Sponsors Link

Abses Anus – Bahaya, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Abses anus atau dengan nama lain disebut juga abses perianal, merupakan penyakit yang terjadi pada daerah sekitar keluarnya kotoran pada tubuh kita. Sebelum menuju anus, saluran pencernaan akhir atau usus akan dipisahkan dengan sebuah katup anus internal (nama lain: spicncter ani internus) dengan fungsi mencegah infeksi dari rongga usus dengan berbagai penyebab infeksi usus. Jika infeksi sudah dapat menembus pertahanan katup, penyebaran dapat sampai hingga jaringan perianal, menyebabkan abses anus.

ads

Infeksi pada kelenjar kecil di dinding anus menyebabkan rasa sakit yang berlebihan akibat munculnya luka melepuh berisi nanah. Anus akan membengkak, menimbulkan rasa panas, sakit, dan merah-merah pada daerah sekitar infeksi. Berdasarkan tempat infeksi, abses anus dikelompokkan menjadi 4 jenis yaitu:

  1. Abses pada perianal ­– abses anus dengan frekuensi kasus terbanyak dibandingkan yang lainnya
  2. Abses pada rongga postanal
  3. Abses pada rongga supralevator
  4. Abses pada rongga intersphincter

Bahaya Abses Anus

Jika mendapatkan penanganan yang tidak sesuai dan lambat, penyakit abses anus yang diderita oleh pasien dapat memicu timbulnya komplikasi kesehatan, seperti:

  • Fistula : keadaan abnormal terhubungnya dua bagian tubuh yang terpisah tanpa disengaja akibat infeksi pasca-operasi, trauma, pembedahan, ataupun penyakit radang bagian perut (seperti penyakit Crohn, dan gejala radang lambung dan usus)
  • Bakteremia : kondisi dimana bakteri masuk ke dalam aliran darah. Fenomena ini rentan terjadi pada seseorang dengan sistem kekebalan tubuh lemah
  • Abses menjadi ganas : efek yang ditimbulkan semakin tidak tertahankan dan sangat sulit bahkan tidak bisa lagi melakukan buang air besar lewat anus

Penyebab

Penyebab terjadinya suatu penyakit bisa disebabkan oleh lebih dari satu hal. Berikut adalah beberapa penyabab terjadinya abses anus yang sebisa mungkin dihindari jika tidak ingin terkena abses usus :

  1. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Umumnya disebarkan melalui bakteri dan virus akibat hubungan intim yang “tidak aman” lewat cairan tubuh seperti darah, cairan vagina, sperma, dan lainnya. Beberapa penyakit IMS adalah gonorea, klamidia, sifilis, hepatitis, herpes kelamin, HIV/AIDS, dan jengger ayam. Alat kelamin akan menimbulkan beberapa gejala seperti nyeri saat kencing, keluarnya nanah dari penis, vagina, atau pun anus, terdapat benjolan di sekitar kelamin, serta terjadi pembengkakan yang tidak wajar di sekitar organ intim. Jika mulai merasakan gejala seperti yang disebutkan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin terdekat.

  1. Melakukan Seks Anal

Berbagai bahaya ditimbulkan dari kegiatan seks yang dilakukan demi kesenengan dan menghindari kehamilan ini. Seks anal berpotensi menyebabkan herpes, HIV / AIDS, kutil kelamin, dan penyakit IMS lainnya dengan kemungkinan lebih besar dibandingkan dengan seks “aman” pada umumnya. Aman disini dapat didefinisikan dengan penggunaan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan sembarangan.

  1. Infeksi Fistula Ani

Fistula Ani adalah fenomena terbentuknya saluran kecil pada ujung antara usus besar dan kulit di sekitar dubur. Hal ini disebabkan oleh reaksi infeksi kelenjar anus yang dapat berkembang menjadi abses anus.

  1. Kanker Rektum
Sponsors Link

Kanker rektum biasa dikelompokkan dalam satu jenis “kanker kolorektal” bersama dengan kanker yang tumbuh pada usus besar. Awal fase pembentukkan sel kanker dimulai dari munculnya polip pre-kanker yang jinak, namun seiring berjalannya waktu mungkin berubah menjadi sel kanker yang ganas dan mematikan. Ada 2 penyebab utama yaitu genetik, dan penyakit radang pada usus yang menyebar ke bagian bawah saluran pencernaan.

