Sponsors Link

3 Akibat Usus Buntu Pecah Tingkatkan Resiko Kematian Pasienya

Sponsors Link

Usus buntu terjadi karena adanya peradangan yang akibat usus buntu pecah bisa menyerang berbagai organ seperti linfoid manusia, atau umbai cacing (apendisitis) yang merupakan sekumpulan organ kecil di bagian usus. Jika usus buntu sampai pecah, maka akan menimbulkan resiko berupa infeksi yang serius pada system pencernaan lainya. Infeksi tersebut bisa menginfeksi organ lambung serta organ pencernaan lainya.

ads

Seseorang yang sedang mengalami usus buntu, biasanya akan sering ciri ciri usus buntu pecah mengeluhkan rasa sakit yang hebat di bagian dekat pusar dan area perut bagian kanan bawah, dimana merupakan letak usus buntu itu sendiri. Ketika seseorang tersebut melakukan gerakan, seperti menghirup napas atau batuk dan bersin saja. rasa sakitnya akan semakin terasa.

Gejala Awal Usus Buntu

Penyakit yang dalam bahasa medis disebut Appendicitis ini, sebaiknya tidak boleh dianggap remeh begitu saja. Ketika kondisinya sudah semakin parah karena dibiarkan, akan menyebabkan usus buntu pecah. Usus buntu yang pecah bisa menimbulkan kematian. Usus buntu pecah yang parah, sebelumnya diawali dengan sakit usus buntu biasa yang umumnya dialami sebagian besar orang. Gejala penyebab infeksi usus awalnya dapat dideteksi seperti berikut :

  • Tiba-tiba perut kembung
  • Kehilangan nafsu makan
  • Tidak bisa membuang gas
  • Merasa mual dan muntah
  • Mengalami konstipasi atau diare
  • Mengalami demam

Ciri Usus Buntu Pecah

Setelah beberapa gejala awal usus buntu muncul seperti di atas, jika keadaanya ternyata semakin parah, tidak membutuhkan waktu yang lama (sekitar 2-3 hari), ciri usus buntu pecah akan muncul. Berikut ini beberapa ciri usus buntu pecah, yang biasanya dialami pasien:

  • Mengalami Demam dan Nafsu Makan Berkurang

Ciri usus buntu akan pecah lainya, bisa ditandai dengan demam yang tinggi serta menjadi kurang nafsu makan. Reaksi tubuh seperti ini , terjadi karena virus makanan untuk iritasi usus demam menyerang kekebalan tubuh kita. Bisa dikatakan, penyebaran virus dan bakteri sudah semakin menyebar ke seluruh tubuh. Nafsu makan juga menjadi berkurang, sebab terjadinya peradangan pada dinding usus dan hampir menipis. Setiap makanan yang masuk tidak bisa tercerna dengan baik.

  • Perut Mengalami Pembengkakan

Jika perut Anda terlihat bengkak, khususnya di bagian perut sebelah kanan, disertai rasa nyeri yang cukup terasa, bisa jadi ini merupakan ciri usus buntu akan pecah. Letak umbai cacing (appendix) ini berada di bawah kanan perut. Jika tidak segera diobati, efeknya akan menimbulkan rasa sakit yang semakin hebat, juga adanya serangan virus berbahaya yang membuat luka pada appendix menjadi semakin serius. Ketika perut kembung seperti ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter

  • Kesakitan Saat BAB Karena Iritasi Saluran Cerna

Belum selesai sampai di sekitar usus saja, penderita usus buntu akan pecah juga akan kesulitan ketika harus BAB. Rasa sakit yang cukup hebat ketika BAB terjadi karena adanya penyumbatan usus busuk di area usus itu sendiri.  peradangan juga terjadi di sekitar anus hingga usus besar

Sponsors Link

Mengapa Usus Buntu Bisa Pecah?

Sebuah pusat kesehatan bernama Johns Hopkins Medicine, Amerika Serikat mengatakan akibat usus buntu pecah bahwa usus buntu bisa mengalami bocor atau pecah setelah 24 jam pertama. Biasanya hal ini bisa terjadi setelah beberapa gejala awal muncul. Ketika akibat usus buntu tidak dioperasi usus buntu pecah, resikonya akan lebih meningkat setelah 48 jam hingga 72 jam setelah gejala muncul.

Usus mulai mengalami infeksi, adanya bakteri yang awalnya hidup normal di organ usus, menjadi berkembang biar dengan sangat cepat , sehingga usus meradang. Peradangan ini juga mengandung bakteri dan nanah, serta sel darah putih dan sel jaringan menjadi mati.

Infeksi tersebut akhirnya menyebabkan adanya tekanan pada bagian usus manusia, hingga meningkat tajam. Darah kita akan mengalir melalui organ –organ dan turun, sehingga jaringan di organ usus bisa kekurangan darah dan mati secara perlahan.

ads

Selain itu, dinding otot organ usus kita mulai menipis dan akhirnya menjadi pecah. Nanah serta bakteri yang terkandung di dalamnya, menjadi keluar dan bocor. Kemudian, masuk ke area perut lainya atau disebut juga peritonitis peradanganya sudah mencapai membrane rongga perut karena usus pecah.

Akibat Usus Buntu Pecah

Usus buntu yang sudah mengalami fungsi usus halus dalam proses pencernaan kebocoran atau pecah, sebaiknya mendapatkan penanganan oleh dokter ahli, jauh sebelum ciri-cirinya muncul di dalam tubuh kita. Proses pecahnya usus ini tidak memerlukan waktu lama, untuk bisa merusak organ lainya dan meningkatkan resiko kematian. berikut ini 3 akibat utama jika usus buntu pecah:

  • Bakteri Masuk ke Dalam Darah

Karena usus buntu pecah, maka isi dari usus yang merupakan bakteri dan nanah tadi, akan menyebar ke bagian tubuh (rongga perut) dan menyebabkan septicemia atau bakteri masuk ke dalam darah. Seluruh bagian tubuh bisa menjadi radang atau skeptic

  • Tekanan Darah Menurun

Tekanan darah secara otomatis akan menurun, sehingga memicu makanan untuk penderita usus lengket adanya perubahan yang dapat merusak seluruh bagian organ dalam manusia dan menyebabkan kematian.

  • Menyebabkan Kematian

Terutama kasus usus buntu yang terjadi pada anak-anak, bisa mengakibatkan kematian. Ketika usus buntu pecah, mungkin rasa sakitnya sudah mereda, namun penyakit lainya akan muncul dan lebih membahayakan kesehatan pasien.

Ketika Anda mendapati gejala awal usus buntu muncul pada diri Anda, sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter ahlinya, agar mendapat penanganan sesegera mungkin. Hal tersebut, setidaknya dapat menghindarkan kita dari akibat usus buntu pecah yang dapat  meningkatkan resiko kematian.

 

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Usus Buntu