Sponsors Link

BAB Disertai Mual: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Sponsors Link

Buang Air Besar (BAB) adalah aktivitas mengeluarkan sisa-sisa hasil proses pencernaan berupa feses. Rutin BAB setiap harinya sangat dianjurkan oleh para dokter dan ahli pencernaan sebab bagus untuk kesehatan tubuh namun ketika rutinitas tersebut didampingi dengan gejala-gejala mengkhawatirkan lain, khususnya munculnya rasa mual, dan hal tersebut tidak terjadi satu atau dua kali, penderitanya patut khawatir.

ads

BAB yang disertai dengan mual bukan suatu fenomena yang normal dan sebaiknya tidak dianggap enteng. Prinsip kehati-hatian dalam menjaga kesehatan tubuh adalah prinsip penting yang wajib dijalankan manusia yang ingin bertahan hidup. BAB yang disertai mual pada umumnya datang dengan membawa gejala-gejala lain yang memberikan lampu merah bagi penderita bahwa tubuh mendeteksi adanya bahaya.

Gejala & Tanda-tandanya

Gejala-gejala pendukung lain tersebut dapat menandakan kondisi tubuh bertambah parah atau membaik meskipun pada kenyataannya sebagian besar pengalaman yang pernah mengalami hal tersebut condong pada pilihan yang pertama. Gejala lain pendukung yang juga mengkhawatirkan dan datang bersama dengan mual saat BAB meliputi feses yang keluar dalam kondisi cair, menderita sakit kepala atau pusing, demam, sakit perut, muntah, darah pada feses, kembung dan tubuh menggigil. Apabila anda mengalami mual dan gejala-gejala tersebut saat BAB lebih dari 2 kali, bahkan sering, sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter dan mendapat bantuan profesional.

Penyebab

Sistem pencernaan manusia dipengaruhi oleh banyak faktor dan kerja antara satu sistem tubuh manusia dengan yang lainnya berhubungan sangat erat karena saling mempengaruhi sehingga satu akar atau penyebab masalah yang dibiarkan akan dapat menyebabkan gangguan pada sistem tubuh manusia yang lain. BAB disertai mual yang tidak ditangani dengan tepat seringkali disebabkan tidak ditemukannya sumber kelainan atau masalah yang tidak tepat pula. Berikut ini adalah beberapa penyebab seseorang menderita mual saat BAB,

  • Makan Terlalu Kenyang

Apabila organ pencernaan diisi terus menerus hingga penuh atau dengan jumlah yang lebih daripada biasanya, organ tersebut dengan organ pencernaan lain akan dipacu untuk bekerja lebih keras dengan tempo yang lebih cepat, termasuk proses sekresi sisa-sisa hasil pencernaan yang telah melalui proses pembusukan atau BAB. Hal tersebut menyebabkan munculnya rasa ingin BAB ketika seseorang makan hingga merasa terlalu kenyang.

Sementara pada saat yang bersamaan, lambung yang terisi penuh, bahkan mungkin terisi melebihi kapasitasnya, secara otomatis akan berusaha untuk mengurangi isinya dengan 2 cara yaitu mencerna dengan lebih cepat dan mengeluarkan makanan yang masih menungu gilirannya untuk dicerna di lambung. Cara yang kedua dijalankan oleh otak dengan menimbulkan rasa mual yang bisa dilanjutkan dengan muntah. Selain itu penyebab yang satu ini dapat juga menyebabkan efek makan tidak dikunyah apabila penderita juga dalam kondisi dikejar dengan waktu.

  • Reaksi Alergi

Alergi adalah reaksi sistem imunitas atau kekebalan tubuh terhadap hal-hal tertentu yang dianggap berbahaya meskipun pada kenyataannya hal tersebut tidak berbahaya bagi tubuh. Makanan dan minuman tertentu dapat memicu reaksi alergi tanpa pengetahuan bahwa anda alergi terhadap makanan dan minuman tersebut. Peristiwa yang sangat mungkin dan sering terjadi serta tidak disadari penderitanya.