  1. Peradangan Diverticulum

Peradangan diverticulum, biasa dijelaskan sebagai peradangan kantung usus besar. Akan terbentuk benjolan pada dinding usus yang terbentuk akibat efek samping diet rendah serat.

  1. Peradangan bagian Pelvis

Peradangan bagian pelvis atau panggung akan menjangkiti bagian leher rahim, rahim, tuba falopi, dan ovarium pada wanita umur 14-24 tahun. Hal ini lazim disebabkan oleh infeksi menular seksual. Bakteri akan menyebar dari vagina hingga ke bagian atas organ reproduksi membawa dampak yang lebih parah lagi. Sebaiknya hindari aborsi, terlalu sering berganti pasangan seksual, berhubungan tanpa perlindungan kondom, berhubungan dengan penderita IMS, dan menggunakan alat kontrasepsi spiral (IUD).

  1. Peradangan pada saluan pencernaan (contoh: penyakit Crohn)
ads

Posisi anus yang berada dekat dengan saluran pencernaan menyebabkan tingginya kemungkinan tertular bakteri jika sebelumnya telah terjadi infeksi pada salah satu saluran pencernaan. Keberadaan katup internal anus yang sudah tidak berfungsi dengan baik bisa jadi salah satu penyebab. Contohnya terjadi akibat penyakit Crohn, peradangan usus besar, usus kecil, usus 12 jari, dan lainnya.

  1. Menderita Diabetes

Diabetes dapat menjadi salah satu pemicu abses anus. Diskusi dengan dokter dibutuhkan untuk pertanyaan dan penanganan lebih lanjut.

  1. Mengonsumsi Obat-obatan Anti-radang

Konsumsi obat-obatan anti-radang dapat memicu pembentukan abses pada anus. Penjelasan logisnya bisa langsung diajukan kepada dokter penyakit kulit dan kelamin.

Cara Mengatasi Abses Anus

Penanganan yang efektif dan efisien merupakan hal yang penting dilakukan dalam mengobati berbagai macam penyakit. Sebelum memberikan pengobatan, penyakit harus dapat dideteksi atau didiagnosis dengan baik. Hal ini disarankan untuk diserahkan pada dokter terdekat dengan ilmu dan pengalaman yang mumpuni. Biasanya akan dilakukan tanya jawab seputar keluhan dan rekam medis pasien, lalu dilihat lebih jauh kondisi fisik anus pasien.

Namun, bila pasien menderita abses anus pada bagian dalam yang tidak tersentuh dan terlihat, dokter akan menyarankan untuk dilakukan pemindaian. Pemindaian akan melihat kondisi bagian dalam lewat bantuan mesin seperti USG, CT Scan, dan MRI. Bagi abses anus dalam golongan kompleks, bila data hasil pindaian masih meragukan, dokter akan melakukan pemeriksaan endoskopi untuk lebih meyakinkan. Dan, berikut penanganan medis yang mungkin dilakukan untuk kasus abses anus:

  • Pembedahan Abses Perianal

Pembedahan abses pada bagian anus tidak seperti pembedahan bagian tubuh lain yang memerlukan puasa/pengosongan saluran pencernaan beberapa jam sebelumnya. Pembedahan ini dilakukan untuk bagian eksternal tubuh dengan terlebih dahulu disuntikkan anestesi local agar rasa sakit bisa terminimalisir. Dilakukan sayatan kecil, dalam istilah kedokteran disebut insisi. Insisi dibuat sependek mungkin untuk mengurangi resiko terbentuknya fistula sesudah operasi. Lalu, nanah pada abses dipaksa keluar hingga habis dan selanjutnya dikeringkan dengan kasa antiseptic berisi iodin. Dalam 24 jam pasca-operasi, pasien diwajibkan merendam bagian anus dengan air berisi obat 3 kali sehari. Dan setiap selesai buang air besar diwajibkan merendamnya minimal 1 kali.

  • Pembedahan Abses Superalevator, Ischiorectal, Intersphincter

Secara general, pembedahan abses Superalevator, Ischiorectal, Intersphincter memiliki prosedur dan langkah kerja yang sama dengan pembedahan abses perianal. Perbedaannya ada pada lokasi pembedahan yang lebih dalam daripadi pembedahan perianal hingga digunakan anestesi umum jika dibutuhkan. Proses pengeluaran nanah dilakukan dengan insisi pada daerah dengan pembengkakan terbesar di sekitar daerah abses. Nanah dikeluarkan dengan bantuan pipa kecil untuk membantu mengalirkannya, dan dibantu dengan pemberian tekanan pada abses agar nanah dapat keluar lebih maksimal. Nanah yang dikumpulkan akan diteliti lebih lanjut untuk mengetahui jenis bakteri spesifik penyebab abses anus yang diderita pasien.

  • Pembedahan Fistula
Sponsors Link

Fistula, seperti yang sudah dijelaskan di atas, merupakan keadaan abnormal terhubungnya dua bagian tubuh yang terpisah tanpa disengaja akibat infeksi pasca-operasi, trauma, pembedahan, ataupun penyakit radang bagian perut. Walaupun sebagian dokter akan sengaja melakukan operasi pembentukan fistula demi penyembuhan sebuah penyakit, jika keadaan ini merupakan sebuah keadaan yang tidak diprediksi akan membawa efek yang buruk bagi tubuh. Dibutuhkan kontrol ke dokter 2-6 minggu setelah operasi untuk mengecek keadaan abses. Karena fistula biasanya baru muncul beberapa minggu pasca-operasi sebagai efek samping yang tidak diinginkan, dan jika sudah terdeteksi sebaiknya dilakukan operasi fistula secepat mungkin.

Selama masa penyembuhan pasca-pembedahan, dokter akan meresepkan beberapa macam obat. Obat-obat ini diharapkan mampu mengurangi resiko komplikasi di kemudian hari, serta membantu proses recovery pasien. Berikut obat-obatan yang disarankan penggunaannya setelah dilakukan operasi :

  • Pemberian Antibiotik : Antibiotik didapatkan melalui kultur bakteri hasil penelitian nanah hasil pembedahan abses sebelumnya. Contoh antibiotic yang sering digunakan adalah ampicillin, imipinem dan cilastatin, clindamycin, dan cefazolin.
  • Pemberian Obat Penghilang Rasa Sakit : Obat ini diberikan pra-operasi dan pasca-operasi untuk lebih meringankan rasa sakit pasien saat dokter melakukan pembedahan penyingkiran abses pada daerah infeksi.
  • Pemberian Antiemetik : Obat ini dapat membantu mengusir rasa mual sebagai efek samping obat-obatan yang dikonsumsi pasien selama masa penyembuhan. Selain itu dapat pula memberikan efek sinergistik bagi pasien jika dibarengi konsumsinya dengan meperidine. Contoh antiemetic yang biasa digunakan adalah promethazine.

Sedangkan untuk mencegah atau mengobatik penyakit saluran cerna yang dapat memicu timbulnya abses anus dapat diminimalisir dengan berbagai obat herbal usus buntu, obat tradisional susah buang air besar, obat tradisonal penyumbatan usus, obat QnC Jelly Gamat, dan lain-lain. Setelah mengetahui penyakit abses termasuk bahaya, penyebab, dan cara mengatasinya, diharapkan kita mampu menjaga dan melindungi diri dari melakukan hal-hal yang dapat memicu abses anus.

Sebisa mungkin jaga pola makan, kebersihan diri, dan lakukanlah kegiatan seksual dengan pasangan dalam tahap “sewajarnya”. Coba untuk selalu pertimbangkan efek jangka panjang dari setiap perbuatan. Disarankan untuk menemui dokter lebih lanjut jika terasa sakit yang berlebih pada daerah anus. Semoga informasi ini berguna, dan lebih meningkatkan pengetahuan dan awareness kita akan kesehatan, ya.

Sponsors Link
, ,