang air besar dapat menyebabkan tertimbunnya bakteri dan racun dalam tinja lebih lama berada dalam tubuh. Selanjutnya berpotensi kanker usus, bahkan kematian.
  3. Mengkonsumsi makanan berserat dengan porsi yang cukup. Karena serat akan membantu memperlancar pencernaan, menjaga kesehatan usus, menurunkan berat badan, serta banyak manfaat lain yang dapat diambil.
  4. Hindari terlalu banyak konsumsi suplemen zat besi. Zat besi secara natural menyebabkan perubahan warna pada feses orang yang berlebihan dalam mengonsumsinya. Contoh makanan yang mengandung zat besi adalah sayuran berdaun warna hijau tua, buah ceri, pisang, papaya, blueberry, daging merah, kuning telur, daging ayam, dan sebagainya.
  5. Hindari konsumsi obat atau jamu secara rutin. Obat dan jamu yang dikonsumsi jangka panjang memicu infeksi, komplikasi, kerusakan ginjal, dan kerusakan fungsi tubuh lainnya.
  6. Hindari konsumsi miras, tidak baik untuk hati.
  7. Manajemen stress yang baik
  8. Atur waktu untuk istirahat

Bahaya feses berwarna hitam ternyata menimbulkan beragam efek samping dan komplikasi lebih lanjut. Sebelum sempat mengidap berbagai penyakit mengerikan di atas, sebaiknya mulai lindungi dan sayangi diri sendiri dengan berlaku bijak. Mulai perhatikan apa yang dimakan termasuk kandungan dan nutrisi di dalamnya, apa baik atau tidak untuk tubuh. Sayangi tubuh kita dan hargai betapa berharganya kesehatan bagi seseorang. Baca selengkapnya Penyebab Infeksi Usus

Sponsors Link
, , , ,