Sponsors Link

BAB Sedikit dan Lembek? Ini Gejala, Penyebab dan Penanganannya

Sponsors Link

Buang air besar, atau disingkat dengan ‘BAB’ merupakan aktifitas alami bawaan lahir yang dilakukan oleh tubuh disaat tubuh sudah mencapai batas maksimal dalam mengandung kotoran sisa metabolisme. Kotoran ini dianggap sudah tidak memiliki fungsi baik jika disimpan terlalu lama di dalam seperti ‘sampah’ yang hanya akan memenuh-menuhi ruang dalam tubuh kita. Oleh karena itu kotoran wajib dibuang setiap hari, dengan frekuensi normal 1-3 kali buangan per-hari. Ciri-ciri lain dari BAB normal dapat diamati sebagai berikut :

ads
  • Warna – Cenderung kecokelatan dan kekuningan pada anak bayi
  • Konsistensi – Lembek dan basah, atau cukup mengandung air, dan tidak keras kering
  • Bau – Berbau sesuai makanan yang sebelumnya dikonsumsi
  • Bentuk – Mirip bentuh buah pisang, yaitu silinder agak panjang
  • Kandungan dalamnya – Jika diteliti berupa lemak, protein, sel-sel epitel, bakteri, pigmen empedu dan lainnya
  • Berat – Normalnya 100-400 gram/hari
  • Frekuensi – 1-3 x/hari

Jika didapati tinja saat buang air besar memiliki sifat yang berbeda dari ciri normalnya, dapat dipastikan bahawa tubuh sedang mengalami penurunan fungsi. Tubuh berpotensi terserang berbagai macam penyakit pencernaan yang dapat menyerang mulai dari kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hingga anus. Sehingg akan dibutuhkan dan disarankan untuk langsung menghadap dokter ahli jika gejala BAB tidak normal sudah dialami lebih dari 3 hari. Dokter umunya akan menanyakan gejala-gejala lain yang dirasakan, lalu merekomendasikan tes diagnosa lanjutan bila dirasa perlu (seperti tes darah, CT Scan, MRI, biopsy, X-Ray, kolonoskopi, dan tes-tes lanjutan lainnya).

Penyebab BAB Sedikit dan Lembek

Salah satu gejala BAB abnormal yang paling sering dialami oleh seseorang adalah BAB dengan kotoran lembek dan jumlah yang sedikit. Baca lebih lanjut mengenai: Bahaya Feses Berwarna Hitam – Cara Membersihkan Usus Kotor – Makanan untuk Penderita Diare

Seperti yang dituliskan diatas dimana kondisi BAB normal akan cenderung lembek, namun kondisi dengan lembek yang berlebihan dengan jumlah <100 gram perhari nya patut menjadi perhatian bagi kita. BAB yang berubah menjadi agak terlalu lembek dan sedikit (atau tidak tuntas) dapat dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu:

  1. Jenis makanan yang kita konsumsi
  2. Kondisi kesehatan tubuh
  3. Serta, kondisi psikis tubuh

Dan, berikut ini merupakan penjabaran lebih detail dari tiga kondisi yang disebutkan sebagai hal yang mempengaruhi kondisi tinja yang keluar dari dalam tubuh.

  • Sering Menunda Aktifitas BAB

Padahal BAB merupakan aktifitas urgent dan bersifat penting dari keseluruhan proses metabolisme. Tubuh hanya memiliki sejumlah ruang terbatas yang mampu menampung kotoran yang dihasilkan, sedangkan kelakuan kita untuk menunda BAB akan menahan kotoran lebih lama dalam tubuh. Padahal, BAB yang kita hasilkan mengandung senyawa berbahaya layaknya ‘sampah’ yang akan lebih baik untuk dibuang daripada disimpan lama-lama. Bayangkan kita menyimpan ‘sampah’ dalam tubuh, lama-kelamaan semakin tertimbun, busuk, menimbulkan ‘belatung dan bau’, berupa penyakit-penyakit potensial lain yang dapat menyerang tubuh. Tinja akan cenderung mengeras, terjadi penyumbatan usus, dan merobek saluran pembuangan menyebabkan pendarahan. Racun jahat juga akan terserap kembali ke dalam tubuh.

  • Mengonsumsi Air Putih Dalam Jumlah yang Sedikit

Hal ini merupakan hal sederhana yang luput diperhatikan oleh orang-orang. Ada orang yang benci untuk meminum air putih, dan dapat dipastikan orang tersebut belum paham dengan jelas apa peranan air putih bagi tubuh kita. Air putih membawa banyak manfaat apalagi untuk sistem metabolism tubuh manusia contohnya adalah untuk pendetoks tubuh dengan berperan sebagi media dalam mengeluarkan racun, sebagai media transportasi yang efektif untuk berbagai sistem tubuh, pembentuk sel-sel baru, pembentuk berbagai cairan tubuh, pengatur suhu tubuh, sebagai pelarut berbagai senyawa sehingga lebih mudah diserap tubuh, serta menjadi pelumas sendi, dan bantalan (shock absorbing fluid cusion) pada berbagai organ tubuh.

Sponsors Link

  • Tidak Mengonsumsi Cukup Serat

Serat, atau biasa disebut dengan dietary fiber, merupakan salah satu kandungan yang dapat membantu kita buang air besar lebih teratur dengan cara memperlancar jalan makanan dalam sistem pencernaan. Mengonsumsi makanan berserat tinggi juga dapat meminimalisir terkena kanker ususm, dimana kandungan serat dapat melakukan fungsi sebagai penyeimbang tingkat pH (keasaman) dan membantu proses fermentasi atau pembusukan dalam pencernaan manusia. Serat banyak terkandung dalam buah-buahan (dominan pada apel, berries, papaya, dan tomat), sayur-sayuran (dominan pada sayuran hijau), gandum, oatmeal, beras merah, dan kacang-kacangan. Konsumsi makanan tinggi serat juga sering dilakukan perempuan yang ingin menurunkan berat badan karena memiliki sifat mengenyangkan yang cendrung lebih lama dengan kandungan kalori yang lebih sedikit.

  • Mengonsumsi Obat-Obatan Penyebab Sembelit

Obat-obatan yang dapat memicu sembelit, menurut seorang peneliti bernama D. Sharon Orrange dari Asosiasi Professor of Medicine, rata-rata merupakan obat yang mengandung senyawa: Anti-depresan, Anti-kolinergik, Anti-histamin, Anti-inflamsi, Opiat, Serotonin, Zat Besi, serta Obat untuk gangguan penyakit tekanan darah rendah (hipotensi). Berlakulah bijak dengan mengonsumsi obat tersebut setelah mendapatkan resep atau rekomendasi dari dokter yang telah memperiksa kondisi tubuh kita. Jangan mengandalkan informasi dari internet sebagi acuan.

ads

  • Mengonsumsi Obat Pencahar Secara Berlebihan

Obat pencahar memiliki tujuan untuk menangani kondisi BAB keras dan kering. BAB jenis ini akan lebih susah untuk dikeluarkan dari dalam tubuh karena biasanya akan terhambat pada posisi tertentu di dalam saluran, membuat kita kesulitan meneruskan proses pengeluarannya. Dokter akan meresepkan obat pencahar sebagai solusi. Namun jika ternyata BAB masih sulit dilakukan, periksakanlah kembali kondisi tersebut dan mendapatkan pertimbangan/rekomendasi dari dokter selanjutnya. Penggunaan obat pencahar yang tidak sesuai dosis akan memicu sembelit yang lebih parah lagi, kram perut, gas perut berlebihan, hingg pendarahan sistem pencernaan ataupun anus terasa terbakar.

  • Mengalami Keadaan Emosional Berupa Stress

Setiap orang yang dihadapkan pada kondisi tekanan sana-sini, kanan-kiri, akan relative gampang terkena stress (dalam arti yang negatif). Keadaan emosional akan mampu mempengaruhi fisik sehingga dibutuhkan keterampilan untuk mengatur emosi yang baik. Gunakan waktu dengan bijak dan lakukanlah persiapan untuk sesuatu yang dapat dipersiapkan. Sedangkan untuk sesuatu yang menuntut kesabaran, berusaha untuk sabar dan terus bersyukur adalah cara terbaik. Sambil berusaha, berdoa dan terus berhadap kepada-Nya dapat menjadi senjata ampuh melewati masa-masa sulit dalam hidup.

  • Hormon Dalam Tubuh Terganggu

Hormon tubuh merupakan sebuah senyawa kimia dalam tubuh dengan fungsi khusus yang berlaku pada sel tertentu. Hormon akan mengatur keseluruhan fungsi tubuh, termasuk proses metabolisme nya. Oleh karena itu metabolisme yang terjadi pada sistem pencernaan juga akan terganggu apabila hormon yang diproduksi berkurang/berlebihan jumlah produksinya,

  • Sistem Syaraf Terganggu

Terganggunya sistem syaraf sekitar saluran pencernaan dapat menyebabkan BAB abnormal, termasuk BAB dengan jumlah sedikit dan lembek.

  • Faktor Semakin Bertambahnya Usia

Usia akan sedikit banyak mempengaruhi keadaan luar ataupun dalam tubuh. Pada bagian luar tubuh akan terlihat pada kekencangan sulit yang semakin menurun (kendor), keriput, rambut beruban, flek-flek hitam pada wajah, dan lainnya. Sedangakan pada bagian dalam tubuh tidak akan terlihat namun terasa perubahannya. Apalagi jika di waktu muda nya, seseorang tidak merawat tubuhnya dengan baik. Usia senja merupakan saat dimana kita pada akhirnya bisa menikmati (atau malah terbebani) dengan apa yang telah kita lakukan pada masa muda kita.

So, mulai sekarang biasakanlah untuk mulai mengatur pola makan, berolahraga teratur, diet sehat, serta jauhkan diri dari alcohol, rokok, dan obat-obatan terlarang lain untuk masa tua yang lebih baik dan tentram. Perlu diingat bahwa “penyesalan selalu datang belakangan”, dan “Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian”, agar selalu sadar bahwa hidup adalah anugrah yang patut disyukuri. Dan, salah satu cara untuk bersyukur adalah dengan menjalani hidup degan sebaik-baiknya untuk diri sendiri, dan juga oranglain.

Penanganan BAB Sedikit dan Lembek

Sebagian besar gangguan pencernaan disebabkan oleh kebiasaan jangka panjang yang cenderung buruk. Sehingga untuk mengobati kondisi pencernaan, termasuk BAB yang sedikit dan lembek, dibutuhkan komitmen yang tinggi. Konsistensi dan keseriusan akan di-tes seiring waktu untuk benar-benar dapat memiliki gaya hidup baru yang lebih baik, sehat, dan berkualitas. Dan berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendapatkan kondisi pencernaan yang baik :

Sponsors Link

  1. Mengonsumsi air minimal 8 gelas dalam sehari
  2. Biasakan untuk meminum air setelah bangun pagi dan sebelum sarapan
  3. Mulai membiasakan diri konsumsi buah dan sayur
  4. Mengurangi makanan/minuman berkafein
  5. Membatasi konsumsi makanan terlalu asam, manis, asin, dan berminyak
  6. Memperbanyak makan makanan berserat tinggi
  7. Membiasakan diri olahraga min. 3 kali dalam seminggu
  8. Meningkatkan kualitas tidur min. 7 jam dalam sehari
  9. Meluangkan waktu untuk liburan
  10. Mengatur keadaan pikiran dan waktu dengan baik
  11. Menjadwalkan check-up rutin dengan dokter

Semoga informasi yang telah dijabarkan di atas (mulai dari gejala, penyebab dan penanganan) dari BAB lembek dan cair dapat menambah wawasan kalian akan dunia pencernaan. Tidak menutup kemungkinan berbagi gejala, penyebab dan penanganan lain dapat dilakukan sesuai dengan rekomendasi ahli medis dan ahli terkait. Baca selanjutnya di: Penyebab Usus BuntuPenyebab Perlengketan Usus

Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi kita untuk menemui dokter jika merasakan hal-hal berbeda terjadi pada tubuh agar segera dapat ditangani dengan cepat dan tepat. Sehingga suatu penyakit dapat segera sembuh dan tidak ‘merembet’ pada penyakit-penyakit lainnya. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan kesempatan untuk menjaganya, serta tidak lupa untuk bersyukur atas apapun keadaan yang sedang kita alami, amiin.

Sponsors Link
, , , ,