Sponsors Link

Reaksi alergi yang dialami oleh sebagian besar manusia adalah bercak merah, rasa gatal dan bengkak pada bagian-bagian tubuh tertentu seperti wajah, kulit tangan dan kaki serta perut. Reaksi alergi dapat juga datang dalam bentuk mual atau muntah yang bertepatan dengan BAB setelah mengkonsumsi makanan-makanan dan minuman yang baru.

  • Infeksi Organ Pencernaan

Organ pencernaan yang mengalami infeksi akan mengalami gangguan-gangguan yang menghambatnya melakukan fungsinya dalam sistem pencernaan. Terdapat berbagai penyebab infeksi usus yang dapat dicari dan dipahami sebagai tindak pencegahan infeksi. Rasa mual yang mendampingi BAB adalah salah satu gejala infeksi organ pencernaan, baik oleh virus, bakteri atau parasit.

Salah satu penyakit akibat infeksi usus adalah disentri yang juga menimbulkan adanya darah dan lendir pada feses, mual dan menderita diare. Cara penularan penyakit disentri sangat bervariasi namun yang utama adalah kontaminasi makanan dan minuman serta tingkat kebersihan yang tidak terjaga dan buruk.

  • Keracunan Makanan

Bakteri, virus dan parasit tidak baik yang masuk ke dalam tubuh dan berkelana ke organ-organ tertentu melalui makanan dapat berakibat fatal bagi manusia. Keracunan makanan dapat disebabkan proses memasak makanan yang tidak selesai atau sempurna sehingga makanan tidak sepenuhnya matang, tidak menjaga kebersihan bahan makanan dan tempat makanan diproses, mengkonsumsi makanan yang mentah, salah satu contohnya adalah daging ikan laut, menggunakan bahan makanan yang tidak pantas konsumsi, dan sebagainya.

Sponsors Link

Mereka yang menderita keracunan makanan akan merasa mual, diare, sakit atau keram perut, konstipasi dan muntah. Keracunan makanan harus ditangani dengan sigap dan cepat, bahkan apabila memungkinan, dilakukan pertolongan pertama keracunan makanan tepat pada saat keracunan makanan dideteksi secara dini. Cara mencegah keracunan makanan juga sama pentingnya dengan pengobatannya sehingga wajib untuk diketahui para pembaca.

Pengobatan

Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan apabila anda, para penderita mual saat BAB, tidak sempat atau menunggu janji untuk mendapat bantuan profesional dari dokter serta resep obat anda meliputi,

  1. Minum air putih minimum 2 liter setiap hari, sebaiknya setelah BAB dan muncul rasa ingin muntah atau mual;
  2. Mengkonsumsi makanan yang mudah untuk dicerna dan mengurangi konsumsi makanan berserat yang dapat menyebabkan organ pencernaan bekerja ekstra dan lebih keras untuk sementara waktu;
  3. Menjaga kebersihan dan kelayakan kondisi bahan makanan yang akan diproses, tempat memproses, dan makanan yang akan dikonsumsi serta kebersihan tubuh secara umum;
  4. Mengkonsumsi makanan yang bergizi dengan jumlah seimbang dan cukup serta menghindari makanan pedas atau asam;
  5. Beristirahat cukup dan seimbangkan asupan konsumsi makanan dengan jumlah kalori yang dibakar setiap harinya.

Gangguan dan gejala pencernaan, khususnya rasa mual yang mendampingi BAB, tidak dapat disepelekan dan dikesampingkan sebab gangguan yang satu ini dapat mengganggu aktivitas seseorang untuk waktu yang lama serta berkembang menjadi gangguan yang lebih serius apabila tidak ditindaklanjuti. Sekian ulasan mengenai BAB yang disertai rasa mual, gejala pendukung lainnya, penyebab dan tips-tips pengobatan terkait. Semoga artikel ini bermanfaat

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :