Sponsors Link

10 Akibat Kelebihan Protein Pada Tubuh

Sponsors Link

Tubuh memang membutuhkan berbagai asupan gizi untuk mempertahankan setiap organ di dalam tubuh. Salah satu asupan yang penting untuk diperhatikan ialah protein. Protein memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Protein memegang peranan besar untuk memaksimalkan tumbuh kembang sang anak dan berbagai kinerja organ tubuh. Selain protein berfungsi sebagai sumber tenaga, protein juga berfungsi untuk menyerap vitamin dan mineral lainnya. Tentu saja fungsi tersebut juga sebagai penopang tenaga di dalam tubuh. Penyerapan vitamin dan mineral lainnya akan membentuk energi dan manusia bisa mengerjakan berbagai aktivitas sehari-hari. Makanan yang mengandung protein antara lain terdapat di dalam daging, ikan, semua produk susu, ayam, telor, sayuran seperti brokoli. Protein di dalam tubuh juga sebagai perhitungan kalori, tetapi apabila berlebihan juga bisa mendatangkan risiko. Untuk itu, perlu kiranya menjaga jumlah asupan tubuh dengan baik. Seimbangkan makanan yang memiliki berbagai jenis zat sehingga asupan untuk tubuh menjadi stabil. (Baca juga: Akibat Kekurangan Gizi)

ads

Pada dasarnya protein terbagi menjadi dua jenis, yaitu protein hewani dan nabati. Protein hewani ialah protein yang berasal dari hewan, seperti daging. Bisa diperoleh dari daging sapi, kambing, dan ikan. Adapun untuk protein nabati bisa didapatkan dari tumbuh-tumbuhan, seperti kacang-kacangan. Tempe, kedelai, tahu, dan berbagai kacang-kacangan memiliki kandungan protein nabati yang cukup banyak. Untuk protein nabati tidak terlalu berbahaya, tetapi apabila protein hewani terlalu banyak di dalam tubuh akan menimbulkan risiko yang cukup besar. Meskipun demikian, kedua protein tersebut sangat penting untuk tubuh dan sangat diperlukan, tetapi dalam jumlah yang cukup.(Baca juga: Pencernaan Makanan)

Takaran Asupan Normal Protein Untuk Tubuh Manusia

Untuk seseorang yang masih melaksanakan program diet, bukan berarti harus mengurangi jumlah asupan protein secara besar-besar. Tubuh tetap harus mendapatkan protein yang cukup. Lebih baik kurangi asupan daging dan lebih banyak mengonsumsi buah. Jumlah karbohidrat dan protein di dalam tubuh tetap diperlukan, hanya saja porsinya dikurangi saja. Untuk asupan mineral dan zat besi tetap harus dipenuhi dari sayuran dan buah-buahan. Sedangkan untuk anak-anak juga penting mendapatkan protein secara maksimal, tetapi untuk menghindari kelebihan protein sebaiknya lebih banyak mengonsumsi makanan yang mengandung protein nabati, seperti kacang-kacangan. Perbanyaklah untuk mengonsumsi kacang-kacangan seperti kedelai dan jenisnya. Protein nabati tetap akan bekerja dengan baik di dalam tubuh, justru akan lebih baik untuk tumbuh kembang sang anak. Pastikan bahwa kebutuhan protein tercukupi dari makanan yang kita konsumsi.

Adapun kebutuhan protein yang tepat untuk tubuh yakni:

Berat (kg)Protein (gram)
4535
5442
7256
9070

Itulah kebutuhan protein yang harus terpenuhi berdasarkan usia. Kebutuhan protein untuk setiap berat badan berbeda dan semakin berat badan bertambah, kebutuhan protein juga semakin naik. Apabila jumlah protein belum terpenuhi berdasarkan perbandingan diatas, sebaiknya penuhi kebutuhan protein hingga sesuai dengan daftar di atas. Usahakan agar protein cukup tidak berlebihan, agar tidak terjadi akibat kelebihan protein pada tubuh.

Artikel lainnya:

Akibat Dari Kelebihan Protein Dalam Tubuh Kita

Itulah tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah protein yang berlebihan. Hal paling penting ialah memperhatikan menu makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Terlalu banyak mengkonsumsi daging tentu saja akan bertambah buruk. Hindari memakan daging terlalu banyak, sebaiknya imbangkan dengan memperbanyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan.

Dengan asupan mineral dan vitamin di dalam tubuh, tubuh akan lebih bisa bekerja lebih baik. Meskipun protein sangat penting untuk tubuh, tetapi apabila kelebihan protein juga bisa menimbulkan risiko yang berbahaya. Di dalam tubuh protein sangat diperlukan tetapi juga bisa mendatangkan risiko apabila memiliki jumlah yang berlebihan. Seimbangkan dengan buah sayur untuk melengkapi jumlah vitamin dan mineral lainnya di dalam tubuh. Adapun bahaya kelebihan protein pada tubuh sebagai berikut:

  1. Kelebihan berat badan

Protein memang membantu tubuh agar tetap sehat, tetapi akan beresiko kelebihan berat badan ketika melebihi jumlah maksimal. Di dalam 1 gram protein terdapat 4 kalori, artinya jumlah kalori akan meningkat meskipun mendapatkan jumlah protein yang sedikit. Dengan asupan yang cukup akan membuat tubuh lebih baik daripada kelebihan protein. Apabila tubuh mendapatkan jumlah protein yang berlebihan berat badan akan meningkat dan dapat mengganggu organ-organ lainnya. Imbangi konsumsi protein dengan makanan lainnya yang tidak mengandung protein. Konsumsi makanan yang mengandung banyak serat seperti buah atau sayur untuk menjaga berat badan tetap stabil.

  1. Merusak hati dan otak

Kelebihan protein mungkin terlalu sepele, tetapi dampak yang dapat terjadi dalam jangka panjang juga sangat berbahaya. Tubuh yang memiliki kelebihan protein akan menganggu kinerja hati dan otak. Protein yang berlebihan bukan membuat tubuh menghasilkan zat-zat yang baik untuk tubuh, tetapi justru membentuk racun dan mengganggu kinerja hati. Selanjutnya, racun tersebut akan menumpuk di dalam hati karena proses perubahan zat terjadi di hati. Apabila hati sudah terlalu banyak menampung racun, otomatis akan menganggu peredaran darah. Hati yang sangat berperan penting dalam proses aliran darah akan membuat aliran darah juga mengalami masalah. Apabila tidak ditangani secepatnya, saraf otak juga akan mendapatkan dampaknya.

Artikel lainnya:

Sponsors Link

  1. Meningkatkan kolestrol

Protein memang terdiri dari dua jenis, yaitu protein nabati dan hewani. Kedua protein tersebut memiliki risiko apabila kelebihan di dalam tubuh. Protein hewani merupakan makanan yang mengandung kolestrol. Apabila protein hewani terlalu banyak di dalam tubuh, kemungkinan jumlah kolestrol akan meningkat. Apabila kolesterol tinggi juga bisa menyebabkan gangguan dalam peredaran darah. Untuk itu, sebaiknya kurangi asupan makanan yang mengandung protein hewani. (Baca juga: Gejala Tipes)

  1. Kerusakan Ginjal

Ginjal merupakan organ tubuh yang menyaring berbagai zat-zat buangan dari makanan. Apalagi protein menyerap berbagai racun dan racun tersebut akan dibuang melalui ginjal. Apabila tubuh mendapatkan protein terlalu banyak maka kerja ginjal akan berat dan memiliki kemungkinan akan mengalami gangguan. Risiko yang dapat terjadi ialah kerusakan ginjal. Risiko ini bisa terjadi apabila banyak mengkonsumsi protein hewani. Untuk itu, pastikan mengkonsumsi makanan seperti daging, ikan, telor, dan makanan yang mengandung protein dalam jumlah yang normal saja. Dengan begitu ginjal tidak bekerja terlalu keras dan tetap terjaga kesehatannya. Apabila mengonsumsi makanan dengan kandungan protein hewani, sebaiknya banyak minum air putih untuk menetralisirnya. Dengan begitu racun dapat terbuang secara kontinue sehingga tidak terjadi penumpukan di ginjal.

  1. Dehidrasi

Kelebihan protein juga berpotensi mengalami dehidrasi. Protein yang terlalu banyak di dalam tubuh akan membuat tubuh bekerja lebih berat dalam membentuk jaringan tubuh. Dengan begitu, tubuh juga memerlukan energi yang cukup banyak. Itu mengapa penderita bisa mengalami dehidrasi. Untuk menghindari dehidrasi akibat dari kelebihan protein pada tubuh, sebaiknya diimbangi dengan banyak minum air putih agar cairan di dalam tubuh tetap terjaga.

ads
  1. Kekurangan kalsium

Protein yang berlebihan di dalam tubuh akan memproduksi asam lebih banyak sehingga kemampuan tulang untuk menyerap kalsium menjadi rendah. Apabila hal ini dibiarkan dalam jangka waktu yang panjang maka dapat menyebabkan tubuh kekurangan kalsium. Resiko besar yang dapat terjadi apabila kekurangan kalsium ialah kerusakan tulang, seperti pengapuran tulang. Untuk menghindari hal ini lebih baik menghindari jenis makanan yang banyak mengandung lemak hewani. Tidak masalah mengonsumsi susu, tetapi imbangi dengan sayur atau buah karena susu juga mengandung protein.

Artikel lainnnya:

  1. Kanker

Akibat kelebihan protein lainnya ialah resiko terkena kanker. Jangan memandang kelebihan protein itu hal biasa. Apabila dijelaskan, ternyata kelebihan protein juga memiliki risiko yang cukup besar. Protein yang diolah di dalam tubuh akan menghasilkan racun untuk dibuang. Apabila tubuh mengalami kelebihan protein, maka racun tersebut akan terus ditumpuk. Penumpukan racun tentu saja akan menyebabkan radikal bebas dan menumbuhkan sel normal menjadi sel kanker. Dengan jumlah protein yang pas, akan membantu tubuh dalam pembuangan racun dan penyerapan racun. Dengan begitu tubuh menjadi lebih stabil dan sehat.

  1. Mengurangi ketosis

Karbohidrat dan lemak pasti ada di dalam makanan sehari-hari dan makanan dengan kandungan tersebut tentu saja memiliki risiko ketosis apabila jumlahnya berlebihan di dalam tubuh. Ketosis merupakan penyakit yang bisa menyebabkan penderita merasa lemah dan lesu.

  1. Asam urat

Konsumsi makanan hewani yang berlebihan bisa juga memiliki risiko asam urat. Hal ini disebabkan karena protein bisa membentuk lemak dan menyebabkan kenaikan kolestrol. Perlu diketahui bahwa selain kelebihan protein dapat menyebabkan pengendapan racun juga bisa membentuk lemak. Apabila lemak dibiarkan terus menerus bisa menyebabkan gangguan organ lain. Salah satunya ialah koletrol. Selain itu, peredaran darah juga bisa terhambat oleh lemat tersebut. Itu menyapa kelebihan protein juga bisa menyebabkan asam urat.

  1. Keseimbangan Makronutrien

Makanan yang mengandung banyak protein bisa membuat tubuh menjadi lebih kuat karena bantuan enzim sehingga menjadi tenaga. Namun, apabila energi tersebut diciptakan maka akan terjadi ketidakseimbangan zat mikro dan makro. Di mana kedua zat tersebut membutuhkan keseimbangan untuk membentuk tubuh agar lebih sehat. Apabila zat tersebut tidak berfungsi maka akan terjadi gangguan dalam organ, otot, dan jaringan tubuh lainnya. Dalam menyeimbangkan dua zat tersebut sebaiknya kurangi makanan yang mengandung protein hewani seperti daging dan telur.

Itulah akibat kelebihan protein pada tubuh manusia. Sebaiknya perhatikan terlebih dahulu setiap makanan yang dikonsumsi. Boleh-boleh saja memenuhi kebutuhan protein di dalam tubuh, tetapi perlu menyeimbangkannya dengan makanan lain seperti sayur dan buah. Hal ini untuk menyembangkan setiap gizi yang masuk ke dalam tubuh. Apabila tubuh juga menerima asupan yang tepat dan pas, maka kerja setiap organ juga akan seimbang. Untuk mengendalikan asupan protein di dalam tubuh, berikut ada tips yang bisa dilakukan. (Baca juga: Peran Enzim dalam Metabolisme)

Tips mengendalikan asupan protein di dalam tubuh, agar terhindar dari beberapa akibat penyakit lainnya sebagai berikut:

  1. Pilih daging yang tidak mengandung lemak.
  2. Konsumsi bubuk protein. Untuk konsumsi bubuk protein juga harus sesuai dengan anjuran jumlah protein.
  3. Perbanyak mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. (Baca juga: Penyebab Makanan Sulit Dicerna)
  4. Lebih banyak mengonsumsi kacang-kacangan. Meskipun kacang-kacangan memiliki protein, tetapi protein yang terdapat di dalam kacang-kacangan merupakan protein nabati bukan hewani.
  5. Menambah jumlah air putih.
  6. Melakukan olahraga minimal seminggu sekali untuk mengeluarkan kalori dan racun-racun di dalam tubuh yang sudah diserap oleh protein.
Sponsors Link

Untuk itu selalu perhatikan kesehatan tubuh dan sesering mungkin konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatan tubuh. Dengan tubuh yang memiliki asupan tepat akan lebih baik dibandingkan dengan kelebihan zat. Apabila terlalu berlebihan, maka proses kimiawi di dalam tubuh juga tidak stabil dan terganggu. Apabila terjadi keluhan sebaiknya segera menghubungi dokter agar bisa melakukan tindakan sendiri, seperti memerhatikan gaya hidup dan asupan makan. Selain itu, jaga gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok atau mengonsumsi alkohol. Kurangi kebiasaan hidup yang tidak sehat untuk membentuk tubuh agar tetap sehat, sehingga tetap bisa melakukan aktivitas setiap harinya. (Baca juga: Fungsi Enzim Amilase)

Sponsors Link
, , ,
Oleh :